MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 30 Desember 2016 12:09
Selumit Pantai Jadi Prioritas

Penanganan Wilayah Kumuh di Tarakan

SALAH SATU FOKUS PROGRAM 2017: Kawasan Selumit Pantai menjadi prioritas penanganan kawasan kumuh dari Pemerintah Kota Tarakan, dalam program KOTAKU yang digagas pemerintah pusat. HENDI SURYADI/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pembahasan mengenai pencegahan dan peningkatan kualitas pemukiman kumuh perkotaan dibahas beberapa instansi di Pemerintah Kota Tarakan, di salah satu hotel kemarin (29/12).

Pembahasan ini sebagai tindak lanjut program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang merupakan salah satu program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo termasuk Kota Tarakan.

Beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Tarakan hadir dalam pembahasan tersebut, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Badan Penanggulangan Lingkungan Hidup (BPLH) dan lainnya. Tujuan utama dalam pelaksanaan pembahasan tersebut adalah menuntaskan kemiskinan di kota ini.

Dalam menentukan kawasan kumuh di perkotaan, dapat dilihat dari tujuh plus satu indikator yang telah ditetapkan oleh negara, yaitu berdasarkan keteraturan bangunan, jalan lingkungan, drainase, air bersih atau air minum, air limbah atau sanitasi, persampahan, proteksi kebakaran, dan ketersediaan ruang terbuka hijau.

Pada kawasan Kota Tarakan, ada empat kelurahan yang masuk dalam kategori wilayah kumuh, yaitu Kelurahan Selumit Pantai, Kelurahan Sebengkok, Kelurahan Lingkas Ujung, dan Kelurahan Selumit. Nah, yang menjadi kawasan paling prioritas penanganan adalah kawasan Kelurahan Selumit Pantai, hal ini dikarenakan kawasan Selumit Pantai merupakan salah satu dari empat kawasan kumuh yang dianggap paling parah dan terkumuh, sehingga sangat perlu untuk dibenahi. “Setelah dilakukan beberapa ujian, maka Selumit Pantai dipilih menjadi kawasan prioritas. Untuk menuntaskan tujuh indikator kemiskinan itu, maka hal itu harus segera ditangani,” ungkap Sahril, Kepala Seksi Prasarana Lingkungan, DPUTR Kota Tarakan.

Sahril menjelaskan, dalam penanganan kawasan ini, terlebih dahulu dilakukan perbaikan akses jalan, dengan alasan jika seluruh akses jalan sudah baik, maka ketersediaan air bersih, persampahan dan indikator lainnya akan lebih mudah ditangani. “Menangani kawasan kumuh sangat membutuhkan anggaran, jadi secara bertahap kami akan memperbaiki jalan lingkungan lebih dulu,” jelasnya.

---------- SPLIT TEXT ----------

Permasalahan yang paling umum ditemukan pihaknya saat berada di lapangan adalah masalah kendala sosial, resistensi dengan warga masyarakat yang berada di kawasan Selumit Pantai. Sebab, dari pengalaman sebelumnya, dalam membangun sebuah jembatan terkadang masuk dalam area lahan warga. “Jadi perlu ada pendekatan agar warga merelakan tanahnya untuk pembangunan akses jalan, sebagai akses untuk kepentingan bersama,” imbuhnya.

Koordinator KOTAKU Tarakan, Rusmina Sari Dadi menyatakan, kawasan Selumit Pantai memiliki ukuran 25 hektare lokasi yang harus dituntaskan dengan target penyelesaian pada 2019. “Kami berupaya untuk mendesain kegiatan dan ditawarkan ke pusat, yang disesuaikan dengan anggarannya,” ungkapnya.

Dari beberapa kali desain yang dilakukan pihaknya, sudah ditemukan desain untuk akses jalan yang tidak terputus yang diharapkan pengerjaannya akan diselesaikan pada 2017.

Dalam menyukseskan kegiatan tersebut, pihaknya mengaku harus berhati-hati dalam mencari kegiatan agar tidak berbenturan dengan kegiatan SKPD lainnya atau belum terselesainya konflik sosial. “Permasalahan yang paling utama adalah akses jalan yang memang paling susah. Akses jalan menjadi hal yang paling prioritas dan akan dipastikan dilaksanakan di 2017 mendatang,” tuturnya. (*/yed/ash)

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 11:43

HOROR..!! Speed ini Bocor Setelah Tabrak Kayu, Bagaimana Nasib Puluhan Penumpangnya...??

TARAKAN - Speedboat Malinau Express IX yang membawa 35 penumpang…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

INNALILLAHI...!! Terbakar..!! Pasar Tertua di Tarakan Rata dengan Tanah

API membumbung tinggi di bangunan berlantai dua, tepat di pinggir…

Selasa, 21 Januari 2020 11:29

Pasar Pertama yang Mengkhususkan Pisang

Pasar Batu Tarakan, belakangan identik sebagai pusat oleh-oleh. Sebagian pedagang…

Senin, 20 Januari 2020 12:59

BREAKING NEWS! Ditinggal Penghuni, Rumah kosong Terbakar

TARAKAN - Kebakaran terjadi di RT 24 Kelurahan Sebengkok tepatnya…

Senin, 20 Januari 2020 11:02

Dapat Sehatnya, Raih Doorprize Menarik

TARAKAN – Akrab dan ceria. Begitulah suasana yang terlihat di…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:56

Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg, Perlu Dipikir Diantisipasinya

TARAKAN – Rencana pemerintah mencabut subsidi pada elpiji 3 kilogram…

Sabtu, 18 Januari 2020 13:52

Semarak Tahun Baru Imlek Identik Warna Merah

SERBA MERAH: Pernak-pernik Tahun Baru Imlek terpampang di salah satu…

Jumat, 17 Januari 2020 11:10

Curah Hujan Tinggi, Waspada Banjir dan Longsor

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Kota Tarakan sejak Kamis (16/20)…

Jumat, 17 Januari 2020 11:06

2020, Potensi Karhutla di Pulau Ini Masih Ada

TARAKAN – Masih adanya musim kemarau yang terjadi pada tahun…

Kamis, 16 Januari 2020 14:40

Pajak di Tarakan Diklaim Masih Lebih Murah

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berkeinginan mengoptimalisasi seluruh pundi-pundi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers