MANAGED BY:
RABU
27 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 24 September 2016 10:04
Fenomena Equinox, Tak Terlalu Berdampak di Tarakan
Berteduh: beberapa siswa sekolah dasar berteduh dibawah pohon sambil memegang minuman segar, karena cuaca yang cukup terik. Mega Wulandari/Radar Tarakan

TARAKAN – Fenomena Equinox yang terjadi kemarin (23/9), yakni posisi saat matahari tepat melintasi garis khatulistiwa. Fenomena ini rutin terjadi dua kali dalam setahun, yakni di penanggalan kemarin dan 21 Maret.

Namun fenomena ini tidak banyak memberikan dampak buruk di Tarakan, hanya saja cuaca pada siang kemarin memang cukup terik yang mencapai 32 derajat celcius. Kondisi ini pun masih dalam batas normal. Diungkapkan Forcester dari Badan Mateorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan Wiliam S. Sinaga, tidak ada perubahan yang signitifikan terhadap suhu cuaca di kota ini. "Suhu panas cuaca masih dalam batas normal," ungkapnya.

Selain itu, meskipun terjadi equinox, cuaca Tarakan kemarin juga cenderung berawan dan berpotensi hujan. Terbukti di sore hari pulau Tarakan diguyur hujan deras hingga malam hari. Diketahui, fenomena equinox ini merupakan suatu peristiwa pergantian musim, dari kemarau ke musim hujan. Namun, karena Tarakan tidak memiliki iklim yang pasti, sehingga hal tersebut tidak dapat dipastikan terjadi di Tarakan, namun berbeda dengan daerah yang berada tepat di bawah garis khatulistiwa, yang merasakan cuaca sangat terasa panas.

Dijelaskan William, fenomena equinox ini berupa pergerakan semu matahari yang  seolah-olah bergerak dari belahan bumi bagian selatan dan utara. “Kalau bisa melihat globe peta yang ada garis ekuator (garis lintang pada khatulistiwa) yang berada di tengah, di situlah bisa melihat pergerakan semu matahari,” ungkapnya.

Peristiwa fenomena astronomi ini merupakan hal yang rutin terjadi. Karena equinox berada pada garis khatulistiwa, jumlah jam antara siang dan malam akan sama dalam kelipatan dua belas jam. Faktor yang mempengaruhi suhu dalam fenomena equinox antara lain faktor angin serta faktor energi letak topografi. “Di tarakan sendiri wilayah yang bukan persis di lalui garis lintang ekuator. Normal suhu yang cukup tinggi di Tarakan mencapai 32 derajat celcius karena letak geografisnya di tengah laut,” ungkapnya.

Fenomena equinox ini juga tidak berpengaruh pada dampak skala global mengenai fenomena La Nina. William juga memprediksikan, kondisi cuaca di wilayah Tarakan dan sekitarnya dalam tiga hari ke depan berpotensi hujan ringan sampai dengan sedang. “Kadang potensi hujan yang ada di bagian selatan Kaltara meluas ke Tarakan, itu pun juga tidak menentu karena faktor angin yang kencang. Jadi terhenti di tengah. Terkadang faktor angin, letak, dan penyerapan energi matahari juga menentukan temperatur suatu wilayah,” ungkapnya.

Meski begitu, cuaca panas yang cukup terik kemarin (23/9) dimanfaatkan dengan baik oleh para nelayan. Terutama para penjemur ikan tipis. Salah satunya Abdul Mu'im, penjemur ikan asin di Juata Laut. Dikatakannya, suhu cuaca kemarin cukup baik untuk menjemur ikan asin, maupun ikan tipis jenis Pepija. "Bagus panasnya hari ini, dari jam 8 pagi tadi sudah saya kasih turun ikan buat dijemur. Kalau stabil cuacanya cuma butuh sekitar 6 atau 7 jam sudah kering ikannya," ungkapnya.

Mu’im mengaku beberapa hari terakhir cuaca siang hari di Tarakan memang cukup terik. Kondisi ini membawa keberuntungan tersendiri bagi para penjemur Ikan tipis.

 Tidak hanya nelayan, pedagang minuman segar pun turut kebanjiran pelanggan. Seperti diungkapkan Rahma, pemilik warung es kelapa yang berada di jalan Mulawarman. Diakuinya, cukup banyak pembeli yang datang ke warungnya kemarin  jika dibandingkan dengan hari sebelumnya. "Lumayan, sudah laku 23 gelas. Memang kayaknya panas betul hari ini, es batu saja cepat mencair," ungkapnya.

 Meskipun demikan, cuaca panas tidak berlangsung lama. Sekira pukul 17.25 Wita, awan mendung menutup teriknya matahari, hingga menjelang senja Tarakan pun diguyur hujan yang cukup deras. (*/ega/*/sep/ash)


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers