MANAGED BY:
RABU
27 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 21 September 2016 10:47
Demi Prestasi, Bonus Miliaran Bukan Pemborosan
Irianto Lambrie, Gubernur Kaltara

SELAIN cara instan dengan “ngebon” atlet yang siap pakai dan berkaliber nasional, fenomena lain yang muncul di PON Jabar adalah jor-joran bonus. Baik disampaikan terbuka atau malu-malu, kontingen dengan jumlah atlet besar menggunakan iming-iming dana hingga miliaran rupiah untuk merangsang semangat atletnya.

Salah satu yang mendapat sorotan adalah bonus yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua. Sejak sebulan lalu, calon tuan rumah PON XX 2020 itu sudah pasang banderol bonus Rp 600 juta per keping emas untuk cabor perorangan. Sedangkan untuk nomor beregu nilainya fantastis hingga Rp 1 Miliar.

“Kami tidak sekadar memberikan janji kepada atlet. Tetapi dananya kami sudah siapkan dan langsung akan diterima oleh atlet kita yang meriah medali emas usai PON Jawa Barat,” tegas Gubernur Papua, Lukas Enembe yang juga selaku Ketua Umum KONI Papua kepada Cenderawasih Pos setelah menonton pertandingan Hockey Putra Papua di Gor ampus UPI Bandung, Minggu (18/9).

Lukas menegaskan, dirinya tidak ingin pemberian bonus  yang jumlahnya superjumbo  ini menjadi polemik di masyarakat Papua. “Karena kami ingin ada kemajuan prestasi olahraga di Tanah Papua,” lanjutnya.

 

Selain itu di PON Jawa Barat 2016 kali ini target KONI Papua harus masuk 10 besar. Karena  akan menjadi ukuran  untuk persiapan Papua menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua. “Kita bukan melakukan pemborosan anggaran. Tetapi kita ingin prestasi lebih di sini,” jelasnya.

Lain Lukas, lain lagi Irianto Lambrie, Gubernur Kalimantan Utara. Mengenai bonus kepada atlet yang meraih medali pada PON XIX Jabar, gubernur menyatakan pemprov menyediakan alokasi dana sekitar Rp 2 miliar bagi peraih medali.

Target prestasinya tidak muluk-muluk. Karena baru pertama kali mengikuti PON, Kaltara hanya berharap bisa duduk di 20 besar.

Jika target Kaltara bisa menduduki peringkat 20 besar, dapat dipastikan dana yang dikeluarkan akan lebih banyak juga. Sebab raihan medali emas, perak, dan perunggu, tentu akan lebih banyak. Dengan demikian alokasi Rp 2 miliar tersebut tidak akan mencukupi.

“Pemprov Kaltara akan mencarikan dana untuk peraih medali,” tuturnya.

Sebelumnya, gubernur mengaku sudah mencari provinsi pembanding terkait pemberian bonus untuk atlet yang meraih medali PON. Seperti Provinsi Kalimantan Selatan yang memberikan bonus Rp 250 juta untuk satu medali emas. Provinsi Kalimantan Tengah juga memberikan Rp 250 juta untuk satu medali emas.

“Yang jelas saya masih menyimpan besaran bonus untuk Kaltara, pelatih beserta atlet. Jangan takut bonus itu pasti ada dan tidak kalah dengan provinsi lain,” ungkapnya.

Namun informasi yang beredar, untuk satu medali emas akan mendapatkan bonus hingga Rp 350 juta.

Ahmad Heryawan. Gubernur Jawa Barat yang akrab dipanggil Aher itu masih enggan menyebut nominal angka besaran bonus bagi atlet Jabar yang meraih medali emas saat pelaksanaan PON XIX.

---------- SPLIT TEXT ----------

“Ramai-ramai besarnya bonus bisa mengganggu konsentrasi pertandingan,” dalihnya kepada Jabar Ekspres.

Meski demikian, Aher menjamin, bonus pasti diberikan. Bonus yang akan diberikan tersebut semuanya bersumber dari APBD Provinsi Jabar. Hal tersebut, sudah diatur terperinci dan awal 2017 bisa dicairkan. “Pakai dana APBD-lah, kalau dari saya  mana saya punya uang,” ucap Aher.

Aher berjanji, memberikan kompensasi pada atlet dalam bentuk apapun. Termasuk bonus, sebab mereka dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi nama baik Jawa Barat.

Sementara itu, meskipun menarget 20 medali emas dan masuk jajaran 10 besar, Riau tidak mau menghamburkan anggaran. Bahkan kehilangan I Gede Siman di cabang olahraga renang ditutupi dengan atlet binaan seperti Azzahra Permata Hani (14 tahun) dan Ananda Treciel Vanessae Evato (19 tahun).

Kedua atlet belia yang baru pertama kali mengikuti PON tersebut, hingga Sabtu (17/9) sudah berhasil meraih masing-masing satu medali emas. Dua medali emas ini merupakan prestasi cabor Renang di PON XVIII 2012 Riau. “Kami akhirnya sadar bahwa pembinaan atlet sejak dini jauh lebih penting dari pada berebut atlet yang sudah jadi dan menghambur-hamburkan bonus,” ujar Ketua Umum KONI Riau Emrizal Pakis kepada Riau Pos kemarin. (tim JPG/kim/gun/ddq)


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers