MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 13 Desember 2016 11:20
FIM Tegaskan Bukan Anggotanya

Terkait Kelompok Abu Sayyaf yang Ditembak Mati

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Forum Indonesia Muda (FIM) membantah tiga militan Abu Sayyaf ditembak mati aparat Malaysia yang salah satunya adalah anggota FIM angkatan 15.

Ketua Dewan Pembina Yayasan FIM, Elmir Amien mengatakan, setelah mendapat informasi bahwa tiga militan Abu Sayyaf yang ditembak mati dan salah satu pelaku menggunakan baju bertuliskan ‘FIM 15’. Pihaknya langsung melakukan inventarisir seluruh anggota FIM yang tergabung pada angkatan 15.

“Harus diperiksa satu persatu dulu anggota FIM ini, karena baju yang digunakan berlogo FIM dan jelas tulisan angkatan 15,” kata Elmir Amien kepada Radar Nunukan, Senin (12/12).

Setelah dilakukan pemeriksaan kepada anggota FIM ke-15, belum ditemukan ada anggota FIM yang berafiliasi kepada pasukan bersenjata Filipina atau lebih dikenal dengan kelompok Abu Sayyaf. Sehingga, FIM membantah bahwa tidak ada satu pun anggotanya yang terlibat dalam gerakan separatis di Filipina.

“Tidak ada kaitannya FIM dengan pihak bersenjata Filipina, terutama Abu Sayyaf itu,” ujarnya.

Terakit kostum FIM yang digunakan salah seorang pasukan Abu Sayyaf yang tertembak mati, Elmir sapaan akrabnya mengungkapkan, baju tersebut diambil dari salah seorang anggota FIM. Karena setelah dilakukan pemeriksaan kostum, ada beberapa anggota FIM angkatan 15 yang kehilangan baju.

Dia menambahkan, untuk memastikan pemilik baju tersebut harus dilihat di bagian depan, karena tiap baju FIM angkatan 15 memiliki nama. Sehingga, lebih mudah mendeteksi pemilik baju tersebut. Namun, setelah melihat foto yang tersebar di media sosial, sangat sulit melihat nama si pemilik baju tersebut.

“Kalau menghadap depan korban yang tertembak itu, bisa diketahui namanya, tapi hingga saat ini saya tetap yakin itu bukan dari anggota FIM angkatan 15,” tuturnya.

Sementara, Kepala Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia, Krisnha Deilani belum bisa memberikan identitas tiga korban yang tertembak mati tersebut. Karena hingga saat ini, pihak Malaysia belum menyebutkan nama korban penembakan itu adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

“Sulit untuk diketahui identitas tiga korban yang ditembak itu, sehingga tak bisa dikatakan yang menggunakan kostum FIM 15 adalah WNI,” kata  Krisnha Deilani kepada media ini kemarin.

---------- SPLIT TEXT ----------

Namun Krishna sapaan akrabnya, memberikan sebuah tulisan berbahasa Inggris terkait kasus penembakan tersebut yang terjadi di Perairan Sabah Malaysia, pada Jumat (9/12). Dalam tulisan tersebut disebutkan bahwa salah seorang yang tertembak diduga gembong atau pimpinan pasukan bersenjata, yakni Abraham Hamid.

Dengan kematian Abraham Hamid merupakan pukulan besar untuk Abu Sayyaf, karena disinyalir dia adalah salah satu pemimpin kelompok Abu Sayyaf. Diketahui, Hamid adalah pelaku penculikan dua warga Kanada, Norwegia dan Filipina dari Resort Hing-End di Pulai Samal, Provinsi Davao, selatan Manila, pada September 2015 lalu. Pada Juni 2016 dua warga Kanada tersebut dipenggal kepalanya, yakni Mr. Robert Hall (50) dan Mr. John Ridsdel (68).

Kelompok Hamid kerap melalukan aksinya menggunakan speedboat berwarna biru di perairan Sabah, Malaysia. Saat ini pasukan Abu Sayyaf masih memiliki tahanan dari beberapa negara yang belum dilepaskan hingga saat ini. “Saya hanya mendapatkan informasi seperti itu, sumber informasi itu tak perlu disebutkan asal usulnya,” pungkasnya. (nal/eza)

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 02 April 2020 14:08

20 Koli Kepiting Bakau Nyaris Lolos ke Malaysia

NUNUKAN – Di tengah polemik Covid-19 di perbatasan dengan masih…

Selasa, 31 Maret 2020 11:44

Nunukan Kaji Rencana Isolasi

NUNUKAN- Melalui surat edaran (SE) Kemendagri, kepala daerah akhirnya bisa…

Selasa, 31 Maret 2020 11:39

TKI dari Malaysia Dikarantina di Nunukan, Ini Kata Laura

NUNUKAN- Bupati Nunukan Asmin Laura menyebutkan, seusai arahan Gubernur Kaltara…

Minggu, 22 Maret 2020 15:22

Lockdown Dibuka Dua Hari, Malaysia Terus Pulangkan WNI

Sebanyak 297 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia…

Jumat, 20 Maret 2020 14:51

30 Calon PMI Batal ke Malaysia

NUNUKAN – Setidaknya ada 30 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)…

Kamis, 19 Maret 2020 15:21

8 WNI Positif Corona di Sabah, Penyeberangan Internasional Lumpuh

TAWAU- Kepala Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan, di…

Kamis, 19 Maret 2020 10:24

Keluarga PDP Covid-19 Dipantau

NUNUKAN- Sejumlah keluarga PDP yang tengah dirawat di RSUD Tarakan…

Selasa, 17 Maret 2020 13:35

Gubernur Usulkan RS Rujukan Covid-19 di Nunukan

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan, dalam…

Selasa, 17 Maret 2020 13:30

Sudah 8 Orang Positif Covid-19 di Tawau

SETELAH dirawat selama 4 hari sejak Kamis (12/3) lalu, deportan…

Sabtu, 14 Maret 2020 11:19

Kandidat Senyawa Antivirus Corona

  JAMBU BIJI       - Tim Peneliti Kedokteran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers