MANAGED BY:
MINGGU
14 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 05 Agustus 2022 12:52
Dugaan Jual Beli Jabatan di Pemprov Kaltara, Polisi Butuh Data Pendukung
ilustrasi

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan menindaklanjuti laporan dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Pemprov Kaltara.

Itu diungkapkan Direktur Reskrimsus Polda Kaltara Kombes Pol Hendy F Kurniawan saat dikonfirmasi Radar Kaltara, Kamis (4/8). Laporan dugaan jual-beli jabatan baru diterimanya per 6 Juli lalu. Tetapi, laporan tersebut masih perlu pendalaman beberapa hal. Terutama, mengenai dokumen pendukung dari dugaan tersebut.

"Sampai saat ini dokumen pendukung itu belum sepenuhnya dinyatakan lengkap. Artinya, pelapor masih perlu melengkapi kembali dari dokumen pendukung dugaan itu ," ungkapnya saat ditemui di ruangannya.

Dengan belum terpenuhinya sejumlah dokumen sebagaimana yang diminta penyidik, sampai saat ini diakui belum dilakukan pemeriksaan terhadap terduga terlapor. Pasalnya, pelapor harus melengkapi terlebih dahulu dokumen pendukung yang menguatkan kasus tersebut.

"Tapi, perlu diketahui untuk proses penyelidikan tetap berjalan juga di kepolisian. Ya, ini sekali lagi sembari menunggu terpenuhinya dokumen pendukung laporan pengaduan pelapor," jelasnya.

Mengenai dokumen pendukung apa saja yang wajib dipenuhi pelapor, dalam hal ini ia tak dapat menyebutkan kembali secara rinci. Mengingat, ini menjaga agar selama proses penyelidikan nantinya berjalan dengan optimal atau sesuai dengan apa yang diharapkan.

"Yang jelas dokumen yang diminta ini adalah sifatnya sebagai pendukung pembuktian dugaan jual-beli jabatan itu. Jadi, saat ini silakan pelapor melengkapi dan menyerahkan ke penyidik kembali untuk dilakukan proses lebih lanjut," tuturnya.

Apabila dokumen pendukung yang diminta tidak dapat dipenuhi pelapor, tentu akan berpengaruh pada proses penyelidikan nantinya. Namun, nanti akan dilihat lebih jauh dari sejumlah dokumen yang sebelumnya sudah diserahkan ke penyidik. Pihaknya mengaku bakal berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan perkara yang telah dilaporkan ini.

"Meski, terkait dugaan ini yang mengaca pada kasus yang pernah terjadi sebelumnya di sejumlah wilayah lain, pembuktiannya itu tidak mudah. Karena pelapor harus dapat menunjukkan bukti kuat. Sehingga kasus dapat terus berjalan. Ini nantinya tergantung dari bahan apa yang dimiliki pelapor untuk disampaikan ke penyidik," bebernya.

Lalu apakah ada rentan waktu pelapor menyampaikan dokumen pendukungnya? Ia mengatakan, rentan waktu itu memang tak diberikannya. Tetapi, diharapkan dapat segera disampaikan ke penyidik. Apalagi, sebelumnya mengenai dokumen apa saja yang perlu dilengkapi dari dugaan jual beli jabatan sudah diberitahu penyidik.

"Tapi, sebenarnya untuk mempermudah pengungkapan kasus ini. Pelaporannya dapat dilakukan secara tertutup. Sehingga dari dugaan itu bisa secara langsung OTT (operasi tangkap tangan). Hanya, kalau sudah ramai begini, mudah-mudahan pembuktiannya tak sulit. Kami tetap berupaya maksimal," tutupnya.

Sebelumnya, Pemprov Kaltara telah membentuk tim penilai kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai tindak lanjut dari adanya dugaan jual beli jabatan di Pemprov Kaltara beberapa waktu lalu. Namun, Inspektur Daerah Kaltara, Yuniar Aspiati mengatakan bahwa saat ini tim yang diketuai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara itu sifatnya baru sebatas memantau dan menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian. (dni/eza)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 13 Agustus 2022 13:12

Realisasi APBD Kaltara Diatas Nasional

TANJUNG SELOR – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kalimantan…

Sabtu, 13 Agustus 2022 13:12

Banjir, Menjadi Ancaman Tertinggi Bencana di Kaltara

TANJUNG SELOR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengeluarkan…

Sabtu, 13 Agustus 2022 12:08

DLH Malinau Ambil Sampel Air di Tiga Titik, Satu Perusahaan Disanksi

TANJUNG SELOR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Sabtu, 13 Agustus 2022 12:04

Dua Pengelola KIPI Belum Kantongi PBG

TANJUNG SELOR - PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) berencana…

Sabtu, 13 Agustus 2022 12:03

Dugaan Korupsi Anggaran NST Tahun 2021, Disdikbud Kaltara Dilaporkan ke Polisi

TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:51

Layanan Operasi Jantung RSUD Jusuf SK Dilaksanakan Tahun Depan

 Upaya meningkatan pelayanan kesehatan untuk pasien terus dilakukan. Direktur RSUD…

Jumat, 12 Agustus 2022 12:01

Wakapolda Kaltara Tekankan Bahaya Miskomunikasi dan Intoleransi

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara menekankan kepada…

Jumat, 12 Agustus 2022 12:00

Wilayah PSN Dianggap Favorit Dibangunkan Pasar

TANJUNG SELOR – Tak hanya di wilayah proyek strategis nasional…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:50

Vaksinasi Booster di Daerah Ini Terhenti

 Ketersediaan stok vaksin booster di Bulungan hingga saat ini masih…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:49

Jokowi ke Bulungan Lagi, Apa Saja Agendanya...

 Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan meninjau Kawasan Industri Park Indonesia…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers