MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 05 Desember 2016 10:32
Ramlah Dikunjungi Kemenlu RI

Keluarga Korban Penculikan Abu Sayyaf

DIKUNJUNGI: Istri korban penculikan kelompok bersenjata Filipina, Ramlah saat dikunjungi perwakilan Kemenlu RI. POLRES NUNUKAN UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tim dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia (RI) bersama Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia mendatangi Ramlah, istri dari Sawal yang merupakan korban penculikan kelompok bersenjata Filipina di Perairan Sabah, Malaysia 19 November lalu.

Kepala KRI Tawau, Malaysia, Khrisna Djaelani mengatakan, sangat prihatian dengan kejadian tersebut. Karena dalam kondisi sementara bekerja tiba-tiba diadang sekelompok orang bersenjata yang tak dikenal. Hal ini menjadi perhatian serius untuk ditangani.

“Sebagai pemerintah pasti sangat prihatin terhadap peristiwa yang terjadi terhadap Sawal dan tetap akan bertanggungjawab,” kata Khrisna Djaelani saat mengunjungi kediaman Ramlah, Sabtu (3/12).

Dia melanjutkan, Pemerintah Indonesia telah membuat nota protes keras ke Pemerintah Malaysia tehadap kejadian penculikan tersebut. Malaysia dinilai tidak serius menangani persoalan tersebut, maka Pemerintah Indonesia akan menarik semua pekerja Indonesia, khususnya di sektor perikanan di Sabah, Malaysia.

Peristiwa ini merupakan yang kesekian kali menimpa WNI. KRI Tawau juga telah meminta kepada pihak perusahaan tempat Sawal bekerja untuk mengurus upah yang akan diterima Sawal. Karena upah tersebut sangat dibutuhkan keluarga Sawal.

“Sudah diminta kepada pihak perusahaan ketika Sawal masih disandera oleh kelompok bersenjata, maka upah yang diterima tiap bulan tetap harus diberikan kepada pihak keluarganya,” ujarnya.

Selama penculikan yang terjadi terhadap Sawal, pihak perusahaan tidak pernah memberikan bantuan apapun terhadap keluarga korban. Karena sejauh ini Ramlah belum pernah didatangi pihak perusahaan atau memberikan gaji yang harus diterima Sawal.

Sementara perwakilan tim Kemenlu RI, Rizal mengungkapkan, kejadian penculikan atau penyanderaan terhadap WNI di Perairan Malaysia sudah empat kali terjadi. Korban selama penculikan tersebut sebanyak 20 orang. “Kejadian penculikan ini bukan pertama kali dilakukan oleh kelompok bersenjata Filipina di Perairan Sabah, Malaysia,” kata Rizal.

Setiap kali terjadi penculikan, pemerintah tetap akan berupaya agar segera dilepaskan dari pasukan bersenjata dari Filipina. Karena beberapa kali penyanderaan, korban pasti akan dikembalikan. Namun untuk waktu belum dapat dipastikan. “Pemerintah dalam hal ini Kemenlu RI sedang berusaha melepaskan korban penculikan tersebut,” tuturnya.

Ditambahkan, Laison Officer (LO) Polri Tawau, Malaysia Kompol Naafi Arman mengatakan, saat pristiwa yang terjadi terhadap Sawal. LO Polri, Tawau, Malaysia bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Polisi Sektor (Polsek) Sebatik Timur untuk menemukan dan menghubungi keluarga korban setelah kejadian.

“Saya tetap mengawal dan memberikan informasi kepada pihak Polsek Sebatik Timur ketika ada perkembangan terbaru terhadap korban penculikan itu,” singkat Arman-sapaan akrabnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Kamis, 02 April 2020 14:08

20 Koli Kepiting Bakau Nyaris Lolos ke Malaysia

NUNUKAN – Di tengah polemik Covid-19 di perbatasan dengan masih…

Selasa, 31 Maret 2020 11:44

Nunukan Kaji Rencana Isolasi

NUNUKAN- Melalui surat edaran (SE) Kemendagri, kepala daerah akhirnya bisa…

Selasa, 31 Maret 2020 11:39

TKI dari Malaysia Dikarantina di Nunukan, Ini Kata Laura

NUNUKAN- Bupati Nunukan Asmin Laura menyebutkan, seusai arahan Gubernur Kaltara…

Minggu, 22 Maret 2020 15:22

Lockdown Dibuka Dua Hari, Malaysia Terus Pulangkan WNI

Sebanyak 297 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Malaysia…

Jumat, 20 Maret 2020 14:51

30 Calon PMI Batal ke Malaysia

NUNUKAN – Setidaknya ada 30 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)…

Kamis, 19 Maret 2020 15:21

8 WNI Positif Corona di Sabah, Penyeberangan Internasional Lumpuh

TAWAU- Kepala Konsulat RI Tawau Sulistijo Djati Ismojo mengatakan, di…

Kamis, 19 Maret 2020 10:24

Keluarga PDP Covid-19 Dipantau

NUNUKAN- Sejumlah keluarga PDP yang tengah dirawat di RSUD Tarakan…

Selasa, 17 Maret 2020 13:35

Gubernur Usulkan RS Rujukan Covid-19 di Nunukan

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan, dalam…

Selasa, 17 Maret 2020 13:30

Sudah 8 Orang Positif Covid-19 di Tawau

SETELAH dirawat selama 4 hari sejak Kamis (12/3) lalu, deportan…

Sabtu, 14 Maret 2020 11:19

Kandidat Senyawa Antivirus Corona

  JAMBU BIJI       - Tim Peneliti Kedokteran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers