MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 22 November 2021 10:02
Pengerjaan PLBN Labang Sudah 16 Persen
SEGERA RAMPUNG: Saat ini pembangunan PLBN Labang terus berjalan. Dimana lokasi pembangunan PLBN Labang tak jauh dari wilayah Pagalungan, Sabah, Malaysia. FOTO: ASRULLAH/RADAR TARAKAN

NUNUKAN - Progres pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang sudah mencapai 16 persen. Itu terungkap ketika Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, Wakil Ketua DPRD Kaltara, Andi M. Akbar dan Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid berkunjung ke lokasi pembangunan pos di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan.

Project Enginering Manager PT Adhi Karya Persero, Syafruddin menyampaikan pembangunan PLBN bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Total anggaran sebesar Rp 210.786.274.000 yang dikucurkan melalui Ditjen Cipta Karya pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pengerjaan dimulai 2020 lalu. “Pembangunan ini dimulai pada November 2020. Kemudian, ditargetkan berakhir pada November 2022. Setelah itu, waktu pemeliharaan dilakukan hingga Mei 2023 mendatang,” ucap Syafruddin, Sabtu (20/11).

Dijelaskan, pengerjaan PLBN Labang ini tidak berjalan mulus. Sebab, mobilitas tenaga, alat berat hingga materiel hanya dapat diakses melalui jalur sungai. Transportasi yang digunakan yakni longboat.

Sejumlah kendala dihadapi sejak proses pembangunan dilakukan. Misalnya, saat kondisi banjir yang tidak dapat diprediksi terjadi. Karena banjir membuat stok batu yang dijadikan pondasi ikut tenggelam. Sebaliknya, di saat kondisi air sungai surut dapat membahayakan kapal suplai melintasi giram yang berada di Tugu Garuda. “Sementara, penyuplaian batu dari warga local, jika ada acara adat kematian tidak bekerja hingga 7 hari. Dan jika ada acara adat lainnya tidak bekerja hingga 2 hari. Pada Minggu juga libur,” jelasnya.

Selain itu, kendala lain tenaga ahli pembuatan bronjong meminta cuti dan balik ke kampung halaman di Pulau Jawa. Alat berat yang ada dilokasi pengerjaan juga minim. Saat ini hanya ada satu unit truck mixer. Rencananya penambahan satu unit sedang diupayakan.  “Segera mungkin kami mengirim lagi satu unit truck mixer untuk percepat proses pengecoran beton bangunan ditargetkan 30 November ini sudah tiba di lokasi. Jika terjadi kerusakan alat berat juga dapat menghambat pekerjaan. Karena distribusi sparepart dan teknisi yang harus didatangkan dari luar daerah,” tutupnya. (akz/lim)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers