MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 25 Agustus 2015 20:20
“Tolong Cari Pembunuh Adik Saya”

Tarakan Semakin Rawan dan Berbahaya untuk Anak

PENUH DUKA: Ratusan teman sekolah Fitri melayat ke ruang mayat di RSUD Tarakan. Foto atas, Kakak Fitri, Lasmawati Hasugian hanya bisa memeluk bingkai foto wajah adiknya, di sela mengantarkan jen

TARAKAN–Isak tangis terus menggemuruh di rumah duka yang terletak di Jalan Flamboyan Gang Surip RT.27 nomor 77, Kelurahan Karang Anyar.

Setelah menghilang selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 9 Agustus, Fitri Shara Hasugian (16) akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di semak belukar di Jalan Hake Babu, Minggu (23/8) sore.

Keluarga dan kerabat terus berdatangan menyampaikan rasa berduka cita yang mendalam. Tak hanya kerabat dan keluarga korban saja yang mendatangi rumah duka pada Senin (24/8) pagi hingga siang hari, tampak juga guru, kepala sekolah tempat Fitri menimba ilmu di SMA Hang Tuah Tarakan.

Juga, datang menyambangi rumah duka Komandan Lantamal XIII Tarakan, Kolonel Laut (P) Wahyudi H.Dwiyono bersama rombongan. Tentunya, kejadian ini membuat semua pihak merasakan bagaimana perihnya duka yang menimpa keluarga Fitri.

Dari pantauan media ini, jenazah Fitri yang telah membusuk, setelah dilakukan visum sengaja diinapkan di kamar mayat RSUD Tarakan. Jenazahnya tidak dipulangkan ke rumah duka.

Sebuah pengumuman yang ditulis di kertas putih melekat erat pada dinding rumah, menyebutkan bahwa ibadah pemakaman akan dilaksanakan di RSUD Tarakan.

Satu per satu tetangga, kerabat dan keluarga yang berdatangan mencucurkan air mata yang tak dapat terbendung lagi. Suasana haru turut melapisi isak tangis dan keheningan di rumah duka. Tak banyak yang bisa diperbuat. Hanya bisa pasrah dan ikhlas menerima kenyataan yang terjadi.

Sekira pukul 12.00 Wita, keluarga dan kerabat mulai bergeser ke RSUD Tarakan untuk melaksanakan ibadah pemakaman yang dilayani Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Tarakan. Setiba di RSUD, isak tangis pun kembali pecah dan terus berlangsung hingga jenazah siap diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen berlokasi di Kampung Satu.

“Tolong cari pembunuh adik saya,” ucap Ventha Hasugian, kakak korban tak berdaya dan berlinangan air mata di Ruang Jenazah RSUD Tarakan.

Usai melaksanakan ibadah pemakaman dengan diiringi para kerabat, keluarga korban serta rekan-rekan Fitri, mobil jenazah putih siap membawa jenazah di ujung mulut pintu ruang jenazah. Ratusan orang berbondong-bondong mengantarkan jenazah ke pemakaman. Para pelayat didominasi pakaian hitam dan putih abu-abu yang merupakan pelajar SMA Hang Tuah Tarakan.

Sampai di tempat pemakaman, jenazah langsung diangkat dan segera dimasukkan ke lubang kubur yang telah disediakan. Hanya air mata saja yang terus berlinang dari orang tua, keluarga, kerabat dan para sahabat Fitri yang tewas mengenaskan dengan seutas tali dan borgol yang masih terpasang pada tangan.

Salah satu rekan seorganisasinya di sekolah, OSIS SMA Hang Tuah, Muhammad Asri menuturkan, dirinya sempat masuk ke dalam rumah duka sebelum berangkat ke RSUD untuk mengantar jenazah ke kuburan. Dia melihat, sang ibunda Fitri dengan mata yang bengkak karena terus mengeluarkan air mata.

“Mamanya (Fitri,Red.) tunjukkan ke saya baju-baju sekolah dan seragam marching bandnya. Saya langsung nangis dan sedih sekali. Saya juga lihat foto-foto kami, itu menambah kesedihan saya dan saya nangis terus,” cetus Asri dengan mata berkaca-kaca dan memerah.

Sementara, data yang dihimpun, keluarga bahkan Fitri sendiri sebelum meregang nyawa tak pernah terlibat masalah dengan orang sekeliling maupun rekan-rekannya. Malahan, keluarga Fitri dikenal memiliki sosial yang baik di sekitar tempat tinggalnya. Ini menjadi sebuah misteri yang harus diungkapkan dan dipecahkan. Hanya pihak kepolisian saja yang mampu melaksanakan tugas ini.

Ini dibenarkan Ventha, kakak kandung Fitri. Pihak keluarga terus mengharapkan kepada pihak kepolisian untuk menelusuri kasus misterius yang menyebabkan sang adik harus meninggalkan dunia dengan cara yang tidak seharusnya.

“Secepatnya lah kalau bisa didapatkan pelaku adik saya. Karena, adik saya meninggal sangat mengenaskan. Dan kalau sudah didapatkan pelakunya, hukuman yang diberikan harus setimpal dengan apa yang diperbuat pada adik saya,” tegas Venta.

Namun, dengan kepergian Fitri, keluarga sudah tak bisa lagi berbuat apa-apa. Venta menuturkan dengan nada lemas, bahwa pihak keluarga telah ikhlas atas kepergian Fitri.

Tetapi, selanjutnya pihak kepolisian harus tegas menelusuri dan mengungkap kasus yang dialami Venta bersama keluarga.

 

ORANG TUA SEMPAT LAPOR KE PERLINDUNGAN ANAK

 

Ditemukannya Fitri, siswa Hang Tuah yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam keadaaan tidak bernyawa membuat berbagai pihak sangat terkejut dan syok. Pasalnya Fitri ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan dengan tangan terborgol.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Hj. Syalmiah Saleh. B. Se yang sebelumnya sempat menerima langsung laporan dari orangtua Fitri pada hari Jumat (21/8) lalu, mengaku sangat terkejut.

“Jumat lalu orangtua korban sempat datang melapor kesini dan mengaku telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Saya sendiri yang menerima. Orangtuanya memang baru tahu tempat ini Jumat lalu,” tutur Syalmiah.

Diceritakan oleh Syalmiah, orangtua Fitri datang melapor dalam kondisi kalut dan berurai air mata. Dengan menangis, ibu Fitri sempat bercerita terkait kronologis hilangnya Fitri yang terjadi di depan gereja.

Namun nahas, sebelum sempat ditindak lanjuti oleh pihak P2TP2A, Fitri telah ditemukan tidak bernyawa di sekitar lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake Babu.

“Saya terkejut sekali. Karena ini adalah kasus pertama yang sempat dilaporkan ke kami dan berujung pembunuhan sadis dengan korban anak,” ujar Syalmiah yang sempat melayat ke rumah Fitri, Senin (24/8) pagi.

Menanggapi hal tersebut, Syalmiah mengakui kondisi Tarakan sudah semakin rawan dan berbahaya. Dirinya menghimbau kepada para anak dan remaja agar dapat lebih berhati-hati.

Adapun untuk lokasi yang dinilai Syalmiah sangat rawan salah satunya adalah Gunung Selatan.

 

Sementara itu, Asisten III Pemkot Tarakan Bidang Kesejahterahan, Mariyam turut prihatin atas kasus meninggalnya salah satu remaja putri itu. “Melihat kondisi keamanan Tarakan sekarang memang semakin memprihatinkan. Kejahatan semakin marak dengan modus semakin beragam. Padahal kalau dipikir-pikir Tarakan ini hanya kota kecil saja,” ujar Mariyam.

Mencegah terulangnya hal ini, Mariyam mengimbau agar para orangtua semakin meningkatkan pengawasannya.

“Pengawasan yang paling utama. Minimal pengawasan antara orangtua dengan pihak sekolah dalam hal ini wali kelas sangat diperlukan. Sering-sering komunikasi dengan gurunya di sekolah. Karena sifat anak di rumah dan di sekolah sangat berbeda,” imbaunya.

 

Dikatakan Mariyam, pengawasan dari masyarakat luas juga sangat penting. Jika masyarakat melihat ada suatu hal yang kurang pantas, jangan segan segan menegur dan memberi nasihat.

“Seperti ketika kita melihat anak usia sekolah yang merokok, atau melihat siswa dalam seragam yang berkeliaran di warnet pada jam sekolah. Tolong ditegur dan diperingatkan, dengan begitu kita turut menjaga dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Mariyam.

Terakhir Mariyam juga menegaskan perlunya kerjasama dari berbagai pihak untuk dengan tegas mengambil tindakan. Sama-sama lebih waspada dan saling mengingatkan.

 

HIPNOTIS DAN GENDAM BERBEDA

 

Berdasarkan penuturan kronologi oleh orangtua korban, sempat dicurigai hilangnya Fitri Hasugian dikarenakan adanya dugaan pelaku melakukan hipnotis sehingga Fitri mau saja menuruti saat ia dibawa pelaku pergi.

Dikatakan Ikhwan, salah seorang ahli hipnotis, tidak mudah untuk menghipnotis korban. Sebabnya, korban harus dalam keadaan kosong pikirannya. Berbeda halnya dengan ilmu gendam. Gendam, hanya dengan sentuhan tangan, maka sesorang akan secepat itu terpengaruh.

“Hipnotis dan gendam itu berbeda. Kalau hipnotis, jika dia (korban) mau menuruti maka mudah dihipnotis. Tapi jika dia menolak, maka sulit dihipnotis, karena berhubungan dengan alam bawah sadar. Kecuali gendam yang terdiri dari gabungan ilmu supranatural seperti  paranormal,” ujarnya.

 

Menurutnya, kasus yang dialami korban penculikan Fitri, dilakukan oleh pelaku yang memiliki ahli gendam jika dilihat dari sisi dugaan, ketika Fitri begitu mudah menuruti keinginan orang yang mungkin saja baru dikenalinya. “Gendam, dari belakang ditepuk sudah bisa terpengaruh dan mengikuti semua keinginannya. Beda dengan hipnotis. Mungkin karena kata hipnotis lebih familiar di telinga orrang awam,” kata Ikhwan, pria yang mengakui sebagai salah satu pendiri Komunitas Pesulap Tarakan (KST).

Diakui Ikhwan, ilmu gendam sendiri tidak ia kuasai. Karena proses mempelajari ilmu hipnotis dan gendam berbeda. Sebagai contoh orang yang ahli gendam karena mengolaborasikan ilmu supranatural seperti Ki Joko Bodo.

Sementara itu ahli hipnotis, melalui proses pembelajaran dengan teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain untuk masuk dalam kondisi trance hipnotis.

“Sebenarnya hipnotis adalah seni komunikasi untuk mengeksplorasi alam bawah sadar. Pada saat ini tingkat sugestibilitas daya terima meningkat tinggi. Makanya jika si korban mau dihipnotis akan mudah dihipnotis,” urainya.

Lanjutnya, untuk ilmu gendam, salah satu solusi yang bisa diterapkan setiap orang adalah jangan pernah membiarkan pikiran kosong ketika berada di daerah umum. Karena saat itulah gerbang telepati terbuka, sehingga pihak lain dapat dengan mudah menyampaikan pesan atau memengaruhi.

“Dan jangan mudah panik ketika tiba-tiba ada seseorang menepuk bahu Anda. Usahakan pikiran dan panca indra tetap aktif. Jangan mudah terfokus pada apa yang diucapkan oleh orang asing yang baru dikenal,” jelasnya.(zia/ans/win/ddq)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers