MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 05 Oktober 2015 18:22
Konsumsi Ikan Lokal Wujudkan Ketahanan Pangan
File foto: Mal-ikan lokal (MARKUMI/RADAR TARAKAN) IKAN LOKAL : Ikan Pelian, salah satu ikan yang berasal dari sungai-sungai yang ada di Malinau. Harga ikan ini bisa mencapai Rp 50 ribu per kilogram.

MALINAU - Pekan lalu, Kodim 0910 Malinau telah melakukan pencanangan gerakan makan ikan air tawar lokal. Gerakan ini untuk mengajak dan mendorong masyarakat untuk lebih mengenal potensi daerahnya, termasuk ikan lokal.

Dengan demikian, potensi lokal bisa dimanfaatkan untuk membantu perekonomian daerah dan masyarakat pembudidaya. Sosialisasi ini dilakukan karena Kementerian Pertanian telah melibatkan TNI-AD untuk mewujudkan program swasembada beras dan ketahanan pangan nasional.

Kabupaten Malinau yang memiliki banyak sungai dan potensi perikanan kolam yang besar, masyarakat diharapkan dapat mendukung dengan cara mengkonsumsi ikan air tawar milik masyarakat Malinau.

“Bukannya menentang Susi Pudjiastuti (Menteri Perikanan) supaya makan ikan laut. Tapi perikanan air tawar Kabupaten Malinau juga sangat potensial, jadi kita harus manfaatkan itu untuk membantu petani,” ujar Dandim 0910 Malinau, Letkol Inf Andy Mustafa Akad SE, usai melepas bibit ikan lele di kolam Markas Yonif 614 Raja Pandhita beberap waktu lalu.

Ajakan mengkonsumsi ikan air tawar, selain untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat, dampak lainnya, terang Andy, permintaan pasar juga akan semakin tinggi apabila konsumsi ikan lokal meningkat. Dengan demikian, kekhwatiran petani yang sering menunda panen bisa berkurang.

Upaya ini ditanggapi positif oleh masyarakat pembudidaya ikan kolam. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalam (KTNA) Malinau Barat, Yusak Sakai berpendapat, potensi perikanan air tawar yang dibudidayakan di dalam kolam di Kabupaten Malinau adalah satu-satunya yang bisa diandalkan. Sebab, jelas Yusak, produktivitas ikan dari Sungai Malinau yang diperoleh masyarakat sangat minim.

Langkanya ikan sungai di pasar, membuat harganya semakin mahal. Misalnya jenis ikan Pelian, harganya mencapai Rp 50 ribu per kilogram di wilayah perkotaan. Sementara di daerah Mentarang, Pelian terjual dengan harga Rp 35 ribu.

“Memang sangat bagus kalau sering-sering disosialisasikan (gerakan mengonsumsi ikan air tawar budidaya) karena tantangan kita sekarang adalah, merubah pola pikir masyarakat. Karena kalau kita bicara ketahanan pangan, berarti bukan hanya beras. Bisa dibilang, potensi ikan lokal Malinau juga bisa menjadi sumber ketahanan pangan,” tuturnya saat ditemui di Pasar Gerdema, Kuala Lapang, Jumat (2/10) lalu. (*/umy/yan)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers