MANAGED BY:
RABU
27 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL
Rabu, 13 Oktober 2021 21:24
Digitalisasi, Senjata Utama BRI Hadapi Tantangan Bisnis Mikro dan Ultra Mikro

Jakarta – Digitalisasi kini menjadi senjata utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, guna menghadapi tantangan dalam pengembangan bisnis mikro dan ultra mikro, seiring dengan  berjalannya lini usaha baru Holding Ultra Mikro (UMi) bersama PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. 

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa terdapat dua tantangan utama dalam menangani bisnis mikro dan UMi, yaitu tingginya operational cost dan operational risk khususnya pada pelayanan nasabah yang dilakukan secara manual. 

“Digitalisasi bisa dijadikan senjata utama dalam menghadapi kedua tantangan tersebut. Melalui digitalisasi, tingginya operational cost dan operational risk yang lebih disebabkan karena human error akan lebih terkendali,” imbuhnya.

Meskipun demikian, digitalisasi juga memiliki tantangan tersendiri dikarenakan banyaknya  masyarakat di Indonesia yang masih belum melek digital. Oleh karena itu, transisi menuju masyarakat digital pun membutuhkan effort lebih. Nantinya, perusahaan yang akan mendorong SDM agar lebih berperan di garis depan, yakni berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai penyuluh digital yang mengajari masyarakat secara digital. 

Terkait optimisme digitalisasi saat pandemi Covid-19, menurutnya justru kondisi pandemi ini mempercepat proses tersebut di tengah masyarakat, bahkan pandemi terbukti dapat menjadi akselerator proses digitalisasi. Sebagai contoh, penggunaan BRImo terus menunjukan peningkatan signifikan hingga mencapai 86,7% dari 11,7 juta pengguna per Juni 2021. Sedangkan pengguna QRIS melalui BRI terdapat sekitar 1 juta merchant per September 2021 atau meningkat 700%. Sepanjang 2021 jumlah transaksi melalui e-channel BRI menembus 5,7 miliar.

Terkait dengan optimisme pertumbuhan kredit, pihaknya sangat optimistis karena di saat kredit (industri perbankan) yang hanya tumbuh kurang dari satu persen saat pandemi, di BRI kredit mikro mampu tumbuh 17 persen,” ujarnya menambahkan.

Prioritas Holding UMi

Seperti diketahui, dalam rangka pembentukan holding ultra mikro, BRI telah merampungkan aksi korporasi rights issue dengan nilai total Rp95,9 triliun. Adapun sebesar Rp54 triliun di antaranya berupa non cash berbentuk inbreng saham pemerintah di Pegadaian dan PNM. Selebihnya, Rp 41 triliun adalah dana tunai dari investor publik. Bahkan rights issue BRI ini pun mengalami oversubscribe sampai 1,53%.

 

Sunarso pun menjelaskan, dana segar yang digunakan untuk membiayai Holding UMi tersebut akan lebih diprioritaskan untuk pemberdayaan sekitar 14 juta pelaku usaha ultra mikro yang sama sekali belum mendapatkan kucuran dana pengembangan usaha.

Riset perseroan menunjukkan bahwa pada 2019 terdapat sekitar 46 juta pengusaha UMi di Tanah Air. Dari jumlah itu sekitar 20 juta sudah terlayani lembaga keuangan formal seperti Bank, BPR, koperasi simpan pinjam, dan fintech. Ada pula sekitar 26 juta pelaku usaha UMi yang belum terlayani Lembaga keungan formal. 

Bahkan terdapat 14 juta yang belum terlayani sema sekali. “Maka fokus BRI diarahkan untuk mempercepat dalam memberikan layanan kepada yang belum disentuh lembaga keuangan formal yang sebanyak 14 juta. Selanjutnya, kami mengembangkan yang sudah dilayani rentenir atau yang pinjam ke kerabat dan lain-lain, untuk dapat dimasukan ke dalam sistem keuangan yang formal. Saya kira itu dulu yang paling penting yang menjadi prioritas dalam waktu dekat ini,” tuturnya menjelaskan.

Sedangkan terkait sebaran penyaluran dan pemberdayaan, pihaknya berkaca dari Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurutnya yang menerima KUR paling banyak adalah di Jawa dan Bali serta sebagian Sumatra. Pihaknya akan melihat kepadatan penduduk dalam satu wilayah atau density dalam melakukan pemberdayaan dan penyaluran kredit. 

“Di semua lini akan ada proses digitalisasi sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah, mulai dari area perkotaan, sub urban yang juga sudah banyak digital minded, sehingga diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Intinya pemerataan tetap kita lakukan dan sasarannya per 100 kepala keluarga berapa yang dapat sentuhan pembiayaan dari lembaga keuangan formal,” tutupnya.

 


BACA JUGA

Rabu, 27 Oktober 2021 13:56

ASN Idol 2021 Jadi Sarana Membentuk Kekompakkan

TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara, Drs H Zainal A…

Rabu, 27 Oktober 2021 13:55

Gubernur Ingin Supervisi KPK Digelar Rutin

TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus…

Rabu, 27 Oktober 2021 12:29

BRI Makin Sehat dan Kuat

Jakarta – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mampu mencatatkan…

Selasa, 26 Oktober 2021 14:11

BRI Dorong Ekosistem Digital di Lingkungan Pesantren

Jakarta – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong…

Selasa, 26 Oktober 2021 10:30

Dongkrak PAD, Kran Investasi Segera Dibuka

TANJUNG SELOR - Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kalimantan…

Selasa, 26 Oktober 2021 10:29

Motofest Kaltara Bernuansa Lokal Jadi Kebanggaan Gubernur dan Wagub

Tanjung Selor- Ratusan kendaraan roda dua dengan berbagai sentuhan modifikasi…

Senin, 25 Oktober 2021 21:40

SOE Award 2021: BRI Menjadi The Most Contributor Dividend dan Dirut BRI Sebagai The Best CEO 

Jakarta – Kinerja BBRI yang semakin moncer terus mendapat atensi…

Senin, 25 Oktober 2021 13:53

Dukung Kesetaraan Gender, BRI Raih Penghargaan UN Women 2021: Community Engagement & Partnership

Jakarta – Prestasi yang ditorehkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)…

Senin, 25 Oktober 2021 13:25

Ribuan Bibit Bakau Ditanam di Desa Ardi Mulyo

TANJUNG SELOR – Untuk memulihkan ekosistem di wilayah pesisir, ribuan…

Senin, 25 Oktober 2021 13:24

Ekspedisi Renang Sungai Kayan Angkat Potensi Wisata Daerah 

TANJUNG SELOR - Menyemarakan hari jadi ke-9 Provinsi Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers