MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 07 Mei 2022 12:02
Ini Penyebab Aparat Sulit Tindak Perdagangan Pakaian Bekas di Perbatasan

Kearifan lokal masih menjadi keterbatasan aparat di daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia untuk melakukan penindakan. Apalagi jika barang yang masuk tersebut, hanya sebatas untuk daerah itu sendiri saja. Seperti halnya rombengan di Nunukan. Kearifan lokal, membuat barang bekas ini bisa diperjual belikan hanya untuk konsumsi masyarakat Nunukan saja. 

Namun demikian, jika barang itu terindikasi akan keluar dari Nunukan, aparat tentu tidak akan tinggal diam. Seperti yang diakui Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (P2) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan, Odda.

Jika berbicara soal kearifan lokal, pihaknya dibuat dilema untuk melakukan penindakan. “Kalau konteksnya kearifan lokal, itu memang delima,” kata Odda kepada pewarta harian ini, Jumat (6/5).

Ia menjelaskan, filosofi larangan yang bisa dilakukan lebih berdasar pada Permendag nomor 51 tahun 2015, dalam klausul mengingat dan menimbang, hanya menitik beratkan pada aspek kesehatan masyarakat, tanpa ada poin khusus terkait sanksi, baik urusan pidana atau denda administrasi, sehingga mirrornya dikembalikan ke aturan yang berlaku.

Selain tradisi penjualan rombengan impor tersebut telah berjalan sangat lama dan sudah menjadi kebutuhan khusus bagi masyarakat, melakukan tindakan represif akan menumbuhkan antipati terhadap petugas pabean.

“Ya, lebih ke kemanusiaan, ini adalah bisnis masyarakat bawah, perputaran uang mereka di situ dan sudah sangat lama terjadi, ketika kita tegakkan aturan, bukankah akan terjadi gejolak? Apalagi urusan perut, semua instansi juga sepakat menganggap ini sebagai local wisdom dengan tanda petik,” tambahnya.(*)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers