MANAGED BY:
SENIN
06 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 27 Oktober 2021 11:31
HADEHHH...!! Di Kaltara, Tarif RT-PCR Masih Rp 525 Ribu
ilustrasi

PEMERINTAH menurunkan tarif tes real time polymerase chain reaction (RT-PCR) menjadi Rp 300 ribu. Penggunaannya berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy saat dikonfirmasi mengaku belum menerima surat edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jadi, sekarang ini masih menggunakan tarif lama. “Kalaupun ada edaran dari Kementerian Kesehatan. Iya, kita akan ikuti,” kata Agust kepada Radar Tarakan ditemui usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Desa Metun Sajau, Bulungan, Selasa (26/10).

Meski begitu, terkait tarif pihaknya berharap kepada pemerintah dapat mempertimbangkan dari sisi biaya yang dikeluarkan. Khususnya, untuk klinik atau laboratorium swasta yang membuka layanan pemeriksaan RT-PCR. “Nah, ini harus ada pertimbangan juga dari pemerintah. Kalau laboratorium pemerintah banyak di-support (dukung). Sehingga bisa menyesuaikan dengan tarif yang menurut saya lumayan rendah. Bagaimana dengan swasta. Itu perlu dipertimbangkan juga,” jelasnya.

Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, bahwa jika terjadi penurunan tarif RT-PCR, maka pihaknya akan mencari mesin baru. Sebab pada dasarnya RS pemerintah tidak mungkin menerapkan tarif RT-PCR dengan harga mahal. “Rumah sakit pemerintah itu tidak boleh mengambil untung terlalu banyak, karena ada batas maksimal keuntungan. Makanya kita fixed (final) satu harga, jadi kalau ada perubahan harga maka kita cari lagi (alat baru), karena tergantung biaya produksi, misalnya reagen-nya atau BHP-nya (barang habis pakai) murah, maka harga PCR juga pasti murah,” ungkap Khairul.

Mantan sekretaris kota Tarakan ini mengatakan bahwa pihaknya sangat bergantung pada mekanisme pasar. Pemerintah daerah diperkenankan untuk mensubsidi, namun saat ini Tarakan juga sedang kekurangan. “Mau bagaimana subsidi? Apalagi bagi pelaku perjalanan? Masih banyak rakyat kita yang miskin, itu saja mau dibantu belum bisa dipenuhi secara utuh,” kata Khairul.

Jika semakin banyak dibutuhkan, dikatakan Khairul produksi reagen akan semakin banyak dan murah. Kendati demikian, instruksi Presiden Joko Widodo ini akan diikuti pihaknya. Diakui Khairul saat ini harga RT-PCR lebih mahal dibanding harga tiket perjalanan, sehingga hal inilah yang menghambat.

Plt. Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kaltara, dr. Franky Sientoro, Sp.A, mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih memberlakukan tarif Rp 525.000 untuk tes RT-PCR bagi seluruh masyarakat. Sejak menurunnya tarif RT-PCR yang sebelumnya Rp 900.000 menjadi 525.000, jumlah masyarakat yang menggunakan layanan RT-PCR terbilang sangat banyak mencapai 180 orang per harinya. “Ini saja kami sampai melakukan dua kali tes,” ujar Franky.

Tes RT-PCR di RSUD Kaltara dilakukan dari pukul 08.00 hingga 11.00 WITA. Kemudian dilanjutkan pada pukul 14.00 hingga 17.00 WITA. Jumlah tenaga laboratorium di RSUD Kaltara saat ini masih mencukupi sehingga masih dapat melayani permintaan RT-PCR maksimal angka 180 sampel setiap hari. “Alat PCR kami ya cuma satu. Kalau lebih murah lagi (harga PCR) pasti permintaan semakin banyak lagi, terpaksa kami akan lakukan pemeriksaan sampel sampai tiga kali,” ujar Franky.

Jika tarif turun ke Rp 300.000, diprediksi akan diikuti dengan permintaan layanan yang tinggi dan peningkatan arus penumpang. Namun dalam hal ini pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait aturan pemberlakuan harga PCR  terbaru ini. “Kalau turun lagi, pasti terjadi lonjakan permintaan PCR dari pelaku perjalanan, karena sekarang ini saja kami lebih banyak melayani pelaku perjalanan, apalagi kalau diturunkan. Tapi kami akan melakukan penambahan tenaga laboratorium lagi, karena petugas saat ini hanya bisa melakukan sampai dua tahap pemeriksaan sampel. Takutnya kalau tarif RT-PCR turun, permintaan melejit, jadi kami akan sediakan tambahan petugas,” tambahnya.

Direktur Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), dr. Joko Hariyanto mengatakan bahwa dalam sekali tes RT-PCR dibutuhkan 12-24 jam untuk mengetahui hasilnya. “Setiap hari 60 sampel penuh terus. Ini mayoritas perjalanan keluar daerah, tapi ada juga yang skrining,” ujar Joko.

Selama penurunan PPKM level 4 di Tarakan, permohonan tes RT-PCR terbilang penuh. Hal ini dikarenakan arus penumpang akhir tahun, siswa kembali masuk sekolah dan mahasiswa yang kembali belajar secara luring. “Sejak bulan Agustus 2021 lalu, antrean sudah penuh. Tidak pernah kosong setiap hari ada terus,” jelas Joko.

Saat ini RSUKT memiliki dua alat untuk tes RT-PCR dan masih dikenakan tarif Rp 525.000. Meski tetap melayani 24 jam, belum ada kenaikan tarif. (*/jai/shy/lim)


BACA JUGA

Senin, 06 Desember 2021 12:07

Ribuan Formasi PPPK Guru Belum Terisi

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi tahap dua pegawai pemerintah dengan…

Senin, 06 Desember 2021 12:07

Tak Ada Temuan Klaster Sekolah

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan…

Senin, 06 Desember 2021 12:06

Potensi Lahan Pertanian Belum Tergarap Maksimal

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus mendorong peningkatan produksi pertanian.…

Senin, 06 Desember 2021 12:05

Vaksinasi Covid-19 Terus Digenjot

TANJUNG SELOR - Realisasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kalimantan Utara…

Jumat, 03 Desember 2021 18:42

Sekwan: Sebelum Ada Pelantikan, Norhayati Masih Ketua DPRD Kaltara

TANJUNG SELOR - Pergantian Norhayati Andris sebagai Ketua DPRD Kaltara…

Jumat, 03 Desember 2021 07:58

Begini Tanggapan Norhayati Andris Setelah Dicopot Dari Kursi Ketua DPRD Kaltara

Tanjung Selor - Menanggapi kabar terkait surat pencopotan dirinya sebagai…

Jumat, 03 Desember 2021 07:17

Abaikan Tiga Pilar Partai, Ketua DPRD Kaltara Dicopot 

TANJUNG SELOR – Mulai 29 November 2021 Norhayati Andris tidak…

Kamis, 02 Desember 2021 15:13

Banyak Keluhan dari Masyarakat Bulungan, Manajemen RSD Bakal Dievaluasi

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan bakal mengevaluasi manajemen Rumah Sakit…

Kamis, 02 Desember 2021 15:12

ATR/72 Kembali Mendarat di Ibu Kota Kaltara, Tahap Awal Minimal 30 Seat Terisi

TANJUNG SELOR – Setelah sempat setop beroperasi akibat dampak pandemi…

Kamis, 02 Desember 2021 15:10

Hadehhh...!! Amdal Pembangunan KIPI Belum Siap

TANJUNG SELOR – Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) menjadi salah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers