MANAGED BY:
MINGGU
14 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 05 Agustus 2022 12:54
Banyak Buaya di Nunukan Mulai Ngamuk, Diduga Ini Penyebabnya
ilustrasi

NUNUKAN - Pada Juli lalu tercatat ada tiga kejadian buaya memangsa manusia di Nunukan. Itu terjadi di Kecamatan Sei Menggaris dengan 2 kejadian dan 1 kejadian terjadi di Sebuku.

Korban pertama dan kedua ditemukan tewas dan harus dievakuasi melalui perut buaya berukuran besar. Sementara, korban ketiga La Upa (52) warga Sebakis hingga saat ini belum diketahui keberadaan.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah (KSW) I Berau, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim), Dheny Mardiono menyampaikan fenomena kasus buaya menyerang manusia yang terjadi di Nunukan bukan pertama kalinya. Hasil pertemuan dengan Pemkab Nunukan setiap tahun kejadian buaya memangsa manusia terjadi pertengahan tahun. 

Ini sesuai dengan kejadian baru-baru ini. Dimana, fenomena buaya memangsa manusia umumnya terjadi pada Juni dan Juli setiap tahun. Sebab, Juni dan Juli diketahui masa produksi buaya. ”Pada Juni dan Juli masuk pada musim kawin. Biasanya, satwa ini saat musim kawin punya sifat yang berbeda (lebih agresif) dibandingkan dengan hari-hari biasa,” ucap Denny. 

Kemudian, penyebab lainnya sumber pakan yang  sudah berkurang. Hal ini sangat berpengaruh. Sebab pakan yang menjadi perburuan buaya yakni babi hutan. Sementara saat ini sedang marak african swine fever (ASF). “Tapi sekarang kena virus ASF. Otomatis ini berpengaruh karena sumber pakan tidak ada. Belum lagi ada perburuan liar. Akhirnya, dia (buaya) berpindah ke tempat lain. Infonya lokasi di Sei Menggaris itu banyak udangnya,” jelasnya. 

Untuk menghindari kejadian serupa, sosialisasi secara masif akan dilakukan kepada masyarakat yang bermukim di wilayah rawan. Selanjutnya, pemasangan baliho dilakukan sebagai peringatan kepada masyarakat untuk berhati-hati. 

BKSDA akan mengupayakan pengusulan kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI untuk memberikan rekomendasi perubahan status satwa dilindungi menjadi satwa buru. Dan BKSDA bersama Pemkab Nunukan akan menunjuk satu daerah atau wilayah yang nantinya akan dijadikan lokasi karantina. (akz/lim)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers