MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 26 November 2016 09:31
Dinilai Sejahtera, Guru Minta Perhatian
HARI GURU NASIONAL. FOTO: YEDIDAH PANDOKO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Hari Guru Nasional (HGN) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diperingati setiap tahunnya pada tanggal 25 November, selain hanya mendapatkan sebutan ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ juga menuntut akan kesejahteraan para guru.

Lantas, seperti apa kondisi para korps‘Oemar Bakri’ di Bulungan dengan usianya ke-71 tahun dapat disetarakan dengan usia kemerdekaan Republik Indonesia.

Menyikapi hal ini, Dinas Pendidikan (Disdik) selaku instansi yang membawahi menganggap, nasib guru di Bumi Tenguyun sebutan lain Bulungan sejauh inisudah dianggap sejahtera.

Penilaian itu tentunya di luar dari gaji pokok. Mengacu dengan pemberian insentif bagi guru yang sudah bersertifikat pendidikan. Dialokasikan melalui anggaran yang bersumber dari pusat, provinsi maupun kabupaten/kota serta adanya tunjangan profesi dan tunjangan khusus.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bulungan, H. Jamaluddin Saleh menjelaskan, untuk meningkatkan kesejahteraan tersebut, pengembangan keprofesian dan karir melalui profesionalisme dari guru itu sendiri.

“Kenapa saya katakan tolak ukurnya profesionalisme? Karena jika dilihat berdasarkan uji kompetensi guru, mereka ini sudah banyak yang di atas rata-rata untuk menuju yang namanya kesejahteraan itu,” ujar pria berkacamata ini kepada Radar Kaltara saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/11).

Selain itu, kata Jamal sapaan akrabnya, ditunjang juga melalui jabatan fungsional dari guru tersebut. “Yang tak kala pentingnya sudah hampir rata-rata guru itu memiliki kendaraan roda dua dan bahkan ada yang memiliki kendaraan roda empat,” sebut dia.

Sehingga, dengan beberapa instrumen yang sudah disebutkannya, maka tingkat kesejahteraan guru dinilainya masuk katagori sejahtera.

Disingung terkait jumlah guru di Bulungan, Jamal mengaku jika dihitung berdasarkan rasio jumlah penduduk usia sekolah jugasudah cukup. Namun jika melihat berdasarkan perhitungan satuan pendidikan, maka hal itu dinilainya belum mencukupi.

“Setiap satuan pendidikan itu harus ada guru tertentu yang wajib mengajar pada pelajaran tertentu, sementara kondisi sekolah kita saat ini jumlah siswanya masih belum merata,” jelasnya.

Dicontohkannya, jumlah ideal siswa per kelasnya sebanyak 20 orang. Tetapi jika melihat di daerah pelosok, jumlah siswanya masih belum maksimal. Disebutkannya, jumlah siswanya terkadang hanya berjumlah belasan bahkan kurang dari itu.

Nah, itu yang menjadi permasalahan kita sehingga guru itu dikatakan masih kurang sebenarnya tidak. Karena meskipun sedikit sistem pembelajaran itu tetap harus dijalankan,” harapnya.

Terpisah, beberapa guru yang sempat diwawancarai oleh media ini, salah satunya Soerim Bessie, S.Pd, M.Si yang merupakan guru IPA SMPN 2 Sekatak. Ia masih sangat berharap perhatian pemerintah.

Menurutnya, selama ini guru yang notabene tenaga fungsional mengemban tugas mencerdaskan bangsa melalui penyiapan generasi muda, masih jauh dari kata sejahtera.

“Tantangan guru semakin banyak, tugas-tugas guru semakin kompleks, tapi masih belum bisa sejahtera juga,” jelas alumnus IKIP PGRI Tuban Jawa Timur ini.

Selain persoalan kesejahteraan, fasilitas pendidikan juga dinilainya perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dan yang paling utama, nasib guru honorer dan mengabdikan dirinya di daerah terpencil.

Sebab, tenaga guru yang masih berstatus honorer, belum dapat dikatakan sejahtera tetapi masih tetap setia mengemban tugas dengan baik tanpa banyak mengeluh. Sehingga persoalan ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Bulungan.

---------- SPLIT TEXT ----------

Ia menambahkan, tenaga pengajar non Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut, dengan hanya mendapatkan honor sekira Rp 300 hingga Rp 400 ribu per bulan yang dialokasikan melalui bersumber dari dana BOS tentu dinilai belum memenuhi harapan dari kesejahteraan.

“Kenapa guru honorer sekolah kecil (gaji) karena sudah merupakan ketentuan dari pusat melalui juknis BOSNAS” ungkap pria yang sudah 11 tahun mengabdikan diri sebagai guru itu.

Lanjutnya lagi, untuk gaji honorer daerah dinilainya sudah cukup dengan mendapatkan gaji mencapai Rp 1.800 ribu yang dibayarkan per 3 bulan. Sehigga ia berharap agar  kedepannya diberikan setiap bulan.

Adapun di luar dari penghasilan guru, Soerim mengharapkan peningkatan fasilitas sekolah-sekolah sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Seperti buku-buku penunjang, laboratorium dan alat-alat untuk pratikum.

Kondisi lain, tidak adanya anggaran operasional khusus bagi para guru yang akan mengikuti kegiatan katagori tugas di luar lingkungan sekolah. Sehingga, ketika akan ditugaskan di luar sekolah para guru hanya menggunakan biaya yang diberikan dari pihak sekolah.

“Terutama para guru honorer, sedih kalau diceritakan nasib guru,” tutup alumnus S2 Institut Pertanian Bogor ini. (*/may/iwk/keg)

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 06 April 2020 14:41

Penyebaran Meluas, Pesan 1.000 Rapid Test

TANJUNG SELOR – Stok rapid test yang diterima Pemerintah Kabupaten…

Senin, 06 April 2020 14:40

Pembangunan Pasar Modern Masuk Tahap Akhir

TANJUNG SELOR - Ditengah pademi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Utara…

Senin, 06 April 2020 14:37

TPA Km 9 Segera Difungsikan

TANJUNG SELOR - Sempatmendapat tolakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan…

Senin, 06 April 2020 14:36

Personel Polri Dilarang Mudik

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara memastikan personel tidak…

Senin, 06 April 2020 13:13

Tingkat Hunian Turun, Hotel Tutup

TANJUNG SELOR - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di…

Senin, 06 April 2020 11:31

Bikin Heboh..!! Peta Zona Merah Covid-19 Tersebar, Begini Kata Kominfo

TANJUNG SELOR - Munculnya informasi yang beredar di mediasosial (medsos)…

Senin, 06 April 2020 11:26

Pemprov ‘Suntik’ Rp 20 Miliar

TANJUNG SELOR – Berbagai aktivitas di lingkungan pemerintahan jadi terhambat…

Senin, 06 April 2020 11:21

Disdukcapil Siapkan Rp 400 Juta untuk Alat Rekam Portabel

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui…

Jumat, 03 April 2020 12:35

Belum Siapkan Pemakaman Khusus untuk Pasien yang Meninggal karena Corona

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian memberikan…

Jumat, 03 April 2020 12:32

Polisi Bongkar Penjualan APD dengan Harga Tak Wajar

TANJUNG SELOR – Ada saja yang dilakukan PT DMS, penyedia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers