MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 06 Desember 2021 11:56
Kaltara Waspada..!! Omicron Sudah Masuk ke Malaysia

Pengetatan Jalur Keluar-Masuk Harus Ditingkatkan

DIPERKETAT: Mobilitas masyarakat harus diperketat untuk meminimalisir penyebaran Omicron masuk ke wilayah Kaltara yang memiliki banyak jalur tikus./PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

TARAKAN – Varian baru Corona B.1.1.519 atau varian Omicron menggemparkan dunia. Varian baru dari Covid-19 ini diduga memiliki penularan lebih cepat dan bisa memicu reinfeksi Covid-19. Banyak negara langsung menerapkan kewaspadaan tinggi demi mengantisipasi persebarannya. Salah satunya adalah melarang masuk para pelaku perjalanan dari sejumlah negara di Afrika, tempat di mana Omicron pertama terdeteksi.

Bahkan, dilaporkan penyebaran varian dari Covid-19 ini juga semakin mendekat ke Indonesia setelah Malaysia mengumumkan kasus varian Omicron di negaranya. Saat dikonfirmasi, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara dr Franky Sientoro Sp.A menerangkan, varian Omicron, adalah salah satu jenis varian dari Covid-19 yang juga turunan dari B.1.1.529, sebuah varian SARS-CoV-2 atau koronavirus yang menyebabkan Covid-19.

Ia menyebut berdasarkan penelitian WHO, Omicron memiliki potensi penularan dan dampak yang lebih besar. Sehingga menurutnya masyarakat tidak boleh memandang varian Omicron ini sama dengan varian sebelumnya.

"Kemuncuran Omicron ini adalah hasil mutasi dari beberapa varian yang ada, varian ini memiliki risiko yang jauh lebih cepat dan pasti ini menjadi penghambat bagi kebebasan beraktivitas," ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (5/12).

"Di Indonesia sendiri sampai saat ini saya belum mendengar ada temuan kasus Omicron. Sehingga dengan dilaporkannya kasus di Malaysia maka sebaiknya perjalanan keluar-masuk di perbatasan harus diperketat lagi," sambungnya.

Diterangkan pria yang juga menjabat Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kalimantan Utara, sejauh ini pemerintah sudah cukup ketat dalam mengizinkan keberangkatan orang. Sehingga ia menerangkan sebaiknya masyarakat tidak keluar-masuk tanpa melewati administrasi Satgas Covid-19.

"Kebijakan pemerintah saat ini kan cukup jelas, bahwa siapa pun yang datang dari luar negeri, wajib karantina 10 hari. Harapannya di dalam waktu 10 hari itu, Omicron bisa kita kendalikan. Untuk yang jadi persoalan adalah daerah-daerah perbatasan, seperti Kaltara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara. Karena pengawasan di perbatasan sebenarnya gampang susah,"tuturnya.

Walau begitu, menurutnya vaksinasi yang dilakukan selama ini cukup bisa diandalkan dalam meminimalisir penyebaran berbagai varian Covid-19. Ia menyebut, adapun vaksin yang paling efektif dalam mencegah varian virus ini ialah Sinovac. Mengingat vaksin Sinovac merupakan vaksin yang dibuat dari virus yang sudah dilemahkan untuk membantu tubuh beradaptasi.

"Yang menjadi persoalan adalah vaksin mana yang lebih kuat dalam mencegah varian ini (Omicorn,Red) ke tubuh. Ini masih dalam penelitian. Tapi kami melihat, vaksin yang menggunakan all body maksudnya semua badan virus dilemahkan, kemudian dibuatkan vaksin kesannya itu lebih baik mengatasi Omicron, dibandingkan vaksin yang menggunakan sistem DNA. Karena DNA itu sebagian saja dari virusnya. Salah satu vaksin yang cara kerjanya All body ialah Sinovac," ulasnya.

Lanjutnya, Kaltara merupakan salah satu perbatasan yang memiliki banyak akses pelayaran ilegal. Sehingga menurutnya diperlukan kesadaran bersama masyarakat dalam membantu pengawasannya.

"Banyak jalan tikus, jadi masyarakat harus bekerja sama dengan Satgas Covid-19 bahwa jika ada saudara atau teman, mohon diisolisasi karena ini bagian dari pencegahan," pungkasnya.

BANYAK JALUR TIKUS ANTAR NEGARA

Ditemukannya Omicorn di Malaysia, dikatakan Bupati Bulungan Syarwani, virus asal Afrika Selatan itu sudah semakin dekat. “Jadi, saya minta masyarakat Bulungan untuk selalu waspada dan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) ketat,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (5/12)

Meskipun penyebaran kasus aktif Covid-19 di Bulungan sudah melandai. Namun, bukan berarti prokes harus diabaikan. “Protokol kesehatan harus menjadi budaya sehari-hari. Minimal menggunakan masker,” ungkapnya.

Dalam hal ini, mantan Ketua DPRD Bulungan ini juga meminta agar seluruh RT berperan aktif mendata seluruh warganya yang belum menerima vaksin satu maupun dua. “Kalau masih ada yang belum vaksin saya minta segara vaksin. Ini menjadi salah satu upaya ikhtiar kita untuk meminimalisir penyebaran virus. Khususnya varian baru,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, H Imam Sujono mengaku akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat dalam melakukan antisipasi penyebaran Omicron di daerah ini. “Daerah kita ini memang sangat rawan,” ujarnya.

Karena itu, perlu adanya pembatasan mobilitas masyarakat. Khususnya, bagi pelaku perjalanan internasional. “Pengetatan tidak bisa kalau hanya melalui jalur udara. Karena di Kaltara ini banyak jalur tikus. Nah, ini yang  perlu diperketat. Jangan sampai varian ini masuk disini (Bulungan),” bebernya.

Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Swandy menyatakan bahwa sudah ada regulasi yang mengatur untuk pelaku perjalanan internasional. Bahkan, sekarang ini, ada kebijakan karantina selama 14 hari bagi pelaku perjalanan dari negara yang sudah ditemukan Omicron. “Tetapi, sekarang ini kita belum tahu apakah ada perlakuan khusus bagi pelaku perjalanan internasional setelah ditemukan Omicron internasional di Malaysia,” ujarnya.

Sebab, sejauh ini belum ada arahan lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun Satgas pusat terkait hal tersebut. Tetapi, pengawasan tetap diperketat. “Nah, sekarang ini yang agak sulit itu kalau ada pelaku perjalanan internasional yang masuk melalu jalur tikus,” ungkapnya.

Karena itu, pemerintah daerah maupun Satgas Covid-19 di setiap wilayah diharapkan memperketat pengawasan di jalur tikus tersebut. “Wilayah Kaltara ini sangat berisiko. Karena banyak jalur tikus. Jadi, saya berharap pengawasan di setiap wilayah bisa lebih diperketat lagi,” pungkasnya. (*/zac/*/jai/fly)

 

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers