MANAGED BY:
JUMAT
02 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 22 Oktober 2022 10:18
Dinkes Klaim Tana Tidung Bebas Penyakit Frambusia
ilustrasi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Tidung mengklaim lima tahun terakhir tidak ditemukan penderita penyakit frambusia.

Sehingga dapat dikatakan Tana Tidung eradikasi (bebas penyakit) frambusia. Frambusia adalah suatu infeksi bakteri jangka panjang (kronis) sejenis koreng yang paling sering mengenai kulit, tulang, dan sendi. 

Penyakit ini memiliki tiga stadium, yaitu: frambusia stadium 1. Sekitar tiga hingga lima minggu setelah seseorang terpapar bakteri penyebabnya, benjolan seperti kelengkeng akan muncul pada kulit, umumnya di kaki atau bokong.

Benjolan ini, terkadang disebut frambesioma (atau disebut juga induk frambusia), secara bertahap akan tumbuh besar dan membentuk kerak kuning tipis.

Area tersebut bisa terasa gatal dan bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di dekatnya. Benjolan itu biasanya sembuh sendiri dalam enam bulan dan sering meninggalkan luka.

Frambusia stadium 2. Stadium berikutnya bisa dimulai sewaktu masih ada frambesioma atau beberapa minggu/bulan setelah stadium pertama infeksi bakteri ini sembuh.

Pada stadium ini, ruam berkerak terbentuk, yang dapat mencakup wajah, lengan, kaki, dan bokong. Telapak kaki juga bisa jadi tertutup oleh koreng tebal yang menyakitkan. Berjalan bisa jadi menyakitkan dan sulit.

Meskipun tulang dan sendi juga bisa terkena, kondisi ini di stadium dua biasanya tidak menyebabkan kerusakan pada area ini. 

Frambusia stadium 3. Stadium akhir dari penyakit ini hanya dialami oleh sekitar 10 persen orang yang terinfeksi.

Kondisi ini dimulai setidaknya 5 tahun setelah frambusia awal muncul.

Tahap akhir ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada kulit, tulang, dan sendi, terutama di kaki.

Frambusia stadium akhir ini juga dapat menyebabkan suatu bentuk kerusakan wajah, yang disebut gangosa atau rhinopharyngitis mutilan karena menyerang dan menghancurkan sebagian hidung, rahang atas, langit-langit mulut (atap mulut) dan bagian tenggorokan yang disebut faring.

Jika ada pembengkakan di sekitar hidung, orang dengan frambusia stadium akhir dapat mengalami sakit kepala dan hidung berair/beringus.

Mereka yang telah mencapai stadium 3 juga dapat memiliki penampilan wajah yang disebut goundou. Kepada Radar Tarakan, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantsan Penyakit (P2P) Dinkes Tana Tidung Hanna Juniar mengatakan, meski bebas frambusia, Dinkes Tana Tidung tetap melakukan sosialisasi ke masyarakat terutama soal pola hidup bersih dan sehat.

“Penyakit ini disebabkan oleh bakteri treponema pallidium, anak anak usia 2 sampai 15 tahun rentan terhadap penyakit ini, karena kebanyakan mereka sering abai dengan kebersihan,” jelas Hanna. Karena itu, salah satu sasaran sosialisasi dan skrining penyakit adalah pelajar di setiap sekolah. 

“Kami rutin ke sekolah melakukan skrining, dan selama lima tahun terakhir tidak ditemukan penyakit prambusia,” bebernya.

Di tingkat nasional program eliminasi penyakit tropis ini gencar dilakukan, dan secara ilmiah penyakit ini bisa dituntaskan setiap daerah.

Karena itu, pemerintah akan memberikan apresiasi kepada daerah yang berhasil menuntaskan penyakit ini.

“Sebagai daerah bebas frambusia, rencananya pemeritah pusat melalui Kementerian Kesehatan akan memberikan sertifikat kepada Bupati, karena berhasil menuntaskan penyakit frambusia,” katanya.

Namun sebelum menerima sertifikat, ada tahapan yang harus dilalui yakni tahapan administrasi kelengkapan laporan selama 5 tahun baik offline dan online; wawancara lintas sektor ke sekolah, kader; penilaian kompetensi nakes pj. Program Frambusia;dukungan anggaran dan kegiatan; dan penilaian sekolah, dan yang ditunjuk mewakili lokus frambusia ( Desa Kujau dan Bebakung )

“Untuk tahap akhir, penilaian yang dilakukan KOMLI (Komite Ahli Frambusia),” sebutnya. Hanya jadwal penilaiannya diundur sehingga rencana penyerahan sertifikat eradikasi frambusia dari Kemenkes yang dijadwalkan pada bulan November nanti belum dapat dipastikan.

“Jadi kami masih menunggu penilaian tahap akhir sebelum dipastikan Tana Tidung bebas frambusia yang ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada bupati,” tutupnya.(ana)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 30 November 2022 11:38

Tarif Naik, Pelanggan Minta Kualitas Air Diperhatikan Dulu

Rencana kenaikan tarif dasae air bersih PDAM hingga 100 persen…

Rabu, 30 November 2022 11:37

Tarif Dasar Air PDAM Sungoi Sesayap Naik 100 Persen

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sungoi Sesayap akan menerapkan…

Selasa, 22 November 2022 10:16

Gegara Ini, Listrik PDAM Tana Tidung Disegel Hingga Tak Beroperasi

 Sejak Senin (21/11/2022) PDAM Tirta Sungoi Sesayap Tana Tidung berhenti…

Senin, 21 November 2022 11:50

Pendaftar Haji dari Luar Tana Tidung Ditolak

Sejak setahun terakhir, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tana Tidung memperketat…

Senin, 07 November 2022 09:16

Cabang Kejaksaan Negeri di Tana Tidung Diusulkan Ulang

 Pemkab Tana Tidung telah menyiapkan gedung kantor untuk Cabang Kejaksaan…

Sabtu, 29 Oktober 2022 14:08

DBH Gas Alam Tanjung Kramat Diproyeksikan Rp 300 M per Tahun

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengakui kekayaan alam di Tana…

Sabtu, 22 Oktober 2022 10:18

Dinkes Klaim Tana Tidung Bebas Penyakit Frambusia

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Tidung mengklaim lima tahun terakhir tidak…

Sabtu, 08 Oktober 2022 10:54

Harga Cabai di Kabupaten Ini Naik Signifikan

Harga cabai rawit, cabai keriting dan cabai besar saat ini…

Selasa, 27 September 2022 11:38

Terkait Honorer, Kepala Daerah Wajib Buat Surat Penyataan Tanggung Jawab Multak

 Hingga saat ini Badan Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia…

Senin, 26 September 2022 11:46

Pembangunan Kantor KPU KTT Terkendala Status Lahan

Pasca gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tana Tidung di Jalan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers