MANAGED BY:
JUMAT
03 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Selasa, 01 September 2015 09:51
Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

Hari Ini Penjabat Bupati Bulungan Dilantik

Budiman Arifin. Foto : Dok.Radar Tarakan

TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bulungan, resmi berakhir 31 Agustus kemarin.

Namun dikarenakan belum ada bupati dan wakil bupati terpilih, mengingat Pilkada baru akan digelar 9 Desember mendatang, selama empat bulan lebih kedepan Kabupaten Bulungan akan dipimpin oleh seorang penjabat bupati.

Kepala Tata Pemerintahan (Tapem) Bulungan, Muhammad Sattar enggan memberikan bocoran siapa pejabat yang akan dilantik hari ini. “Mengenai siapa Pj Bupati yang akan menggantikan, saya belum tahu. Kita tunggu saja besok saat pelantikan," kata Muhammad Satar yang pernah menjabat sebagai Camat Bunyu ini.

 

Sementara itu, Bupati Bulungan yang dikonfirmasi juga mengaku belum mengetahui. "Saya juga belum tahu siapa Pj Bupati yang akan dilantik besok (hari ini), kita tunggu saja saat pelantikan," ujar bupati dua periode ini seraya tersenyum.

Saat disebutkan beberapa nama dan semuanya merupakan pejabat di lingkup Pemprov Kaltara, diantaranya Zainuddin HZ (Asisten I), Saiful Herman (Asisten II) dan Suriansyah (Asisten III), pria berkacamata ini juga masih enggan menyebutkan.

Akan tetapi, berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Tarakan kemarin, saat dikonfirmasi kepada Kepala Tapem Pemprov Kaltara, Datu Iqra Ramadhan menyebutkan bahwa Saiful Herman yang akan menggantikan Budiman Arifin untuk sementara waktu hingga terpilihnya bupati definitif berdasarkan pilihan masyarakat Bulungan melalui Pilkada serentak.

"Masyarakat umum juga sudah tau," ujarnya singkat.

 

Ketika disebutkan salah satu nama yang santer diberitakan, yaitu Saiful Herman, dia pun mengiyakan.

"Iya, pak Saiful Herman Asisten II Pemprov Kaltara yang akan dilantik menjadi Pj Bupati Bulungan," sebutnya.

Rencananya, pelantikan akan dilaksanakan hari ini di Gedung Wanita Tanjung Selor pukul 10 pagi.

 

Sementara itu, di acara perpisahan dan ramah tamah yang dilaksanakan di komplek kantor Bupati Bulungan, Jalan Jelarai Tanjung Selor kemarin, Bupati Bulungan dua periode H.Budiman Arifin dalam sambutannya mengungkapkan kalimat yang mengandung makna, yaitu ‘jas merah’  dan ‘semut api’.

Jasmerah yang dimaksud Budiman adalah “Jangan Melupakan Sejarah” merupakan kutipan dari apa yang selalu diungkapkan Presiden RI pertama yaitu Bung Karno. Menurut mantan Plt ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut, sebagai masyarakat janganlah kita melupakan sejarah, seraya menyebutkan apa yang telah dilakukannya bersama Liet Ingai selama satu dekade ini.

 

“Jas merah itu kita ini jadi sesuatu karena proses, pasti ada sebabnya. Kita jadi bupati pasti ada sebab karena ada usaha dan doa. ‘Jas merah’ itu ungkapan Bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” kata mantan Sekkab Nunukan pertama ini usai acara perpisahan dan ramah tamah.

 

“Kita mesti banyak-banyak bersyukur, termasuk Tana Tidung menjadi kabupaten itu sejarah, dan (Tanjung Selor) menjadi Ibu Kota Kaltara juga sejarah,” sambungnya.

 

Menurut Budiman, ia hanya melanjutkan apa yang telah dilakukan bupati sebelumnya yaitu H.Anang Dachlan. Begitu juga sebelumnya, sehingga jika masih ada beberapa kekurangan, dirinya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bulungan seraya menyebutkan beberapa hal yang juga telah dia kerjakan selama ini.

“Kami merasakan bersama-sama (Liet Ingai) tidak mudah selama 10 tahun, sudah banyak kita berbuat bersama-sama, termasuk ada kekurangan saya tahu, saya minta maaf sebanyak-banyaknya, saya akan tetap memberikan sumbangsih dan pemikiran. Soal pengabdian tidak bisa putus,” tegasnya.

 

Budiman juga mengatakan, sejak Kaltara terbentuk, dan Tanjung Selor sebagai ibu kota, makin banyak masyarakat yang berdatangan. Pria yang telah berusia 63 tahun ini menganalogikan Tanjung Selor sebagai gula. “Namanya juga jadi gula kan banyak yang datang, banyak juga semut, ada semut bagus, ada semut api, ya semut api ya jadi maling, macam-macam lah, kalau maling ada urusan polisi ada urusan wartawan,” sindirnya.

Disinggung soal “maling” tersebut, apakah maling ayam atau maling perahu? Sambil tertawa Budiman menghindar untuk menjelaskan lebih detail.

“Tidak ada itu (maling ayam dan perahu),” ungkapnya penuh tawa.

 

Ketika ditanyakan wartawan apakah sudah ada tim maupun pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang menghubunginya terkait Pilgub Kaltara, Budiman masih enggan terlibat langsung.

Ia mengaku hanya ingin beristirahat sejenak sambil berkebun bersama istri tercintanya. “Oh, saya tidak ada urusan dengan Pilgub, saya hanya minta tolong untuk jangan jadi golput, selesaikan Pilkada dengan kedamaian. Siapa pun yang terpilih tetap kita dukung,” imbuhnya.

 

Budiman juga menepis anggapan bahwa dirinya mendapatkan tawaran untuk menjadi juru kampanye oleh salah satu kandidat. “Saya menolak kalau diminta menjadi jurkam,” sebut pria yang mengabdikan dirinya selama 35 tahun menjadi PNS ini sebelum akhirnya menjadi bupati selama 10 tahun di Bulungan.(*/keg/ddq)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 11 September 2015 16:22

Usai isi BBM, Speedboat Meledak, Motoris Terbakar

<p>&nbsp;</p> <!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View>…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers