MANAGED BY:
KAMIS
29 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 13 Agustus 2022 13:08
Rumput Laut Kian Persempit Jalur Pelayanan di Nunukan
Jejeran tali yang berisi rumput laut di Nunukan menganggu dan mempersempit alur pelayaran.

NUNUKAN - Alur pelayaran yang saat ini telah dipenuhi pondasi rumput laut menjadi persoalan serius, karena membuat alur pelayaran semakin sempit.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara, Rukhi Syayahdin menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan menyosialisasikan zona-zona lengkap dengan titik koordinatnya di perairan Nunukan.

Nantinya akan dipetakan, wilayah perairan mana yang bisa dijadikan kawasan budidaya rumput laut agar tidak mengganggu alur pelayaran kapal keluar masuk ke pelabuhan-pelabuhan. "Ya, dalam waktu dekat kita akan share informasi titik koordinat kawasan budidaya rumput laut kepada grup-grup nelayan dan petani," ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis (11/8)

Dirinya sendiri mengaku, usaha budidaya rumput laut semakin mewabah, terus meluas dan memanfaatkan ruang laut. Akhirnya mulai mengganggu alur pelayaran kapal dan speedboat yang hendak keluar masuk perairan Nunukan.

Padahal, dalam mengatur pemanfaatan laut, DKP Kaltara beberapa kali menggelar pertemuan bersama pelaku usaha dan menyampaikan agar pondasi-pondasi dan bentangan rumput laut tidak sampai menutup alur pelayaran.

Sebab, zona budidaya rumput laut di wilayah Tanjung Ahus Nunukan, masih terbuka luas. Namun lokasi ini kurang diminati petani karena lokasi jauh dari rumah-rumah kelompok pelaku usaha. Sebagai contoh, petani rumput laut Mamolo Nunukan menolak ketika diminta memindahkan lokasi budidaya ke Tanjung Ahus, mereka bertahan tetap ingin bercocok tanam yang tidak jauh dari rumah.

"Tapi kalau semua berpikir begitu, tidak bisa kita ikut aturan main, lama-lama alur pelayaran bisa tertutup rumput laut semua," kata Rukhi.

Melihat itu, menyusul tindakan tegas berupa larangan-larangan dan penindakan tentunya, petani rumput laut harus menyesuaikan usahanya sesuai zonasi yang diatur. “Iya, tidak menutup kemungkinan, suatu saat kita mainkan ketegasan, siap-siap kena tindak, sekarang tidak ada alasan lagi tidak tahu wilayah zonasi dan lain-lain,” tegas Rukhi.

Persoalan tertutupnya alur pelayaran di Nunukan, tidak berbeda dengan pulau Bunyu dan Tarakan. Kedua wilayah ini memiliki persoalan yang serupa dan harus segera diganti dengan membuka kembali jalur pelayaran yang sudah tertutup.

Terganggunya alur pelayaran, terkadang disengaja oleh pembudidaya rumput laut dengan memanfaatkan ketidaktahuan titik koordinat dan kawasan larangan, cara-cara ini selalu menjadi alasan masyarakat melanggar aturan.

"Sebenarnya masalah ini simpel, manakala kita memiliki niat baik, kalau tidak tahu titik koordinat bisa bertanya ke dinas, minta informasi di mana zonasi budidaya rumput laut sesuai Perda Nomor 4 tahun 2018, beres tidak susah," bebernya.

Apalagi, jalur pelayaran adalah hal sesuatu yang prinsip, tidak boleh terganggu oleh apapun karena akan berdampak tidak baik terhadap keselamatan armada angkutan dan penumpang. (raw/eza)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 29 September 2022 11:18

Harga Kebutuhan Naik, Hasil Pertanian Warga Krayan Tak Terjual

NUNUKAN - Jalur perlintasan antar Long Midang, Krayan-Ba'kelalan, Serawak saat ini…

Kamis, 29 September 2022 11:08

Di Nunukan, Baru 1.700 Honorer yang Terinput

 Dalam pendataan honorer di Nunukan, pihak BKPSDM Nunukan terus mengusulkan…

Kamis, 29 September 2022 10:54

Sebelumnya Sempat Diklaim Malaysia, Sumantipal di Lumbis Pansiangan Resmi Masuk NKRI

Wilayah Sumantipal, yang sebelumnya berstatus Outstanding Boundary Problem (OBP) alias…

Rabu, 28 September 2022 10:06

Seluruh Bangunan Liar di Area Parkir Pasar Yamaker Sudah Dibersihkan

Satpol PP akhirnya melanjutkan pembongkaran bangunan atau lapak liar yang…

Senin, 26 September 2022 11:48

KPU Nunukan Rekomendasikan Kades Dalam Parpol Dicoret

 KPU Nunukan telah merekomendasikan ke KPU RI terkait pencoretan sejumlah…

Jumat, 23 September 2022 11:37

Pembangunan Pelabuhan Sungai Ular Terkendala Lahan

Pembangunan infrastruktur pelabuhan di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) masih menjadi…

Kamis, 22 September 2022 09:29

Simpan Sabu Dalam Sepatu, Kurir Sabu Ditangkap

Seorang pemuda asal Sulawesi Tenggara berinisial YS (26) ditangkap Satresnarkoba…

Kamis, 22 September 2022 09:28

Stok BBM Ludes, Aktivitas Masyarakat Krayan Selatan Lumpuh

Tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Krayan Selatan membuat jalan…

Selasa, 20 September 2022 12:02

Gubernur Tinjau Progres Pembangunan Toko Indonesia di Sebatik, Ini Kata Dia...

 Usai tanam perdana sawit rakyat di Desa Aji Kuning, Sebatik…

Selasa, 20 September 2022 11:54

Usai Bencana, Warga di Krayan Gotong Royong Buat Jalan Setapak

Tanah longsor yang memutus jalur antar Kecamatan Krayan-Krayan Selatan membuat…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers