MANAGED BY:
MINGGU
14 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 05 Agustus 2022 12:46
Penangkapan Ikan Merusak Marak Lagi, Nelayan Merengek dan Mengeluh

TANJUNG SELOR - Nelayan di Kabupaten Bulungan kembali mengeluhkan maraknya aksi destructive fishing atau penggunaan alat tangkap yang merusak, seperti racun, bom dan setrum yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini.

Bahkan, nelayan yang terdampak ini pun mengaku sudah tidak sabar dan ingin pemerintah bergerak. Tujuannya, agar tidak sampai terjadi gesekan antar nelayan. Pasalnya, aksi ini sudah cukup banyak memberikan dampak. Mulai dari hasil tangkapan yang minim sehingga tak dapat mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.

Teranyar, beberapa perwakilan nelayan ini secara langsung mendatangi kediaman Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kaltara, Rukhi Syayahdin. Tak lain, mereka menginginkan adanya inspeksi mendadak (sidak) di perairan Sungai Kayan, salah satunya.

Perwakilan nelayan disambut dan diberikan penjelasan, hingga mereka akhirnya menyadari dalam penindakan butuh strategi agar berjalan maksimal. Sebab, tak ditampik selama berjalannya sidak diduga kerap kali bocor. Sehingga tidak ada hasil yang cukup maksimal didapatkan.

Rukhi menegaskan, tidak akan memberi pembinaan lagi kepada pelaku pengguna racun, setrum ataupun bom apabila didapati nantinya. Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 Pasal 84 Ayat 1 tentang Perikanan bakal diterapkan. Dengan ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1,2 miliar.

"Sudah tidak ada lagi pembinaan. Mudah-mudahan tidak bocor lagi nantinya. Sehingga oknum nelayan pengguna alat tangkap yang merusak ini dapat dibui. Ya, karena ada dalam undang-undangnya," tegas Rukhi Syayahdin kepada Radar Kaltara, Kamis (4/8).

Dalam sidak yang akan dilaksanakannya, ia memastikan bakal mengubah skemanya. Dengan harapan nantinya dapat membuahkan hasil yang baik. Oknum nelayan pengguna alat tangkap yang merusak dapat diamankan. Sehingga tidak terus menerus merusak sumber daya alam (SDA) di perairan ini.

"Kami tidak ada toleransi lagi. Alasannya, karena sudah ada beberapa papan imbauan dipasang. Tetapi, mereka tak mengindahkan. Termasuk, dengan telah dilaksanakannya deklarasi. Artinya, mereka sudah siap risiko yang dihadapi apabila masih melanggarnya," ujarnya.

Dalam penindakan di lapangan, Rukhi mengaku bakal tetap mengerahkan personel gabungan. Di antara mereka tentu memiliki tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Meski, muaranya sama dalam menekan terjadinya aksi destruktive fishing di wilayah ini. Selama penindakan yang dilakukan diklaim aksi ini mulai berkurang.

"Tentunya di sini butuh sinergitas. Tidak bisa semua bergerak masing-masing. Adanya tim gabungan ini menjadi upaya nyata memberantas aksi destruktive fishing," tutupnya.

Hal ini pun seirama dengan apa yang diutarakan pihak Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Wilyah Kerja (Wilker) Kabupaten Bulungan yang menilai aksi tersebut memang patut ditindak secara tegas.

M. Khairun Nur Rakhmat, perwakilan PSDKP Wilker Bulungan mengatakan, tidakan tegas itu menurutnya tergantung dari setiap teknis pengambil kebijakan. Misalnya, yaitu bui atau penjara bagi oknum nelayan yang terbukti melanggar.

Alasan mengapa bui dianggap menjadi solusi konkret. Pasalnya, mengaca pada pemberian sanksi terhadap oknum pelaku destructive fishing yang hanya diberikan pembinaan. Ternyata, di lapangan aksi itu bukan semakin berkurang. Melainkan, justru berdampak terhadap aksi lainnya yang lebih ekstrem.

“Sebut saja soal perusakan alat tangkap bubu. Aksi ini selain merugikan nelayan lain secara langsung. Ini adalah bukti mereka tidak jera akan diberikan sanksi pembinaan yang diberikan sebelumnya. Maka, bui adalah jalan satu-satunya," ujarnya.

Apakah sanski seperti itu sudah pernah diberlakukan di daerah lain? Khairun menjelaskan, pemberlakuan sanksi dengan mengacu UU nomor 31 tahun 2004 Pasal 84 Ayat 1 tentang Perikanan sudah pernah. Sebut saja salah satunya di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Menurutnya sejauh ini sudah banyak oknum nelayan pelaku yang telah dibui. Mereka sebelumnya melakukan aksi pengeboman saat menangkap ikan atau sumber daya laut lainnya.

“Yang sudah menerapkan sanksi seperti itu terkadang di lapangan masih ada ditemui aksi destructive fishing. Hingga adanya oknum pelaku destructive fishing yang meninggal. Artinya, semua butuh proses dan penerapan sanksi tegas guna menjaga sumber daya kelautan sehingga saat ini sudah sepatutnya diberlakukan," tuturnya. (dni/eza)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 13 Agustus 2022 13:12

Realisasi APBD Kaltara Diatas Nasional

TANJUNG SELOR – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kalimantan…

Sabtu, 13 Agustus 2022 13:12

Banjir, Menjadi Ancaman Tertinggi Bencana di Kaltara

TANJUNG SELOR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengeluarkan…

Sabtu, 13 Agustus 2022 12:08

DLH Malinau Ambil Sampel Air di Tiga Titik, Satu Perusahaan Disanksi

TANJUNG SELOR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara (Kaltara)…

Sabtu, 13 Agustus 2022 12:04

Dua Pengelola KIPI Belum Kantongi PBG

TANJUNG SELOR - PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) berencana…

Sabtu, 13 Agustus 2022 12:03

Dugaan Korupsi Anggaran NST Tahun 2021, Disdikbud Kaltara Dilaporkan ke Polisi

TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:51

Layanan Operasi Jantung RSUD Jusuf SK Dilaksanakan Tahun Depan

 Upaya meningkatan pelayanan kesehatan untuk pasien terus dilakukan. Direktur RSUD…

Jumat, 12 Agustus 2022 12:01

Wakapolda Kaltara Tekankan Bahaya Miskomunikasi dan Intoleransi

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara menekankan kepada…

Jumat, 12 Agustus 2022 12:00

Wilayah PSN Dianggap Favorit Dibangunkan Pasar

TANJUNG SELOR – Tak hanya di wilayah proyek strategis nasional…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:50

Vaksinasi Booster di Daerah Ini Terhenti

 Ketersediaan stok vaksin booster di Bulungan hingga saat ini masih…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:49

Jokowi ke Bulungan Lagi, Apa Saja Agendanya...

 Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan meninjau Kawasan Industri Park Indonesia…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers