MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 24 November 2022 11:04
Waspada Gempa..!! di Tarakan Sesar Lokal Muncul ke Permukaan
POTENSI GEMPA: Prakirawan cuaca BMKG Tarakan, Raina saat menjelaskan tentang potensi gempa di Tarakan, Selasa (22/11).

Gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat menjadi cermin bagi Tarakan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Yonsep menyatakan bahwa sesar Tarakan telah muncul ke permukaan laut, sehingga Tarakan tak hanya dinyatakan rawan gempa namun juga tsunami.

“Tidak bisa kita pungkiri karena Tarakan punya sesar dan itu sudah muncul di permukaan,” ungkap Yonsep, pada Selasa (22/11).

Dikatakan Yonsep, secara aturan pemerintah seharusnya membentuk forum kewaspadaan bencana. Untuk itu dalam hal ini pihaknya membentuk 5 pentahelix yang terlibat di dalam forum kewaspadaan bencana, seperti dari kalangan pemerintah pengusaha dan media. “Ini terbentuk melalui SK Wali Kota,” ucap Yonsep.

Ia menjelaskan bahwa Tarakan pada dasarnya memiliki perbedaan dengan Cianjur, Jawa Barat. Hal tersebut telihat pada struktur konstruksi bangunan. Tarakan, lanjut Yonsep dalam konsep pembangunan diwajibkan untuk mengantongi izin pembangunan secara tata ruang. Sebab untuk membangun dalam suatu kawasan harus memiliki dasar kajian, termasuk dalam risiko kebencanaan sehingga ini pun masuk ke dalam kajian pemberian izin.

Untuk itu dalam hal kebencanaan, lanjut Yonsep tak hanya menjadi tupoksi pemerintah namun juga menyertakan partisipasi masyarakat. “Kalau analisis terbaru, saya yakin pembangunan di Tarakan selama ini sudah diantisipasi. Saya yakin pembangunan Tarakan sudah memiliki perencanaan seperti itu.  Karena bencana itu tidak bisa kita hindari, tapi itu menjadi urusan kita bersama,” tutur Yonsep.

Yonsep mengingatkan kepada masyarakat akan kejadian gempa yang pernah terjadi di Tarakan dengan kekuatan 5,4 skala richter (SR). Angka tersebut cukup kecil menurut Yonsep, namun bangunan di Tarakan sebagian besar dapat terselamatkan karena terbuat dari kayu dan lapis besi. Hanya saja dalam hal ini menurut Yonsep yang menjadi kekhawatiran pihaknya ialah tsunami. “Tapi masyarakat jangan khawatir, mudah-mudahan ini tidak terjadi,” katanya.

Namun, jika tsunami terjadi beberapa titik jalur evakuasi yang dapat segera ditanggapi masyarakat, yakni masyarakat bagian timur kawasan Pantai Amal dan sekitarnya dapat mengungsi di Universitas Borneo Tarakan (UBT). Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pertengahan kota dapat mengungsi di kawasan Gunung Selatan, untuk kawasan utara dapat mengungsi di Bukit Tengkorak yang terletak di Kelurahan Juata Laut Tarakan, sedang kawasan Mamburungan dan sekitarnya dapat mengungsi di daerah Mamburungan Timur. Titik evakuasi ini berdasarkan hasil kajian BPBD pada 2016 lalu.

“Kami sudah siapkan titik evakuasi jika terjadi tsunami. Karena Tarakan ini memiliki sesar yang tidak bisa dipungkiri sudah muncul di permukaan,” jelasnya.

Dalam hal ini, ia meminta agar masyarakat tidak khawatir. Sebab BPBD telah melakukan simulasi kebencanaan. Hanya saja simulasi bencana langsung ke masyarakat belum dilakukan karena pihaknya memiliki ruang yang terbatas sebab harus mengumpulkan banyak massa. “Tapi lewat media, kami bisa memberikan edukasi ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Prakiraan Cuaca BMKG Tarakan, Raina menjelaskan bahwa gempa yang terjadi di wilayah Kalimantan Utara disebabkan oleh adanya sesar lokal. “Biasanya di suatu wilayah itu banyak terdapat sesar lokal. Kalau Tarakan itu ada sesar Tarakan, jadi posisinya itu di sebelah utara hingga timur laut Tarakan. Ini sesar Tarakan yang biasa menyebabkan gempa lokal di Tarakan,” ungkap Raina.

 

Untuk itu, gempa yang terjadi di Tarakan biasanya disebabkan oleh aktivitas sesar lokal. Dikatakan Raina, Kaltara memiliki dua sesar yang dapat memicu terjadinya gempa yakni sesar lokal Tarakan dan sesar mangkalihat yang berada di sebelah tenggara Kaltara.

“Jenisnya itu sesar mendatar, kalau misalnya terjadi gempa karena aktivitas sesar mendatar (horizontal), untuk potensi tsunaminya lebih kecil dari sesar vertikal,” ucapnya.

Namun gempa bumi tidak dapat diprediksi terjadi. Sementara tsunami, jika gempa telah terjadi maka pusat gempa nasional akan melakukan pemodelan terkait potensi tsunami.

“Tsunami bisa diprediksi dari jenis gempa. Kalau sejauh ini memang belum ada potensi tsunami dari gempa yang terjadi, karena yang mengakibatkan gempa adalah aktivitas sesar lokal. Kebetulan apabila pusat gempa tidak di perairan, maka tidak mengakibatkan tsunami,” katanya.

Tsunami lanjut Raina dapat terjadi jika pusat gempa terjadi di kawasan perairan. Biasanya yang dikhawatirkan saat gempa ialah terjadi longsor, air surut kemudian naik ke daratan. Namun jika pusat gempa terjadi di daratan, maka potensi tsunami tidak ada. “Tsunami itu dapat terjadi jika gempa di atas 5 SR. Tapi kriteria tsunami tiap daerah itu berbeda,” jelasnya. (shy/eza)

loading...

BACA JUGA

Senin, 28 November 2022 07:53

Rampung 2021, Hingga Kini TPI belum Difungsikan

Pembangunan Gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Jalan…

Jumat, 25 November 2022 11:19

Dua Oknum Polisi di Tarakan Diberhentikan Tidak Hormat

Kepala Polres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H melakukan upacara…

Jumat, 25 November 2022 11:16

Upah Pekerja Naik, Tenaga Mesin Jadi Opsi

Penentuan angka upah minimum kota (UMK) Tarakan sempat tertunda. Ini…

Kamis, 24 November 2022 11:14

Dugaan Pungli di KSOP Tarakan, Polisi Periksa Kepala KSOP

Pengungkapan kasus pungutan liar (pungli) yang menjerat oknum pegawai Kesyahbandaran…

Kamis, 24 November 2022 11:07

Bermukim di Hutan Lindung di Tarakan Akan Dipolisikan

Hingga saat ini kawasan hutan lindung masih kerap menjadi sasaran…

Kamis, 24 November 2022 11:04

Waspada Gempa..!! di Tarakan Sesar Lokal Muncul ke Permukaan

Gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat menjadi cermin bagi…

Kamis, 24 November 2022 11:00

Tekan Inflasi Melalui Angkutan Udara

Tingginya ongkos transportasi udara menjadi salah satu penyumbang inflasi di…

Rabu, 23 November 2022 09:25

Di Tarakan, Stok Sapi Mulai Kosong

Kerja sama antar Tarakan-Gorontalo untuk penyediaan sapi bagi masyarakat Tarakan…

Senin, 21 November 2022 14:20

Pemprov Upayakan Bandara Juwata Tarakan Buka Rute Internasional

Layanan penerbangan Bandara Juwata rute internasional mulai kembali diupayakan Pemerintah…

Senin, 21 November 2022 14:16

Skincare Ilegal dari Negeri Jiran Diamankan

Sebanyak 149 paket skincare ilegal diamankan tim Polairud, Lantamal dan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers