MANAGED BY:
SELASA
07 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 08 Oktober 2022 10:54
Harga Cabai di Kabupaten Ini Naik Signifikan

Harga cabai rawit, cabai keriting dan cabai besar saat ini mengalami kenaikan yang signifikan. Cabai rawit naik menjadi Rp 100 ribu, cabai besar Rp80 ribu dan cabai keriting Rp 90 ribu per kilogramnya.

Pihak Disperindagkop Tana Tidung selalu update harga-harga kenaikan bahan pangan yang ada di Pasar Induk Imbayud Taka. 

Kepala Disperindagkop Tana Tidung, Hardani Yusri mengatakan,bahwa harga cabai rawit di Pasar Induk Imbayud Taka saat ini naik menjadi Rp 100 ribu yang semula hanya di angka Rp80 ribu per kilogramnya.

“Berapa minggu lalu sempat naik juga di angka Rp120 ribu, tapi turun di angka Rp80 ribu. Sekarang naik lagi menjadi Rp100 ribu ini signifikan naiknya,” kata Hardani Yusri.

Katanya, bukan hanya cabai rawit yang mengalami kenaikan harga. Tetapi juga harga cabai lainnya pun mengalami kenaikan, seperti cabai besar dan cabai keriting. 

Harga cabai besar dan cabai keriting masing-masing naik Rp 10 ribu. Dari harga cabai besar yang sebelumnya Rp 70 ribu, kini menjadi Rp 80 ribu per kilogram.

Begitu pula dengan harga cabai keriting, yang semula Rp 80 ribu, saat ini naik menjadi Rp 90 ribu per kilogram.

“Ada beberapa saja yang mengalami kenaikan, sedangkan untuk harga bahan pokok lainnya itu terpantau masih stabil,” jelasnya.

Sedangkan untuk harga telur turun harga menjadi Rp 65 ribu sepiring. Yang sebelumnya masih Rp 68 ribu per piring.

Sebelumnya Sekretaris Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung, Rahmawani juga mengatakan bahwa di KTT masih mengandalkan pasokan kebutuhan dari daerah luar.

“Masih didatangkan dari luar daerah, seperti Bulungan, Berau dan juga Malinau, karna masih kurangnya produk lokal sehingga kita masih ambil dari luar,” ujar Rahmawani.

Ia menyebutkan, kendalanya di Kabupaten Tana Tidung ialah petani yang ada masih belum bisa memenuhi kebutuhan untuk Tana Tidung.

“Jumlah petani dan lahan pertanian kita juga kan kurang, makanya stok-stok kebutuhan pangan sebagian besar masih kita datangkan dari luar,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini padi merupakan komoditas pertanian yang cukup sering diproduksi, hanya saja tidak dapat memenuhi di Tana Tidung karena masih kurang.

“Untuk sayur-mayur juga ada, akan tetapi produksinya tidak banyak karena kebutuhan kita rata-rata masih mengandalkan dari luar,”ungkapnya.

Dia sampaikan, perlu ada sinergitas antar dinas terkait untuk mengambil langkah-langkah dalam meminimalisir kendala produktifitas bahan pangan di Tana Tidung.
(rko/har)

 
 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 15:28

Lebih Langsing dengan Berenang

<p>Berenang termasuk olahraga yang menyenangkan. Tetapi kebanyakan orang lebih menganggap olahraga…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers