MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Agustus 2016 11:44
ASTAGA, Ini Air PDAM atau Kopi Susu?
ILUSTRASI/INT

PELAYANAN dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tarakan kembali dikritik warga lantaran kualitas air yang dialirkan ke pelanggannya dinilai tidak layak digunakan.

Salah satunya diungkapkan Agus, salah satu konsumen PDAM Tarakan di RT 4 Selumit, Jalan K.H Agus Salim. Ia bahkan mengunggah foto tentang air di bak mandinya yang terlihat berwarna coklat muda di salah satu media sosial. Kepada Radar Tarakan, Agus mengaku sangat kesal hingga mengunggah foto tersebut ke internet lantaran air yang sampai ke rumahnya sejak beberapa hari terakhir memiliki warna kekuningan atau coklat muda dan mengeluarkan aroma kurang bagus. Seharusnya, kata Agus, air yang didistribusikan ke rumah konsumen harus memenuhi standar dan layak untuk dikonsumsi. Dirinya pun menduga tidak ada proses penyaringan yang dilakukan penyedia air, melainkan langsung disuplai dari waduk ke rumah warga. “Airnya nda bisa dipake masak. Yang di bak saya buang semua,” ujarnya dengan nada tinggi kepada Radar Tarakan di kediamannya kemarin (15/8).

Kondisi air keruh yang diterimanya sudah terjadi sekira dua atau tiga hari. Sejak itu, air yang disuplai dari PDAM Tarakan terlebih dahulu ia tenangkan dan kemudian disaring untuk digunakan dalam keperluan sehari-sehari, kecuali masak. “Saya beli air untuk persiapan masak,” jelas Bagong, sapaannya.

Pelanggan lainnya, Iwan, juga mengeluhkan kondisi serupa. “Air yang sampai ke rumah menyerupai warna susu,” kata Iwan, yang rumahnya tak jauh dari kediaman Bagong. Kondisi air seperti itu membuatnya harus merogoh kocek untuk membeli air dari jasa penyedia air, yang dinilainya lebih layak untuk dikonsumsi. Jika tidak, maka ia beserta keluarga tidak bisa mandi maupun memasak. “Airnya kotor pasti tidak bisa dipakai. Sudah tiga hari kondisi airnya seperti itu,” ungkapnya.

Selain masalah kualitas air, Iwan juga mengeluhkan kondisi pelayanan distribusi air yang sering macet. Kendati demikian, Iwan sedikit lega lantaran petugas dari PDAM Tarakan memiliki respons yang cepat terhadap laporan yang ia berikan. Beberapa petugas sudah mendatangi kediamannya kemarin. “Tadi petugasnya datang tapi belum tahu apa penyebabnya,” kata Iwan.

---------- SPLIT TEXT ----------

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tarakan Said Usman Assegaf yang dikonfirmasi Radar Tarakan mengatakan, untuk mengetahui secara pasti penyebab keruhnya air yang dialirkan ke rumah konsumen, perlu dilakukan pemeriksaan ke masing-masing bagian secara detail. Mulai dari lokasi air, kondisi instalasi, hingga pipa yang menuju rumah warga. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, penyebab kondisi ini cukup bervariasi, mulai dari pengaruh galian pipa yang mengalami kebocoran, valve tersumbat, pipa yang kotor, serta faktor lain yang belum terdeteksi. “Kami butuh waktu untuk mencari tahu penyebab terjadinya air keruh ini, hanya saja tidak membutuhkan waktu yang cukup panjang, pengalaman yang lalu membutuhkan tidak kurang dari 24 jam. Kami akan cek tiap jalur yang memiliki koneksi ke masing-masing rumah yang keruh,” ungkapnya.

Mengenai distribusi air yang tidak lancar, diakui Usman, disebbakan proses perbaikan pompa yang mengalami kerusakan sejak dua pekan lalu belum selesai. “Kami berterima kasih kepada masyarakat yang menyampaikan keluhan secara langsung dan dilengkapi alamat yang jelas. Sehingga kami tidak mengalami kesulitan jika ingin melakukan pengecekan,” jelasnya. (*/pck/ash)


BACA JUGA

Senin, 27 September 2021 15:38

Agrobisnis, Majukan Pertanian Daerah

HINGGA saat ini, agrobisnis atau usaha niaga tani masih menjadi…

Senin, 27 September 2021 15:00

Ditinggal Berbelanja, Dapur Kafe Terbakar

TARAKAN - Minggu (26/9) Kafe Galileo yang berada di Jalan…

Sabtu, 25 September 2021 20:15

Wartawan Radar Tarakan Sabet Nilai Tertinggi UKW LSPR

Yedida Pakondo,  tidak pernah menyangka jika dirinya mendapat nilai tertinggi…

Sabtu, 25 September 2021 10:20

Sabah Ingin Merasakan Dampak IKN

TARAKAN - Perpindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur…

Jumat, 24 September 2021 11:43

PMI Mulai Pengambilan Darah Plasma Konvalensen

TARAKAN – Sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan darah plasma konvalensen…

Jumat, 24 September 2021 11:32

Diprediksi Hujan hingga Tiga Hari ke Depan

TARAKAN - Masyarakat Tarakan harus bersiap dengan kondisi hujan yang…

Jumat, 24 September 2021 11:30

Versi DPUTR, Banjir Dipicu Air Pasang

TARAKAN - Hujan deras yang mengguyur Tarakan sejak Kamis (23/9)…

Jumat, 24 September 2021 11:29

Limbah Medis Dibuang Tak Sesuai Prosedur

TARAKAN - Dari  hasil survei kepatuhan, pencegahan maladministrasi yang dilakukan…

Kamis, 23 September 2021 18:04

Pengambilan Darah Plasma Konvalensen Dilakukan Secara Konvensional

TARAKAN – Sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan darah plasma konvalensen…

Kamis, 23 September 2021 18:02

Ombudsman Temukan Limbah Medis Dibuang Tak Sesuai Prosedur

TARAKAN – Dari  hasil survei kepatuhan, pencegahan maladministrasi yang dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers