Laka Kerja Saat Presiden Datang di Kaltara, Minta Tanggung Jawab Panitia

- Jumat, 10 Maret 2023 | 10:53 WIB
Korban kecelakaan kerja Ronny Lengkey yang terbaring lemah di salah satu indekos di dekat RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, Kamis (9/3). FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Korban kecelakaan kerja Ronny Lengkey yang terbaring lemah di salah satu indekos di dekat RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, Kamis (9/3). FOTO: AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

Nasib nahas dialami Ronny Lengkey, seorang pekerja yang dipekerjakan menyambut kedatangan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (1/3). Ronny mengalami kecelakaan kerja saat Presiden memulai pembangunan PLTA Mentarang Induk di Malinau.

Ronny kini terbaring lemah di sebuah kamar indekos di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK setelah terpaksa menghentikan perawatan langsung lantaran tidak sanggup membayar biaya rumah sakit.

Wawardi mengungkap rekannya Ronny telah menjalani perawatan selama 7 hari usai kecelakaan kerja. Ronny merupakan sopir yang bekerja sebagai pekerja lepas yang membawa peralatan tenda yang dipersiapkan untuk acara kedatangan Presiden di PLTA Mentarang Induk.

Ronny mengalami insiden saat membongkar tenda usai acara berlangsung. Syaraf matanya terputus hingga harus dirujuk ke RSUD dr. H. Jusuf SK. Diketahui, Ronny beridentitas Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Keberadaannya di Kaltara untuk urusan pekerjaan. “Jadi beliau ini seorang sopir ekspedisi freelance yang membawa peralatan tenda dalam persiapan kedatangan Presiden. Saat pembongkaran tenda, beliau ikut bekerja membantu pekerja lain. Meskipun ikut membongkar bukan bagian tanggung jawabnya, tapi karena beliau orangnya tidak bisa tidak membantu. Beliau ikut membantu pekerja lain. Tapi pas pembongkaran dilakukan, matanya dihantam sesuatu yang jatuh,” ungkapnya, Kamis (9/3).

“Dan akhirnya beliau langsung dilarikan ke puskesmas di Malinau dan akhirnya ke Rumah Sakit Malinau dan dirujuk lagi ke RS dr. Jusuf SK di sini. Namun dari perawatannya ini kami mengalami kendala lantaran biaya yang dikeluarkan sangat besar, sementara jaminan kesehatan (KIS) beliau tidak bisa digunakan di sini. Sementara bapak ini tidak punya BPJS Ketenagakerjaan,” sambungnya. (*)

 

Editor: izak-Indra Zakaria

Rekomendasi

Terkini

Data BPS Bulungan IPM Meningkat, Kemiskinan Turun

Kamis, 28 Maret 2024 | 17:00 WIB

Ombudsman Kaltara Soroti Layanan bagi Pemudik

Kamis, 28 Maret 2024 | 16:30 WIB

Harus Diakui, SAKIP Pemprov Kaltara Masih B Kurus

Kamis, 28 Maret 2024 | 11:10 WIB

Penanganan Jalan Lingkar Krayan Jadi Atensi

Kamis, 28 Maret 2024 | 11:10 WIB

Jalan Penghubung di Krayan Ditargetkan Maret Mulus

Selasa, 26 Maret 2024 | 13:50 WIB

3.123 Usulan Ditampung di RKPD Bulungan 2025

Selasa, 26 Maret 2024 | 07:00 WIB

Anggaran Rp 300 Juta Untuk Hilirisasi Nanas Krayan

Senin, 25 Maret 2024 | 18:45 WIB
X