MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 07 Maret 2017 09:56
Tiga Sukhoi Mondar-Mandir di Kaltara, Ini Tujuannya...

Meski NKRI Aman, Tetap Harus Waspada

USAI LATIHAN: Tiga unit pesawat tempur Sukhoi 27/30 ini akan stay di Tarakan hingga Rabu (8/3) besok. Selama melakukan latihan di Tarakan, warga umum diperbolehkan melihat pesawat Sukhoi dan alutsista lainnya dari dekat di Lanud Tarakan. Hari pertama latihan kemarin, kondisi di perbatasan dinyatakan aman dari ancaman gangguan. HENDI SURYADI/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN –  3 unit pesawat tempur Sukhoi 27/30 kemarin sudah melakukan aktivitas latihan Hanudnas Kilat B-17 atau latihan kilat Bravo 17 tahun untuk menguji dan melatih kerjasama antara penerbang dan Ground Control Intercepter (GCI). Meski latihan para penerbang juga sekaligus patroli pengaman wilayah NKRI.

Komandan Lanud Tarakan Kolonel (Pnb) Umar Fathurrohman, saat ditemui Radar Tarakan kemarin (6/3) mengatakan, latihan Kilat B-17 hari ini melibatkan alutsista yang ada dan juga telah disiagakan alusista lainnya 1 unit helikopter Super Puma yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Dengan melaksanakan 5 shorty yang terbagi dalam 2 tahap.

“Dalam tahap pertama, Ground Control Intercepter(CGI) mengendalikan pesawat dalam kesiapannya menghadapi 1 musuh. Pada siang harinya kegiatan Ground Control Intercepter(CGI) mengendalikan pesawat 1 lawan 2,” ungkap Umar.

 Lanjutnya, Jadi apabila pesawat telah melihat sasaran GCI tidak perlu meng-guide lagi. Bagaimana kecepatan seorang CGI meng-­handle pesawat sampai ke sasaran ini yang menjadi point utamanya.

“Kami fokus melaksanakan latihan hari ini, namun juga dalam posisi siap untuk operasi. Dalam arti, apabila pada saat latihan, mungkin negara musuh mau menyerang, maka akan ada red plan. Maksudnya, latihan akan langsung berubah jadi operasi, jadi langsung kami rubah ke perang. Skenario latihan dan skenario perang sudah ada,” ungkap Umar.

Terkait dengan hasil Latihan Kilat B-17 sekaligus sebagai patroli pengamanan wilayah NKRI, bahwa kondisi wilayah termonitor aman. Meskipun selama ini kondisi wilayah aman-aman saja, ia mengungkapkan bahwa TNI AU tetap melaksanakan latihan.

“Negera kita ini sering sekali jadi incaran negara lain. Negara Indonesia yang luas, subur, dan memiliki kekayaan lainnya.  Untuk itu, kami selalu laksanakan latihan dan berpatroli. Hasil evaluasi latihan hari ini, aman,” ungkap Umar.

Setelah Latihan Kilat B-17 ini berakhir, maka pihaknya akan selalu siap apabila sewaktu-waktu terjadi acaman. Saat ini alutsista yang ada disiagakan jika dibutuhkan akan langsung bergerak cepat.

“Alutsista datang tidak sampai 1 jam. Responnya cepat. Panglima sudah memberikan perintah, apabila ada informasi ancaman dan sebagainya, segera lapor. Langsung dari Makassar yang berkoordinasi,” tutur Umar.

---------- SPLIT TEXT ----------

Ketika pewarta menanyakan alutsista yang ada di Pangkalan Udara Tarakan yaitu 1 unit helikopter super puma, disiapkan dalam posisi stand by. Alutsista tersebut akan siap digunakan apabila ada kejadian accident. Semisal itu

“Helikopter tersebut hanya stand by untuk  SAR. Kami berharap mudah-mudahan tidak digunakan. Kalau ada accident dan penerbang loncat ke bawah, harus segera kami selamatkan. Jangan sampai keduluan musuh,  karena informasi-informasi rahasia yang dimiliki bisa saja bocor,” tutur Umar.

Tak hanya latihan, kali ini Pangkalan Udara Tarakan juga melaksanakan kontes foto selfie, mewarnai dan photography dengan alutsista yang ada. Kegiatan ini disampaikan terbuka bagi masyarakat umum.

Salah seorang pengunjung yang datang melihat langsung 3 pesawat tempur Sukhoi, Amrin yang datan bersama anaknya mengaku sangat senang bisa melihat secara langsung pesawat tempur.

 “Saya dapat info dari media cetak bahwa dibuka pameran di Pangkalan Udara Tarakan. Ini juga edukasi untuk anak saya selama ini dia hanya tau pesawat yang sering digunakan untuk perjalanan ketika liburan. Hingga nantinya setelah melihat alutsista yang ada, anak saya bisa membedakan mana pesawat dan mana helikopter,” ungkap Amrin. (*/jhn/nri)

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 10:44

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:43

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:41

Ujian Nasional Tetap Berjalan Tahun Ini

TARAKAN - Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ternyata menuai perhatian…

Minggu, 23 Februari 2020 10:40

Banyak Masyarakat Belum Tahu e-Parking

TARAKAN - Meski telah diterapkan selama dua bulan, namun pelaksanaan…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:21

Irwan Ditugasi Bawa Dukungan Parpol

TARAKAN – Desas-desus H. Irwan Sabri akan mendampingi Dr. H.…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:17

Pipa Gas Bunyu-Tarakan Diserahkan ke Pertamina EP

JAKARTA - Pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00

Disnaker Gagal di Persidangan

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang…

Jumat, 21 Februari 2020 10:08

Tawarkan Jembatan Bulungan-Tarakan ke Kedutaan Amerika

TARAKAN - Kedutaan Amerika Serikat mengaku tertarik untuk berinvestasi di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers