MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 25 Agustus 2015 19:39
Kapolres Tegaskan Pembunuh Fitri Harus Dapat!

Lima Saksi Telah Dimintai Keterangan

DISEMAYAMKAN: Fitri (16), yang dinyatakan hilang selama 14 hari akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi. Di tangan kanannya masih melekat sebuah borgol.FOTO Agoes Suwondo/Radar

TARAKAN–Setelah memastikan mayat wanita yang ditemukan di Jalan Hake Babu pada Minggu (23/8) lalu adalah Fitri Shara Hasugian (16), pelajar SMA Hang Tuah yang hilang pada 9 Agustus pekan lalu, tim buru sergap (buser) Polres Tarakan bekerja cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap tabir misteri kematian Fitri.

Kapolres Tarakan AKBP Sarif Rahman mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat yang diketahui adalah Fitri. “Kami terus menyelidiki kasus ini, mulai dari melakukan penggalian informasi baik dari keluarga korban, kerabat terdekat maupun teman-temannya,” ungkap Sarif, Senin (24/8).

Kapolres juga turut berbelasungkawa atas meninggalnya Fitri yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Ia berharap keluarga korban selalu tabah dan mendukung proses penyelidikan yang dilakukan tim di lapangan. “Kami berusaha bekerja keras untuk membongkar kasus ini, untuk keluarga yang ditinggalkan agar selalu bersabar dan tabah. Kami juga mohon dukungan informasinya dari keluarga, maupun masyarakat yang melihat terakhir kalinya,” bebernya.

Perwira melati dua di pundaknya ini mengatakan sudah memerintahkan tim untuk menggali informasi baik dari keluarga korban, kerabat terdekat maupun teman-teman sekolah almarhum Fitri. “Kami terus bergerak sampai menemukan siapa pelakunya,” tegas Kapolres.

Meski demikian, dalam mengusut kasus ini, kapolres belum bisa memastikan motif pembunuhan tersebut. “Karena ini teknis penyelidikan, biarkan tim berjalan dulu di lapangan. Apabila sudah ada pasti akan kami sampaikan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Muhammad Irfan melalui Kaur Bin Ops (KBO) Sudaryanto mengatakan pihaknya telah melakukan pemanggilan beberapa saksi, baik teman-teman korban dan kerabat dekat lainnya.

“Sudah ada lima saksi yang dimintai keterangan,” katanya.

Sejauh ini, kata Sudaryanto, orangtua korban belum melaporkan ke pihak yang berwajib karena masih berdukacita. “Kami belum melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban, namun dari beberapa temannya sudah dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

 

Sudaryanto juga belum dapat memastikan motif dari penemuan mayat tersebut. Sebab kasus ini masih dalam penyelidikan. “Kami belum bisa memastikan motifnya, karena masih diselidiki,” kata Sudaryanto.

Terkait persoalan borgol yang ditemukan pada lengan korban, ia mengatakan kepemilikan borgol tersebut siapapun bisa memilikinya. Karena borgol terjual secara umum dan bebas. “Borgol ini bisa dibeli dimana saja, karena terjual secara umum,” sebutnya.

Ia memastikan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan penyelidikan kasus ini. “Kami masih mengumpulkan bukti-bukti yang kuat untuk membongkar kasus ini,” bebernya.

Selain itu, kepolisian juga berharap ada kerjasama dan peranan dari masyarakat dalam memberikan informasi-informasi yang mengetahui keberadaan korban terakhir kalinya sejak hilangnya korban tersebut.

“Kami butuh informasi dari masyarakat yang mengetahui dan melihat korban terakhir kalinya, sejak hilangnya pada saat itu untuk membantu pengungkapan kasus ini,” pungkasnya.(ule/ddq)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers