MANAGED BY:
MINGGU
09 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 29 September 2015 14:47
Batu Bara Dulu Jadi Primadona Ekspor, tapi Kini?

Mau Selamat, Ubah Mainset ke Sektor Manufaktur

KAWAH BUMI : Tambang batu bara ini tidak terbentuk dengan sendirinya, namun dibuat oleh tangan manusia menggunakan berbagai macam alat berat. Inilah salah satu tambang batu bara yang ada di Kabupaten Malinau, tepatnya di Desa Loreh, Kecamatan Malinau Selatan. Tampak dari pesawat lubang besar menganga di kiri kanan hutan dan lokasi tambang ini juga tidak jauh dari rumah warga sekitar.Foto : AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

KOMODITI batu bara pernah memasuki masa kejayaan di era tahun 80 sampai 90-an. Namun, komoditi di sektor pertambangan ini mengalami penurunan terparah di tahun ini.

Deputi Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, bisnis batu bara sedang tidak menarik. Buktinya, banyak (ratusan) perusahaan batu bara skala kecil yang kolaps karena tidak tahan dengan situasi sekarang. Termasuk perusahaan batu bara di Kalimantan Utara.

“Harganya sudah terlewat murah. Berbagai potongan dari aturan pemerintah juga membuat margin yang kecil makin tipis,” terangnya.

Pada 2015 produksi batu bara nasional ditargetkan mencapai 425 juta ton. Lebih 10 juta ton dari produksi 2014 yang mencapai 435 juta ton. Jika dibandingkan dengan pada 2013, target kian turun karena saat itu produksi mencapai 474 juta ton. “Permintaan berkurang, stok global berlebih, harga rendah. Lengkap sudah,” ucapnya.

Hendra memprediksi penurunan harga terjadi cukup lama. Dia pesimistis harga batu bara bisa seperti 2010 yang sempat menyentuh USD 130 per ton. Pada September 2015 ini harga komoditas batu bara di bawah USD 60 per ton.

Apalagi kalau harga minyak dunia juga terus-menerus anjlok. Minat terhadap batu bara disebutnya makin kecil. Orang-orang lebih memilih minyak daripada batu bara yang lebih mahal. Bagi perusahaan yang masih sanggup bertahan, lanjut Hendra, tidak ada opsi selain efisiensi sembari menunggu situasi membaik.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 26 April 2021 14:29

Pembicara Bersama Menakertrans dan Menlu

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura, untuk ke-2 kalinya tampil sebagai…

Senin, 26 April 2021 14:24

Terus Maju dan Tingkatkan!

MELANJUTKAN program Gerakan Desa Membangun (Gerdema) yang dijalankan pemerintahan bupati…

Jumat, 16 April 2021 22:40

Warga Loreh Tidak Permasalahkan Sungai Malinau

Antusias warga Kecamatan Malinau Selatan yang berada di Desa Long…

Selasa, 16 Maret 2021 09:36

Seperti Jalur Neraka, Motor Kerap Kali Jungkir Balik

 Sepuluh orang anggota komunitas Krayan Highland Adventure bersama motornya bisa…

Senin, 15 Maret 2021 10:58

Ke Malaysia 190 Km 6 Jam, ke Malinau 205 Km 4 Hari

Suara puluhan motor trail yang ditunggangi oleh warga Krayan mulai…

Senin, 15 Februari 2021 11:11

Berkat Kebersamaan, Yansen TP Berhasil Pimpin Malinau

DR. Yansen TP, M.Si, lebih awal mengakhiri jabatannya sebagai Bupati…

Rabu, 10 Februari 2021 09:29

Vaksinasi di Malinau Dimulai, Ditarget Paling Lama Tiga Hari Selesai

MALINAU - Vaksinasi Covid-19 di Malinau telah dimulai. Pencanangan vaksinasi…

Selasa, 09 Februari 2021 13:50

Maling Curi Uang Hampir Setengah Miliar

MALINAU – Hanya selang dua hari setelah kejadian tindak pidana…

Senin, 08 Februari 2021 13:43

Sehari 'Sikat' Rp 426 Juta, 3 Pelaku Diamankan

MALINAU - Polres Malinau berhasil menangkap tiga orang tersangka pencurian…

Kamis, 04 Februari 2021 14:05

Akan Menjabat Wagub, Yansen Pamitan

MALINAU - Tidak lama lagi gubernur dan wakil gubernur (wagub)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers