MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 24 November 2022 11:07
Bermukim di Hutan Lindung di Tarakan Akan Dipolisikan
HUTAN LINDUNG: Tampak papan larangan membangun di kawasan hutan lindung Pulau Tarakan di Jalan Gunung Selatan.

Hingga saat ini kawasan hutan lindung masih kerap menjadi sasaran pemanfaatan oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Sehingga tidak mengherankan jika setiap tahun luasan hutan lindung di Kaltara, khususnya Kota Tarakan terus berkurang. Pemanfaatan atau pembukaan lahan biasanya digunakan untuk perkebunan, peternakan kandang ayam, bahkan pengkaplingan tanah untuk dibangun atau dijual.

Menyikapi persoalan itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan Kaltara melalui Polisi Hutan Kota Tarakan, Edi Sulianto menerangkan, dengan adanya SK terbaru tahun 2021 terhadap aturan pengelolaan hutan lindung, pihaknya akan bersikap tegas kepada oknum masyarakat yang masih bermukim di hutan lindung.

“Kalau dulu pada SK lama permukiman warga bisa di dalam kawasan (hutan lindung) tapi pada SK terbaru sudah tidak boleh. Contohnya di belakang Pepabri, sebagian warga sudah keluar kawasan hutan lindung, lalu Kampung Bugis Dalam RT 18 itu sebagian warga sudah keluar. Lalu di Slipi Embung RT 9 juga sebagian warga sudah keluar berdasarkan SK terbaru 6.631 tahun 2021,” ucapnya, Rabu (23/11).

Ia menegaskan pihaknya akan melaporkan warga yang masih bermukim di dalam kawasan hutan lindung ke Polres Tarakan. Ia membeberkan pihaknya pun mengetahui adanya sindikat kasus jual beli lahan di kawasan hutan lindung.

Sejauh ini pihaknya telah menolerir oknum warga yang bermukim di dalam kawasan, yang dimaksudkan memberikan waktu warga untuk mencari tempat tinggal baru. Kendati demikian kesempatan tersebut tidak menunjukkan itikad baik dari oknum warga tersebut.

“Di belakang Pepabri ada beberapa oknum masyarakat jual kaplingan dalam kawasan itu sudah kita susun berkasnya. Kalau bukti-bukti sudah lengkap kita bawa ke Polres Tarakan untuk tindaklanjuti masalah hukumnya. Selagi permukiman warga sudah keluar dari Kawasan Hutan Lindung ya bebas. Cuman ada kan beberapa permukiman warga di jalan Gunung Selatan masih di dalam kawasan hutan lindung itu juga sekarang mulai kita tertibkan,” tegasnya.

Ia menerangkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan kegiatan penertiban permukiman warga yang tinggal di beberapa wilayah hutan lindung di Kota Tarakan. Di antaranya Gunung Selatan, Persemaian dan Sungai Maya Juata Laut bersama Polda Kaltara.

“Sebelumnya kami bersama Kementerian ATR/BPN sudah melakukan penertiban bangunan yang tidak sesuai pada tempat di Gunung Selatan. Di Gunung Selatan itu ada satu kandang ayam proses hukumnya sedang berjalan, itu ditangani polda. Ada juga di belakang persemaian itu kebetulan teman-teman membuat laporan ke Polres Tarakan terkait penggunaan kawasan tidak sesuai peruntukkannya,” jelasnya.

 

Bahkan ia mengingatkan warga yang bermukim di pinggir jalan pada kawasan hutan lindung Gunung Selatan agar segera berkemas. Menurutnya batas hutan lindung dapat diketahui dari batas gapura yang ada, jika terdapat permukiman berada di luar gapura hutan lindung masih diperkenankan, namun jika terdapat di dalam gapura, maka hal tersebut sudah masuk di kawasan hutan lindung.

“Dari Polhut berencana bakal berkoordinasi dengan dinas terkait untuk lakukan penindakan permukiman warga yang tinggal di kawasan hutan lindung. Baik itu rumah lama ini kita lagi koordinasi dengan dinas tata ruang provinsi, kota, kemudian pihak polres untuk gabung. Kita sedang upayakan segera selesai persoalan ini. Lalu kalau rumah baru kita laporan ke polres atau polda. Bahkan kemarin kita sudah tegur 2 kali tidak mengindahkan kita bongkar,” ungkapnya. (zac/eza)

loading...

BACA JUGA

Senin, 28 November 2022 07:53

Rampung 2021, Hingga Kini TPI belum Difungsikan

Pembangunan Gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Jalan…

Jumat, 25 November 2022 11:19

Dua Oknum Polisi di Tarakan Diberhentikan Tidak Hormat

Kepala Polres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H melakukan upacara…

Jumat, 25 November 2022 11:16

Upah Pekerja Naik, Tenaga Mesin Jadi Opsi

Penentuan angka upah minimum kota (UMK) Tarakan sempat tertunda. Ini…

Kamis, 24 November 2022 11:14

Dugaan Pungli di KSOP Tarakan, Polisi Periksa Kepala KSOP

Pengungkapan kasus pungutan liar (pungli) yang menjerat oknum pegawai Kesyahbandaran…

Kamis, 24 November 2022 11:07

Bermukim di Hutan Lindung di Tarakan Akan Dipolisikan

Hingga saat ini kawasan hutan lindung masih kerap menjadi sasaran…

Kamis, 24 November 2022 11:04

Waspada Gempa..!! di Tarakan Sesar Lokal Muncul ke Permukaan

Gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat menjadi cermin bagi…

Kamis, 24 November 2022 11:00

Tekan Inflasi Melalui Angkutan Udara

Tingginya ongkos transportasi udara menjadi salah satu penyumbang inflasi di…

Rabu, 23 November 2022 09:25

Di Tarakan, Stok Sapi Mulai Kosong

Kerja sama antar Tarakan-Gorontalo untuk penyediaan sapi bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 21 November 2022 14:20

Pemprov Upayakan Bandara Juwata Tarakan Buka Rute Internasional

Layanan penerbangan Bandara Juwata rute internasional mulai kembali diupayakan Pemerintah…

Senin, 21 November 2022 14:16

Skincare Ilegal dari Negeri Jiran Diamankan

Sebanyak 149 paket skincare ilegal diamankan tim Polairud, Lantamal dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers