MANAGED BY:
RABU
27 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 24 September 2021 11:30
Versi DPUTR, Banjir Dipicu Air Pasang
BAK LANGGANAN: Sejumlah wilayah di Tarakan terendam banjir hingga longsor setelah diterjang hujan deras, Kamis (23/9)./IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Hujan deras yang mengguyur Tarakan sejak Kamis (23/9) dini hari, membuat beberapa wilayah tergenang banjir dan tanah longsor. Didit Kurniawan selaku kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mengatakan, dari pantauan pihaknya ada beberapa daerah yang tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa.

Di antaranya di Jalan Mulawarman, Jalan R.E. Martadinata. Kemudian ada beberapa daerah permukiman warga juga yang terdampak banjir, yaitu di wilayah Kelurahan Karang Anyar, Pamusian dan Karang Balik. “Namun banjirnya tidak terlalu tinggi. Kebetulan hujan deras turun ditambah air laut sedang pasang, jadi tergenang airnya di beberapa titik,” katanya.

Namun dari pantauan, akibat banjir yang terjadi belum ada laporan kerusakan fasilitas umum maupun rumah warga. Bahkan, kendaraan yang mogok akibat air menggenangi badan jalan, tidak ada didapati pihaknya. Namun akibat air yang cukup tinggi di badan jalan, sempat membuat para pengendara untuk berhenti dan menunggu banjir surut. “Setelah hujan agak reda, banjir di beberapa titik juga kita pantau langsung surut,” ungkapnya.

Selain banjir, pihaknya mendapati terjadi tanah longsor di beberapa titik. Lokasi terjadinya longsor memang sudah diprediksi oleh pihaknya. Lantaran sudah dipantau pihaknya dan sudah dipetakan pihaknya sebagai daerah rawan longsor.

Tanah longsor didapati terjadi di RT 14 dan RT 70, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Tengah. Akibat longsor yang terjadi, satu rumah di RT 14 Kelurahan Karang Anyar, mengalami keretakan dinding rumah usai terkena tanah longsor. “Tapi tidak sampai kerusakan besar, hanya ada terjadi pergerakan tanah saja,” sebutnya.

Dilanjutkan Didik, pihaknya akan tetap memantau daerah yang rawan banjir dan longsor, lantaran hujan deras dalam sepekan ini sudah beberapa kali terjadi dan diprediksi akan terjadi lagi dalam beberapa ke depan.

Selain memantau, pihaknya juga sudah memberikan imbauan dan peringatan kepada masyarakat agar selalu waspada cuaca buruk. Terutama bagi wilayah yang rawan terjadi bencana tanah longsor dan banjir. Pihaknya juga berharap pembangunan di daerah rawan bencana, agar bisa dikurangi oleh masyarakat. “Kita kerja sama dengan BMKG Tarakan untuk melakukan pemantauan. Jadi masyarakat selalu waspada, terutama yang membangun rumah di lereng bukit untuk meningkatkan kewaspadaan,” tutupnya.

Kendati begitu, dijelaskannya banjir tersebut masih dalam kondisi normal seperti pada sebelumnya. Adapun penyebab banjir, dikatakannya terjadi karena naiknya air laut yang dibarengi oleh turunnya hujan. Sehingga kondisi drainase tidak dapat mengalirkan air ke laut.

“Pagi ini ada beberapa titik di Kota Tarakan yang terpantau yang mengalami banjir. Seperti di depan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL), Karang Balik, beberapa ruas Jalan Mulawarman. Bersamaan dengan ini, kami juga mendapatkan informasi bahwa ini bersamaan dengan air laut. Jadi dengan curah hujan yang tidak terlalu lebat dan durasinya tidak terlalu lama, sehingga ada beberapa daerah yang tergenang. Namun, genangannya tidak terlalu lama,” ujarnya.

“Untuk korban tidak ada laporan karena banjirnya juga masih seperti pada sebelum-sebelumnya. Hanya sedikit menganggu aktivitas lalu lintas. Ada laporan juga beberapa kendaraan mogok akibat banjir,” terangnya.

Selain itu, ia menjelaskan jika pihaknya belum mendapat adanya kejadian longsor dari hujan lebat tersebut. Meski demikian, ia berharap tidak adanya kejadian longsor yang terjadi. “Untuk laporan longsor sampai saat ini belum ada laporan. Dan ini juga dari teman-teman sudah kita coba monitoring dari beberapa lokasi,” tuturnya.

“Dan dari teman-teman juga sudah kita coba turunkan untuk monitoring dalam beberapa lokasi yang memang masih rawan longsor. Di daerah Sebengkok, Pamusian dan Karang Anyar. Dan sampai saat ini kita belum mendapatkan laporan,” lanjutnya.
“Untuk pohon tumbang juga sampai hari ini belum ada laporan. Kita berharap tidak ada. Jadi prosedurnya, kami bergerak ketika ada laporan, baik dari masyarakat atau dari RT atau bahkan dari kelurahan,” sambungnya.

Serupa, Kepala Bidang Perairan dan Pengendalian Banjir pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan, Sabudi menuturkan kondisi hujan dan air laut yang pasang membuat banjir tidak dapat dihindari. Meski begitu, ia menjelaskan jika pihaknya berusaha memaksimalkan drainase yang ada untuk melancarkan aliran air saat hujan turun.

“Jadi kita ketahui dari pagi memang terjadi hujan deras. Sehubungan dengan hujan deras ini. Bersamaan pula dengan air pasang di laut. Jadi kalau liat tabel air itu, memang air pasang di mulai jam 07.00 WITA. Jadi seharusnya air yang mengalir lewat drainase,  karena air laut pasang akhirnya airnya tertolak dan kembali ke darat,” imbuhnya.

“Sebenarnya kalau air sedang tidak pasang, kejadiannya tidak seperti hari ini. Jadi program banjir ada 3 tahap, jangka pendek, menengah dan panjang. Jangka pendek ketika kami surut kami langsung ke sana, kami amati misalnya ada hambatan aliran air maka kami kerok. Kami punya tim saat turun ke lapangan,” jelasnya.

“Kedua melakukan normalisasi di wilayah rawan banjir, ketiga pembangunan pengendalian banjir jika memungkinkan. Semua lokasi-lokasi ini sudah kami data, hanya saja pembangunan menyesuaikan kesanggupan daerah,” pungkasnya. (zar/*/zac/lim)

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers