MANAGED BY:
KAMIS
30 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 29 April 2022 13:30
Kejari Nunukan Bebaskan Pelaku Dugaan Penganiayaan
DIBEBASKAN: Menjadi tulang punggung keluarga dengan berbagai pertimbangannya, Kejari Nunukan bebaskan M. Zulkifli. FOTO: DOKUMENTASI KEJARI NUNUKAN

 Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan menjalankan restorative justice (RJ) terhadap tersangka M. Zulkifli (21) atas dugaan kasus dugaan penganiayaan. Dengan berbagai pertimbangan, Kejari membebaskan M. Zulkifli pada Selasa (26/4). Kepala Kejari Nunukan, Yudi Prihastoro pelaksanaan RJ dilakukan mulai sprint Kajari tentang fasilitator RJ pada 20 April. Kemudian, surat pemanggilan kepada tersangka, korban, orang tua dan tokoh masyarakat untuk keperluan upaya perdamaian juga dilakukan pada 20 April.

Setelah itu, dilakukan pemberitahuan penyelesaian perkara di luar pengadilan berdasarkan keadilan restoratif tersangka Zul kepada penyidik Polres Nunukan. Lalu, nota pendapat terkait proses perdamaian berhasil dilakukan pada 20 April di Kantor Kejaksaan. 

Kemudian laporan perdamaian hingga kesepakatan perdamaian antara Zulkufli dan korban bernama Jumadil yang disaksikan masing masing keluarga dilakukan. “Ya, jadi begitu juga seterusnya, hingga akhirnya  permintaan penghentian penuntutan tersangka Zul kepada Kepala Kejati Kaltim jatuh pada 20 April juga,” ungkap Yudi Prihastoro kepada sejumlah wartawan, Selasa (26/4).

Dijelaskan Yudi, sebab ada beberapa tahapan dan pertimbangan bahkan syarat yang harus dipenuhi. Seperti pada kasus Zulkifli yang baru pertama kali melakukan tindak pidana. Zulkifli dikenakan tindak pidana sesuai Pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana di bawah 5 tahun penjara.

Zulkifli juga telah meminta maaf kepada pihak korban dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Bahkan, Zulkifli juga telah memberikan biaya pengobatan kepada pihak korban. “Jadi Zulkifli ini juga merupakan tulang punggung keluarga dan tinggal bersama ibunya. Itu jadi pertimbangan juga, karena Zulkifli  ini hanya sebagai karyawan toko fotokopi,” tambah Yudi.

Keluarga dan orang tua Zulkifli hanya bisa menangis bahagia lantaran melihat  anaknya dibebaskan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan. Zulkifli sendiri, merupakan warga Sei Jepun, Mansapa, Nunukan Selatan.

Pada kasus Zulkifli, terjadi pada Rabu 9 Maret 2022 lalu. Saat itu remaja yang tamatan SMP ini bertemu dengan temannya bernama Dedy, sekira pukul 20.00 WITA. Di tempat Dedy, ternyata ada rekan lainnya yakni Jumadil dan Saharudin yang tengah minum minuman keras jenis tuak.

Tak lama, Jumadil pun menawarkan Zul untuk minum tuak. Tapi, Zulkifli menolak untuk minum. Lalu, Jumadil ini menyuruh Dedy untuk beli tuak bersama Zulkifli. Karena melihat Dedy yang sudah dalam pengaruh minuman alkohol, Zulkifli tak ingin pergi. Namun Jumadil saat itu tetap memaksa Zul pergi bersama Dedy.

“Mungkin tersangka sudah tersulut emosi, akhirnya langsung memukul ke arah muka Jumadil sebanyak satu kali dengan tangan kanannya. Nah, di jari tengah tangan kanan Zul itu ada cincin batu akik, makanya sekali pukul Jumadil langsung jatuh,” kata Kasi Pidum pada Kejari Nunukan Amrizal.

Saat terjatuh, Zulkifli pun kembali menindih Jumadil dan langsung memukul muka Jumadil sebanyak dua kali dengan tangan kanannya. Setelah itu, tersangka dengan korban pun dilerai. “Kalau tersangka malam itu langsung pergi dari TKP, nah si korban yakni Jumadil ini dilarikan warga ke rumah sakit,” tambahnya

Dari hasil visum, kata dia, Jumadil mengalami luka robek pada bagian wajah, dahi dan hidungnya. Lalu, lebam pada bagian mata kiri serta robek di bagian telinga kananya. “Pengobatan luka korban diperkirakan mencapai Rp2 juta rupiah saat itu. Namun telah ditanggung oleh Zul,” jelas Amrizal

Antara Zulkifli dan Jumadil, kata dia, merupakan teman dekat yang tinggal dalam satu lingkungan. Bahkan, kedua keluarga masing-masing saling mengenal dan memiliki hubungan erat lantaran dari suku dan kampung yang sama. (raw/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 27 Juni 2022 10:12

Rumput Laut Sudah Menghidupi Banyak Warga Nunukan

 Dari sektor budi daya rumput laut, lapangan kerja terbuka lebar.…

Senin, 27 Juni 2022 10:08

Jasad Korban yang Diterkam Buaya Utuh

Pencarian terhadap Johansyah (45) yang diduga diterkam buaya di perairan…

Senin, 27 Juni 2022 10:07

Setelah 3 Hari, Korban Diterkam Buaya di Tepian Ditemukan

ohansyah (45) warga Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan yang…

Sabtu, 25 Juni 2022 11:13

Lagi Menjala Ikan, Pria Ini Diterkam Buaya

 Seorang pria bernama Captu, warga Desa Tepian, Kecamatan Sembakung menjadi…

Selasa, 21 Juni 2022 13:20

Jadi Mucikari Anak di Bawah Umur, Pemuda Ini Dibekuk Polisi

Seorang pria inisial SUP alias AS (22) dibekuk tim gabungan…

Kamis, 16 Juni 2022 12:59

Soal Kelangkaan BBM di Krayan, Ini Penjelasan Pertamina

 PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan akhirnya merespons kelangkaan BBM…

Rabu, 08 Juni 2022 23:33

Ini Kekhawatiran Dinas Pertanian Terkait Penyebaran PMK pada Hewan Ternak

Meski resiko Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) rendah terjadi…

Rabu, 08 Juni 2022 13:53

Ini Sikap Pemkab Nunukan Terkait Penghapusan Honorer

 Rencana penghapusan tenaga honorer pada November 2023, direspons Badan Kepegawaian…

Sabtu, 04 Juni 2022 13:05

Membahayakan, Dermaga Tradisional Jalan Lingkar Dipindahkan

 Keberadaan kapal-kapal pengangkut BBM dan LPG yang tambat di daerah…

Jumat, 03 Juni 2022 11:05

Buaya di Daerah Ini "Petantang Petenteng" Lagi, Warga Tak Berani ke Sungai

Penampakan buaya di Sungai Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Nunukan Selatan,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers