MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 07 November 2015 10:33
Selama 30 Menit, Si Botak Perkosa Gadis di Toilet Rusak

PROKAL.CO,

TARAKAN – Perasaan dan masa depan anak perempuan berinisial SA (16) ini hancur seketika. Dia tak menyangka bakal menjadi korban pemerkosaan saat hendak pulang ke rumahnya di Kelurahan Karang Rejo, Tarakan, tak jauh dari rumahnya sekira pukul 21.00 Wita, Kamis (5/11) malam.

Tak terima perlakuan orang tak dikenalnya itu, SA mendatangi Polres Tarakan. Kepada polisi, gadis berambut panjang itu menyebutkan, saat itu dia berjalan kaki sendirian dari tempatnya bekerja di salah satu toko baju di Pasar Gusher, sekira pukul 21.00. Namun di tengah perjalanannya, SA berpapasan dengan seorang pria. Mata jalang pria itu terus mengikuti gerak langkahnya.

SA terus dibuntutinya hingga ke dalam sebuah gang lalu menyekap SA. Mulut SA dibekap menggunakan baju. Karena sepi, tak seorang pun mendengar teriakan dan melihat SA berontak. Si pelaku memilih toilet rusak yang berada tak jauh dari lokasi penyekapan untuk melakukan pemerkosaan.

SA memperkirakan 30 menit di pria botak itu memperkosanya. Korban juga menceritakan, saat itu dia juga beberapa kali dipukul agar mau menuruti kemauan pelaku. “Saat ditutup mulut pakai baju itu saya sudah berontak. Saya pukul, tendang dia, cakar dia, tapi dia tarik rambut saya. Dia berulang kali pukul muka saya sebelah kiri dan mata saya, di situ saya sudah mulai kesakitan dan dan pusing,” cerita SA.

“Pas dia mau buka pakaian-pakaian saya, saya berontak lagi dan kepala saya dimasukan di bak yang berisi air dan batu besar di dalamnya,” tambah SA. Gadis putus sekolah ini melanjutkan, pada saat dirinya diperkosa, pelaku sempat mengancam korban agar tak memberitahukan orang lain. Jika sampai terbongkar, SA akan dibunuh.

“Orang itu tidak membawa apa–apa, tidak ada juga bawa pisau atau senjata tajam lainnya. Sebelum dia pergi itu juga bilang kepada saya dan mengancam, kalau saya kasih tahu orang lain saya akan dibunuh,” jelasnya ketakutan.

Kata SA, pelaku tersebut memiliki ciri fisik rambut botak, menggunakan celana pendek, berbadan kekar dan di bagian muka terdapat luka cakar. Usai kejadian memilukan itu, SA yang sudah tak berdaya itu pun pulang dengan penuh tangisan dan beberapa luka di bagian wajahnya. Diapun melaporkan kejadian itu kepada HA, orang tua SA.

Bagai disambar petir, HA pun terkejut. Jantungnya seperti mau copot mendengar laporan anaknya sambil menangis. Diapun tidak terima dan segera menenangkan anaknya lalu melaporkan kasus ini ke polisi. “Saya waktu itu ada di loteng. Saya dengar ada yang panggil “maaaaak”….. sambil menangis. Pas saya lihat anak saya, dan langsung saya turun melihat anak saya sudah luka-luka. Saya tanya dia, anak saya bilang habis diperkosa tadi pas mau pulang ke sini. Langsung jantung saya berdebar dengarnya, dan bawa SA melapor ke Polisi. Tidak terima saya anak saya diginikan,” kata HA.

HA pun membawa anaknya ke Mapolres Tarakan. Polisi yang mendapat laporan tersebut langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari pelaku yang diduga masih berkeliaran di wilayah sekitar TKP. Namun sayang, polisi tak menemukan pelaku.

Polisi hanya mendapatkan baju pelaku berwarna hitam dan sandal biru yang diduga milik pelaku yang ketinggalan. Didapati pula celana dalam korban yang ketinggalan tepat di atas bak kamar mandi bekas kebakaran itu dan mengamankannya sebagai bahan penyelidikan. (*/ygi)


BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:44

Rapid Test Negatif, Pemkot Luluh

TARAKAN – Pasien M atau pasien pertama yang dinyatakan positif…

Senin, 06 April 2020 14:35

Tidak Ada Batas Waktu, Pembuatan Sabun Cair

TARAKAN – Hingga waktu yang tidak ditentukan, pendistribusian sabun cair…

Senin, 06 April 2020 13:48

Total 16 Pasien Positif Covid-19 di Kaltara Bertambah

TANJUNG SELOR – Senin ini (6/4) konfirmasi positif Covid-19 di…

Senin, 06 April 2020 12:27

Sasar Korban PHK dan UKM

TARAKAN - Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh…

Senin, 06 April 2020 12:11

Terhitung April Ini, Enggak Ada Lagi Izin Nikah

TARAKAN – Kementerian Agama (Kemenag) tidak akan melayani perizinan nikah…

Senin, 06 April 2020 12:08

Perumda sebagai Stabilisator Stok Barang

Masyarakat cenderung melekatkan stigma pada perusahaan umum daerah (perumda).  Mappa…

Senin, 06 April 2020 12:05

Kodim Distribusi 10.000 Liter Sabun Cair

TARAKAN – Hingga hari kelima, Sabtu (4/4), Kodim 0907 telah…

Minggu, 05 April 2020 14:00

Gugus Tugas Tracing Kontak Pasien Corona yang Meninggal

JURU Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara (Kaltara),…

Minggu, 05 April 2020 13:58

Nestapa Usaha di Tarakan karena Corona, Kurangi Karyawan dan Pilih Tutup

Di tengah pandemi Covid-19, dampak dirasakan signifikan oleh dunia usaha.…

Minggu, 05 April 2020 13:56

Dunia Usaha Waswas, PHK Diambang Mata

Wakil Ketua Umum Bidang Ilmu Teknologi dan Industri Kreatif pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers