MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 06 Mei 2022 13:04
HADEHH..!! Presiden Kampanye Paru-Paru Dunia, 80 Ha Mangrove Justru Dibabat
DIBABAT: Hutan mangrove seluas 80 hektare di Binusan Dalam, Nunukan dibabat kemudian ditanami kelapa. (FOTO: BANK DATA/RADAR TARAKAN)

Menanggapi persoalan dugaan pengerusakan hutan mangrove di Desa Binusan Dalam, Anggota DPR RI Dapil Kaltara, Deddy Sitorus menekan aparat yang menangani kasus tersebut tanggap dan serius.

Dirinya berharap aparat harus melihat urgensi persoalan ini, terlebih Presiden RI Joko Widodo juga menjadikan mangrove sebagai perhatian utama dan ingin menjadikan Indonesia memiliki kontribusi maksimal terhadap kelestarian mangrove sebagai paru-paru dunia.

“Presiden datang kemari (Kaltara) menanam mangrove di KTT (Kabupaten Tana Tidung), tapi di sini (Nunukan) dibabat,” ujar Deddy ketika ditemui Radar Tarakan, Sabtu (30/4). 

Untuk itu, dirinya menekankan kepada aparat harus memproses hukum terhadap terduga pelaku pengrusakan dengan benar-benar serius. Atau setidaknya, ada restorasi, rehabilitasi, dikembalikan ekosistem itu seperti semula. 

Menurut Deddy, kasus tersebut memang sangat penting untuk diperhatikan. Pada saat seluruh dunia sedang bergerak pada arah bagaimana mengatasi dampak perubahan iklim, justru ada yang melakukan pembalakan mangrove yang luasnya diperkirakan hingga 80 hektare.

Padahal mangrove, menurutnya lagi memiliki peran sentral dalam menjaga nutfah kehidupan. Selain berfungsi sebagai penahan abrasi, kawasan mangrove menjadi tempat berkembang biak beragam ekosistem dan biota laut. Hal itu menjadi sumber kehidupan nelayan dan pusat penghidupan masyarakat pesisir.

“Yang dirusak akhirnya bukan hanya hutannya, tapi banyak sekali yang bergantung dengan mangrove. Aparat hukum harus cepat, harus sigap. Dan saya anjurkan, bagi yang merusak segera rehabilitasi lahan tersebut,” harapnya

Pada persoalan ini, Deddy mengaku sejatinya sudah pernah dibicarakan kepada Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum. Bahkan saat membahas persoalan itu, Gubernur menelepon langsung pihak berwajib atas kelanjutan dari kerusakan mangrove.

“Soal itu juga pernah saya bawa ke Gubernur, saya dengar sendiri beliau menelepon langsung aparat yang menangani, saat ini dijawab sedang dalam proses. Semoga benar-benar diproses secara hukum,” beber Deddy. (raw/lim)

 

 
 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers