MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 24 November 2021 14:53
Lumbis: Gerbang Satria, Gerakan Nasionalisme di Perbatasan

Hamparan Lukisan Alam di Desa Wisata Gerbang Satria, Lumbis Pansiangan (2-habis)

DESA WISATA: Kondisi Desa Sumantipal, Lumbis Pansiangan menyediakan beragam paket wisata untuk dinikmati wisatawan. FOTO: ASRULLAH/RADAR TARAKAN

Seperti doa pastor, kami hanya coba membaca makna dan maksud Tuhan menyimpan leluhur kami di tempat bebatu-batu, gunung-gunung. Dan itu yang bisa kami baca bahwa Tuhan menciptakan sungai. Dan kami bersama kepala desa (kades) mengembangkan menjadi peluang dan harapan masyarakat.

ASRULLAH, Nunukan

PERJALANAN tiga jam untuk sampai ke Desa Sumantipal, Kecamatan Lumbis Pansiangan yang merupakan lokasi wisata Gerbang Satria. Lokasi ini merupakan tempat stategis. Bagaimana tidak, tak jauh dari Desa Sumantipal sedang dikerjakan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang.

Letak geografis yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Waktu yang dibutuhkan sekira 50 menit untuk sampai ke Pegalungan, Sabah, Malaysia. Untuk menjangkau lokasi ini jika dimulai dari Nunukan, Tarakan, Tanjung Selor dan Malinau menggunakan jalur darat menuju Desa Mansalong kemudian dilanjutkan dengan jalur sungai menuju Lumbis Pansiangan.

Kemudian, jalur transportasi dari arah Malaysia dimulai dari Kota Kinabalu-Keningau, Nabawan-Salung/Pagaluang-Lumbis Pansiangan.

Wisata Gerbang Satria menawarkan sejumlah paket untuk dinikmati wisatawan. Dengan wisata yang disediakan mulai dari paket wisata rafting yang melintasi sejumlah wilayah seperti Muara Sungai Sipatal-Panas, Panas-Labang, Labang Sumentobol. Kemudian, paket wisata fun jetski, paket wisata border education yang mengunjungi patok negara GP1 Labang dan eks wilayah OBP Sumantipal dan paket wisata palianfishing trip. Serta, paket wisata full experience (rafting, jetski, hiking, border education dan palianfishing trip).

Untuk fasilitas yang disediakan, wisatawan tinggal mengorek kocek sebesar Rp 250 ribu per malah sudah mendapatkan home stay yang dilengkapi dengan fasilitas masak. Selain itu, fasilitas lainnya, untuk jetski firam Rp 500 ribu per jam, perahu karet Rp 300 ribu perjam, perahu pengawal keselamatan Rp 300 ribu per paket, sewa gazebo di pinggir sungai Rp 100 ribu preset, border education Rp 1 juta per grup terdiri empat orang dan paliang fishing trip Rp 250 per paket.

Diketahui, sesuai Inpres 1/2019 Lumbis Pansiangan mendapatkan pembangunan PLBN Labang. Tak ingin menyia-nyiakan peluang yang ada. Langkah persiapan dilakukan.

“Melalui arahan Pak Sekda dan Ibu Bupati melihat dan mengambil peluang jika pintu gerbang negara sudah dibuka. Labang, Lumbis Pansiangan tidak ada beda dengan Bandara Soekarno-Hatta, dengan paspor bisa masuk.  Kami coba memadukan potensi yang ada. Karena, berkebun disini tidak mungkin karena lereng gunung. Dan satu yang bisa Kami baca, di doa pastor sangat indah. Kami hanya coba membaca makna dan maksud tuhan menyimpan leluhur kami di tempat berbatu-batu, gunung-gugung. Dan itu bisa kami baca bahwa, Tuhan cipatakan sungai kami bersama kades harus mampu mengembangkan menjadi peluang dan harapan untuk masyarakat,” ucap Plt Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis.

Ia bercerita, sejak diberikan amanah memimpin kecamatan Lumbis Pansiangan sejumlah ide bermunculan. Bersama, kades yang ada di wilayahnya, membuat dan memutuskan untuk mengembangkan potensi yang ada dengan tujuan meningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, ide nekatnya itu pun dia manfaatkan dengan mengumpulkan seluruh desa dibawa naungan Kecamatan Lumbis Pansiangan untuk terlebih dahulu mengubah wajah depan perkampungan tersebut, yakni dengan membangun jembatan penghubung masyarakat satu dengan yang lainnya. Jembatan itu kini dinamai jembatan merah putih.

“Saya dipercayakan sebagai Camat pada bulan Maret baru dua tahun. Saya berterima kasih kepada bapak-bapak kades tanpa mereka saya tidak ada kaki. Berkat kerja sama dan berdiskusi kami mengambil kesimpulan mari mengembangkan potensi yang ada karena melihat pasar yang sebentar lagi terbuka di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kecamatan Lumbis Hulu dan Lumbis Ogong. Kami berpikir akan menjadi potensi kedepan yang akhirnya akan membuka perekonomian masyarakat di perbatasan. Karena, selama ini tergantung dengan subsidi. Masyarakat berrerima kasih kepada Bapak Gubernur dan Bupati yang telah banyak memberikan anggaran subsidi barang, sembako dan penumpang,” tutupnya. (***/lim)

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers