MANAGED BY:
SELASA
07 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 15 Agustus 2022 11:19
Alur Laut Tarakan-Bunyu Ditetapkan, Pembudidaya Rumput Laut Wajib Ikuti Aturan
Budidaya rumput laut kerap ganggu alur pelayaran.

TARAKAN - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara melakukan penertiban terhadap area budi daya rumput laut yang ada di perairan Tarakan-Bunyu. Jumat (12/8), DKP Tarakan pun menetapkan alur pelayaran Tarakan-Bunyu yang tertutup rumput laut.

Kepala DKP Kaltara, Rukhi Syayahdin mengatakan, penetapan alur pelayaran Tarakan-Bunyu yang tertutup rumput laut dilakukan setelah beberapa kali melakukan koordinasi dan turun langsung ke lapangan. Dalam hal tersebut pihaknya menggandeng Asosiasi Pembudidaya Rumput Laut, Navigasi, KSOP, kepolisian dan beberapa instansi terkait. “Kami sudah sepakati alur pelayaran Tarakan-Bunyu. Kami akan petakan untuk diketahui bersama. Nanti dibuatkan surat edaran gubernur dulu baru kemudian peraturan gubernur. Tapi surat edaran gubernur dulu jadi cepat untuk disosialisasikan,” katanya.

Nantinya, akan ada juga surat keputusan dari Kementrian Perhubungan. Namun untuk ranah tersebut akan dilakukan oleh Navigasi agar diakui semua pelaku pelayaran. Pihaknya memastikan bahwa penetapan alur tersebut sudah ada komitment bersama agar alur yang tertutup tidak lagi tertutup dengan kegiatan rumput laut.

Saat ini, pihaknya pun sudah memasang tanda pembatas budi daya rumput laut. Pihaknya pun sudah menentukan titik koordinat untuk menetapkan alur yang bisa dilewati. Untuk sementara pembatas yang ada hanya berupa tiang kayu sebagai patok untuk digunakan tanda pembatas. Nantinya, setelah final maka patok ini akan dijadikan titik koordinat pembatas untuk alur yang bisa dilewati dan diakui semua pihak.

“Adapun jumlah keseluruhan patok 22 pembatas yang dipasang. Jadi sepanjang 31 km Tarakan-Bunyu yang kita pasang pembatas,” bebernya.

Ada penetapan alur tersebut, pihaknya sudah mempertimbangkan aspek keselamatan maupun aspek ekonomi. Diharapkan dari aspek ekonomi semuanya bisa mendapatkan keuntungan. Namun, dari aspek keselamatan harus ditingkatkan dan diperhatikan. Misalnya, pelaku pelayaran semakin ke arah luar akan bertemu dengan banyaknya gelombang maupun hal lainnya yang bisa menyulitkan menuju keselamatan pelayaran. Ditambah lagi, petani rumput laut semakin berkembang hingga ke arah laut luar.

“Tapi, kita kan mau ambil di tengah, berarti ada budi daya rumput laut yang dibongkar. Sedangkan pembudidaya berharap tidak dibongkar, karena sudah berjalan selama ini. Kami pahami juga,” pungkasnya.

Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Tarakan, Darwis Nasir mengungkapkan, usai ditetapkan alur pelayaran tersebut, pihaknya berharap para pembudidaya agar tidak melakukan kegiatan diluar batas yang sudah ditetapkan. Jika ditemukan ada yang melewati batas, maka akan dilakukan pembongkaran. “Kita berharap aturan ini bisa diikuti karena peraturan individu, tapi pemerintah sudah. Makanya harus tegas,” ucapnya.

Pada saat pemasangan tanda batas dilakukan beberapa waktu lalu, dibantu juga dari pelaku budi daya rumput laut. Namun, dikhawatirkan ada oknum yang tetap sengaja memasang tali rumput laut di luar batas. “Kami pasang pancang berupa kayu panjang 12 meter dengan bendera hijau bertuliskan DKP sebanyak 22 titik di sepanjang 10 km. Jaraknya sekitar 17 km dari bibir pantai. Jadi sudah ada tanda batas, tidak boleh lewat,” tutupnya. (zar/lim)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 07 Februari 2023 10:04

Ekonomi Kaltara Tumbuh 5,34 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat sumber pertumbuhan…

Selasa, 07 Februari 2023 10:02

Kerusakan Situs Sejarah di Tarakan, Pemilik Lahan Diminta Bertanggung Jawab

Kerusakan sebuah loopghraf, situs sejarah di Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah dalam…

Senin, 06 Februari 2023 12:57

Pemkot Tarakan Akan Bayarkan Iuran BPJS untuk 500 UMKM

Sebanyak 500 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tarakan…

Senin, 06 Februari 2023 12:55

Suplai BBM bagi Nelayan Tarakan Belum Membaik

 Kesulitan masih dirasakan nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Kendati…

Senin, 06 Februari 2023 12:54

Pembebasan Lahan TPA Baru Kelar

Sesaknya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake Babu…

Senin, 06 Februari 2023 12:50

Tegaskan Masyarakat Wajib Minta Karcis

Demi mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) retribusi parkir, Perumda…

Jumat, 03 Februari 2023 12:21

Desember 2022, Ekspor Komoditi Kaltara Naik

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat ekspor komoditi…

Jumat, 03 Februari 2023 12:12

Anggaran Rp180 Miliar untuk Pemilu di Kaltara Kurang?

Mendekati pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan…

Jumat, 03 Februari 2023 12:11

DLH Tarakan Ingatkan Sanksi Kurungan bagi Oknum Pembuang Sampah Sembarangan

Hingga saat ini kondisi sampah di Gunung Selatan telah berkurang…

Jumat, 03 Februari 2023 12:09

Ombudsman Kaltara Nilai Perumda Belum Transparan Terhadap Soal Suntikan Dana

Adanya usulan DPRD Kota Tarakan terhadap pembubaran Perumda yang dianggap…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers