MANAGED BY:
RABU
04 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 05 Juni 2023 13:08
Sudah 23 Kilometer, Abrasi Pantai Menghantui Warga Sebatik, Nunukan
ABRASI PANTAI: Hingga saat ini, abrasi pantai di Sebatik masih terjadi. FOTO: DOK RADAR TARAKAN

 Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mengungkap, sejak awal tahun 2023 hingga saat ini, terhitung sepanjang 25 Kilometer (km) abrasi sudah menggerus garis pantai Sebatik.

Itu dipastikan Kasubid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Nunukan, Mulyadi. Dirinya mengaku, data terbaru yang tercatat dipihaknya, penambahan abrasi terjadi di Kecamatan Sebatik Induk dan Kecamatan Sebatik Timur.

Di Sebatik Induk, abrasi terus menggerus Desa Padaidi, dengan kerusakan seluas 2,68 km, kemudian Desa Sei Manurung seluas 2,67 km, Desa Tanjung Karang seluas 6,42 km, dan Desa Balansiku seluas 5,37 km.

Sementara di Kecamatan Sebatik Timur, abrasi meluas di wilayah Desa Tanjung Aru dengan luasan sekitar 1,56 km, disusul Desa Bukit Aru Indah seluas 1,05 km, Desa Tanjung Harapan seluas 908,74 meter, dan Desa Sei Nyamuk seluas 3,87 km. “Ya, catatan kami kurang lebih sudah sepanjang 25 km garis pantai di Pulau Sebatik, tergerus abrasi,” ungkap Mulyadi kepada media ini.

Abrasi yang terus terjadi di Pulau Sebatik, tentu menjadi ancaman kedaulatan negara, karena berkaitan erat dengan garis batas negara. Pulau Sebatik yang merupakan wilayah perbatasan RI-Malaysia, harus menjadi fokus perhatian pemangku kebijakan di pusat, sehingga persoalan abrasi yang terus menerus mengikis garis batas negara, bisa segera terselesaikan.

Mulyadi menjelaskan, pda Februari 2020 lalu, BPBD Nunukan mencatat, abrasi menggerus sekitar 969 hektare di sepanjang pantai pulau Sebatik.

Ada 4 kecamatan di Pulau Sebatik yang terdampak, masing-masing Kecamatan Sebatik Timur dengan luasan 120 hektare, Kecamatan Sebatik Induk seluas 357 hektare, Kecamatan Sebatik Barat seluas 416 hektare, dan Kecamatan Sebatik Utara, seluas 76 hektare. 

Tidak hanya itu, sebanyak 14 unit rumah, satu bangunan posyandu, satu musala, beberapa titik jalan desa, dan satu jembatan Pos Marinir rusak parah akibat abrasi di 4 lokasi tersebut.

Padahal, pihaknya mengaku telah beberapa kali mengirimkan proposal berisi penanggulangan abrasi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) seperti pada Februari 2020 lalu, BPBD mengajukan usulan anggaran rekonstruksi dan rehabilitasi sebesar Rp 96,6 miliar.

Anggaran tersebut untuk usulan kegiatan pembangunan penahan gelombang, pembuatan siring pantai, pemecah ombak, penanaman rumput lamun dan reboisasi hutan mangrove. Namun saat itu, anggarannya dialihkan untuk penanggulangan kegempaan di Sulut.

Namun tidak sampai di situ, pihak kembali ajukan anggaran di tahun 2022, dengan besaran Rp 19 miliar dengan item kegiatan yang sama, yakni pembangunan siring pantai sampai penanaman rumput lamun.

“Jadi proposal tersebut, sudah menjadi pembahasan BNPB. Pemkab Nunukan diminta juga untuk memasukkan kajian dampak sosial terhadap warga sekitar dan mengkalkulasi kerugian bagi para nelayan di wilayah abrasi. Padahal tidak hanya karena  gelombang ekstrem, penambangan pasir ilegal juga menjadi penyebabnya, jadi kami juga berharap penertiban aturan penambangan galian C tersebut,” harap Mulyadi. (raw/lim)

 
 
 
 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 03 Oktober 2023 23:06

Pendaftaran PPPK di Nunukan Terkendala Jaringan Internet

Pendaftaran seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Nunukan…

Selasa, 03 Oktober 2023 23:05

Korban Banjir di Nunukan Berangsur Tinggalkan Pengungsian

asa tanggap darurat bencana banjir kini memasuki hari ke sembilan.…

Selasa, 03 Oktober 2023 22:46

Warga Sei Menggaris yang Diterkam Buaya Ditemukan Meninggal

Fa (50) warga Desa Tabur Lestari, Kecamatan Sei Menggaris yang…

Senin, 02 Oktober 2023 10:56

Warga Sei Menggaris Hilang Diterkam Buaya

HARI kedua pencarian, setelah hilang diseret buaya ke dalam sungai pada…

Sabtu, 30 September 2023 12:42

BNPB Kucurkan Bantuan untuk Penanganan Darurat Bencana Banjir di Nunukan

 Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat…

Sabtu, 30 September 2023 12:35

Pustu Memungut Biaya, Warga Protes

 Setelah dibuka, Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) SP-5 Sebakis, yang sempat…

Jumat, 29 September 2023 00:39

Banjir di Nunukan, Dua Kecamatan Masih Terendam

Situasi sejumlah kecamatan yang diterpa banjir kini berangsur pulih. Hanya…

Rabu, 27 September 2023 23:23

Harga Rumput Laut di Nunukan Anjlok! Dari Rp 40 Ribu Kini Rp 9 Ribu Per Kilogramnya

Anjloknya harga rumput laut yang awalnya di angka Rp 40…

Rabu, 27 September 2023 23:15

Ratusan Kepala Keluarga di Sembakung, Nunukan Masih di Posko Pengungsian

 Hari ke enam masa tanggap darurat bencana alam banjir menunjukkan…

Rabu, 27 September 2023 13:47

350 Personel Satgas Amankan Sektor Timur Perbatasan Dari Sebatik hingga Lumbis

Tongkat estafet pengamanan perbatasan kini diemban Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers