MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 September 2016 12:11
Operasi Pekat, 15 Orang Terjaring

Banyak Masih Berstatus Pelajar

TERJARING : Tim terpadu saat membawa pasangan (pegang handphone) bukan suami istri keluar dari kamar hotel menuju truk yang akan membawa mereka ke kantor Satpol-PP dan Linmas Kabupaten Malinau, Sabtu (24/9) malam. AGUSSALAM SANIP / RADAR TARAKAN

MALINAU – Tim terpadu dari Satuan Polisi – Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Malinau, Kepolisian Resor (Polres) Malinau, Komando Distrik Militer (Kodim) 0910 Malinau, Detasemen C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim, Satgas Pamtas Yonif 713 Satya Tama, Sabtu (24/9) malam hingga Minggu (25/9) dini hari menggelar operasi terpadu untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat) di Kabupaten Malinau.

Operasi tersebut menyasar ke tempat-tempat rawan atau tempat nongkrong yang biasanya digunakan anak-anak muda untuk minum-minuman keras (miras) dan mengisap lem, serta menyasar kos-kosan, hotel dan penginapan itu berhasil menjaring 15 orang.

Mereka terdiri dari 11 orang diindikasi minum miras serta tertangkap tangan mengisap lem dan empat orang atau dua pasang bukan suami istri berada dalam satu kamar di salah satu hotel dan penginapan di Kecamatan Malinau Kota.

“Hasil operasi tim terpadu pada Hari Sabtu, (24/9) hingga Minggu (25/9) dini hari, telah terjaring 15 orang. Ada anak-anak yang berusia belasan tahun, lima orang statusnya masih pelajar SMP, tiga orang masih pelajar SMA, tiga orang putus sekolah. Tim juga menemukan dua pasangan bukan suami istri di dalam sebuah kamar di hotel dan penginapan,” jelas Kasi Opsdal Badan Satpol-PP dan Linmas Kabupaten Malinau, Willy Charles saat diwawancarai usai operasi.

Diterangkannya, tangkapan pertama yang berstatus pelajar SMP ada tiga orang dan satu orang putus sekolah tertangkap tangan sedang mengisap lem di Siring Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara. Kemudian ada tiga orang ditangkap di pertigaan lampu merah Tanjung Belimbing, Kecamatan Malinau Kota karena kedapatan minum miras, dua orang berstatus pelajar SMA dan satunya sudah tidak bersekolah.

“Ada juga empat orang ditangkap di Siring Pulau Betung, yang satu dalam keadaan mabuk, dan yang tiga orang sempat lari. Karena lari, menimbulkan kecurigaan petugas, maka kemudian dikejar sampai tertangkap dan digiring petugas ke kantor. Ini juga ada tiga orang yang berstatus pelajar SMA dan satu orang putus sekolah,” terangnya.

“Untuk razia di hotel, penginapan dan di kos-kosan, di salah satu penginapan di Malinau Kota kami menemukan sepasang laki perempuan bukan suami istri di dalam satu kamar, tidak memiliki identitas dan tidak dapat menunjukkan surat nikah. Kami juga menemukan di salah satu hotel di Malinau Hilir, juga satu pasangan tidak dapat menunjukkan identitas dan surat nikah,” sambungnya.

Untuk pembinaan lebih lanjut, Willy mengatakan, bagi yang masih berstatus pelajar, pihaknya akan memanggil orangtua dan guru agar mereka mengetahuinya dan bisa dibina bersama.

“Yang pasti kita bina dan buat surat pernyataan di atas materai, supaya mereka tidak mengulangi lagi dan apabila mereka kedapatan mengulangi, akan kita berikan sanksi,” tegasnya.

Pun juga pasangan yang bukan suami istri juga akan diberikan pembinaan dan dimintai keterangan lebih lanjut dan dibuatkan surat pernyataan.

“Pas diinterogasi, ada yang mengaku sudah tunangan, tapikan kita harus dalami apa betul mereka bertunangan,” ungkapnya.

Terpisah, JL salah seorang pelajar SMP yang mengaku sekolahnya beralamat di Kecamatan Malinau Utara ini membenarkan bahwa saat mereka ditangkap sedang ngelem (ngisap lem,Red.) bersama enam temannya yang lain, dua orang sempat kabur.

“Iya, kami ngelem tadi,” ujarnya polos.

Saat ditanya sudah sering atau tidak ngelem, awalnya ia menjawab baru pertama kali. Namun saat ditelisik lebih dalam dan saat ditanya di mana beli lem, ia pun membeberkan bahwa membelinya di samping sekolahnya dan baru membenarkan bahwa bukan sekali saja ia mengisap lem bersama teman-temannya.

“Beli di samping sekolah kami,” akunya.

Kemudian ditanya apakah toko penjual lem itu memang sering menjual lem untuk anak-anak sekolah, ia pun mengiyakannya. “Satu kalengnya Rp 10.000. Tadi kami berenam, yang dua lari. Mereka yang lari tadi yang beli,” katanya.

Sementara itu rekan JL, yang juga ketangkap ngelem yang berinisial MA mengaku sudah putus sekolah. Kepada petugas MA mengaku dipanggil temannya yang lari itu untuk sama-sama ngelem. Saat ditanya kenapa tidak ikut lari, iya pun menjawab karena pusing di kepala akibat ngisap lem.

“Tadi ketemu gitu aja, yang dua yang lari tadi tuh yang manggil kami, tapi mereka lari pas ada penangkapan,” ujar MA yang berdomisili di Malinau Seberang ini.

Sementara itu, saat diinterogasi, para pelajar yang tertangkap karena miras sudah mulai ngoceh ngelantur. Jawaban yang diberikan kepada petugas selalu berbeda-beda.

Ada kejadian lucu saat operasi, petugas sempat dibuat kewalahan karena ada yang sempat kabur melewati tanah berlumpur. Sehingga saat ditangkap motor dan anak-anak tersebut dipenuhi lumpur.

Sedangkan saat operasi di hotel, melihat petugas datang, salah seorang oknum yang diduga pegawai hotel berusaha lari mengetuk pintu tamunya untuk memberitahukan bahwa ada razia.

Namun dengan kesigapan petugas, petugas sudah melihat bahwa ada seorang perempuan yang keluar dari kamar tersebut hanya menggunakan handuk. Setelah petugas mengecek kamar, ada seoarang laki-laki di kamar tersebut. Saat dicari, pasangan perempuannya menghilang.

---------- SPLIT TEXT ----------

Tapi setelah dilakukan pencarian, ternyata dia bersembunyi di kamar lain. Setelah diinterogasi, mereka mengaku bahwa satu kamar dan bukan suami istri, walaupun sebelumnya sempat mengelak.

“Tadi untuk yang di hotel, begitu petugas datang ke hotel, kita langsung lihat keadaan di hotel. Oknum petugas hotel sempat lari ke kamar tamu memberitahukan bahwa ada razia, jadi salah satu tamu perempuan yang masih pakai handuk sempat ke luar dari kamar. Tapi kita sudah lihat,” ujar Kasi Opsdal Satpol-PP Malinau.

AA, pria yang ditangkap bersama pasangannya di salah satu hotel di Malinau Hilir mengaku berasal dari Loa Janan, Samarinda. Sedangkan sang perempuan mengaku dari Langap, Malinau.

Kabag Ops Polres Malinau Kompol I Nyoman Suteja yang juga bersama-sama tim mengatakan dalam operasi ini sasarannya adalah menjaring penyakit-penyakit masyarakat di wilayah Kabupaten Malinau. Karena saat sekarang ini, banyak masyarakat yang masih mengonsumsi miras sehingga berdampak negatif bagi masyarakat. Maka dari itulah pihaknya bersama tim terpadu melakukan penertiban.

“Ada beberapa tempat yang kita temukan masyarakat sedang mengkonsumsi miras dan langsung kita bawa ke kantor untuk diberikan pengarahan. Kemudian juga ada menemukan anak-anak masih di bawah umur mengunakan lem. Itu juga kami bawa ke kantor untuk kita mintai keterangan, nanti kita hubungi orangtuanya untuk diberikan pengarahan. (ags/ddq)


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers