MANAGED BY:
SELASA
07 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 06 Desember 2022 14:16
Peternak Diminta Tak Potong Sapi Produktif
TERBATAS: Beberapa ekor sapi di salah satu peternakan di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat.

Meski Kota Tarakan berstatus zona hijau, namun hingga saat ini Kota Tarakan belum dapat menerima suplai dari luar daerah lantaran  adanya larangan pengiriman sapi dari zona orange guna mencegah penyebaran penyakit kuku dan mulut (PMK) dan membuat stok sapi di Tarakan kian menipis.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Disnaktan) Kota Tarakan Elang Buana menerangkan, meskipun Tarakan masih terbebas PMK, namun Kota Tarakan turut merasakan dampak dari wabah yang menyerang hewan ternak sapi tersebut. Sehingga dalam hal ini menimbulkan kelangkaan pada daging dan jika pun ada harganya mengalami kenaikan signifikan.

“Walaupun kita zona hijau tapi kita sudah merasakan dampak seperti daerah yang terdapat kasus. Karena hal itu membuat kita tidak bisa menerima pengiriman sapi yang membuat ketersediaan daging lokal cukup sulit. Untuk mengantisipasi hal lebih buruk, kami terus melakukan vaksinasi PMK di samping itu hewan-hewan minimal bebas penyakit lainnya,” ujarnya, Minggu (4/12). 

Hingga saat ini, pihaknya masih berupaya agar pemerintah Gorontalo dapat mengirimkan sapinya ke Kota Tarakan. Pihaknya pun terus melakukan koordinasi intens kepada pemerintah Gorontalo. Dibeberkannya, saat ini permasalahannya pengiriman sapi dari Gorontalo Utara ke Tarakan tertunda karena menunggu kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltara. 

“Kami sebenarnya sudah melakukan MoU untuk pengiriman sapi dari Gorontalo. Kenapa Gorontalo kami pilih sebetulnya di sana itu daerah belum ditemukan kasus, meskipun satu daratan dengan Sulawesi Selatan. Kami juga sudah berkoordinasi berkali-kali,” terangnya.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh pasrah dalam menyikapi persoalan ini, karena jika terjadi dalam waktu lama hal ini akan memunculkan pikiran masyarakat untuk melanggar aturan dengan mendatangkan sapi secara ilegal yang justru menimbulkan risiko besar penyebaran PMK. Sehingga pemerintah tidak menginginkan hal tersebut terjadi dan berupaya membuka jalur pengiriman secara resmi.

“Kalau kita tidak memasukkan sapi dari luar justru ada dampak yang ditimbulkan. Mungkin nanti akan banyak rekan-rekan mendatangkan secara ilegal dan sapinya dari daerah zona merah,” tuturnya. 

Selain itu, jika Pemprov Kaltara tidak segera memberi izin mendatangkan sapi dari luar  Kaltara, maka hal tersebut dapat membuat masyarakat memotong sapi betina produktif dalam memenuhi kebutuhan. Kata dia, meski hal tersebut sangat dilarang, namun kondisi memaksa masyarakat untuk melanggar larangan tersebut. 

“Yang kami khawatirkan juga, peternak akan memotong sapi-sapi produktif secara diam-diam. Memotong itu ada peraturan hukumnya dari Dirjen Peternakan dilarang memotong sapi betina bertanduk itu sudah jelas hukumannya. Saya khawatirkan juga sapi-sapi betina bisa habis bukannya berkembang, tapi malah makin tipis karena itu modal sebagai bibit supaya berkembang,” terangnya.

Sehingga pihaknya mengimbau kepada peternak agar tidak memotong sapi betina produktif karena hal tersebut dapat merugikan daerah dan peternak sendiri. Adapun daerah yang masih berstatus zona hijau Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Gorontalo yang menjadi daerah target penyuplai untuk Kota Tarakan.

“Itulah alasan kenapa Tarakan ini ingin segera kembali membuka penerimaan sapi dari wilayah zona hijau. Karena kami berupaya menghindari dampak negatif dikhawatirkan rekan-rekan peternak dan kelangsungan kebutuhan daging masyarakat Kota Tarakan,” ujarnya. (zac/eza)

 
 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 07 Februari 2023 10:04

Ekonomi Kaltara Tumbuh 5,34 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat sumber pertumbuhan…

Selasa, 07 Februari 2023 10:02

Kerusakan Situs Sejarah di Tarakan, Pemilik Lahan Diminta Bertanggung Jawab

Kerusakan sebuah loopghraf, situs sejarah di Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah dalam…

Senin, 06 Februari 2023 12:57

Pemkot Tarakan Akan Bayarkan Iuran BPJS untuk 500 UMKM

Sebanyak 500 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tarakan…

Senin, 06 Februari 2023 12:55

Suplai BBM bagi Nelayan Tarakan Belum Membaik

 Kesulitan masih dirasakan nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Kendati…

Senin, 06 Februari 2023 12:54

Pembebasan Lahan TPA Baru Kelar

Sesaknya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake Babu…

Senin, 06 Februari 2023 12:50

Tegaskan Masyarakat Wajib Minta Karcis

Demi mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) retribusi parkir, Perumda…

Jumat, 03 Februari 2023 12:21

Desember 2022, Ekspor Komoditi Kaltara Naik

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat ekspor komoditi…

Jumat, 03 Februari 2023 12:12

Anggaran Rp180 Miliar untuk Pemilu di Kaltara Kurang?

Mendekati pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan…

Jumat, 03 Februari 2023 12:11

DLH Tarakan Ingatkan Sanksi Kurungan bagi Oknum Pembuang Sampah Sembarangan

Hingga saat ini kondisi sampah di Gunung Selatan telah berkurang…

Jumat, 03 Februari 2023 12:09

Ombudsman Kaltara Nilai Perumda Belum Transparan Terhadap Soal Suntikan Dana

Adanya usulan DPRD Kota Tarakan terhadap pembubaran Perumda yang dianggap…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers