MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 06 September 2021 10:11
Kemah Sauna dan Mandi Uap, Badan Terasa Fit dan Bugar

Melihat Resep Herbal Kesehatan Suku Dayak Lundayeh Menangkal Covid-19

RESEP HERBAL: Mencegah virus Covid-19, warga kreatif membuat kemah atau sauna bermodalkan ramuan khusus, untuk menangkal virus berbahaya tersebut./DOKUMENTASI DANNI

Berbagai cara dilakukan sejumlah masyarakat menghadapi pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan Danni, warga Jalan Porsas, Nunukan Timur. Dirinya memanfaatkan tanaman dari Krayan untuk digunakan menjadi ramuan herbal dan digunakan untuk sauna atau mandi uap.

RIKO ADITYA, Nunukan

YA, tumbuhan temabar dan akar Keriboro, menjadi resep obat herbal yang sedang viral di Nunukan. Tanaman yang diambil dari pedalaman hutan yang ada di dataran tinggi Krayan tersebut, dipercaya sejumlah masyarakat perbatasan RI-Malaysia untuk ramuan herbal dengan mandi uap untuk mencegah penyakit.

Danni, warga Nunukan Timur yang berinovasi sauna dengan resep kulit kayu Temabar tersebut mengatakan, dengan mandi uap sambil menghirup aroma herbal kulit kayu Temabar, penyakit flu, demam dan gangguan pernapasan bisa lancar. Apalagi setelah sauna, meminum rebusan akar Keriboro. Badan akan terasa fit dan bugar.

“Yang baiknya ini, ramuan ini juga bisa untuk menurunkan berat badan karena keringat kita mengucur deras kan,” ujarnya ketika ditemui saat berinovasi dengan membuat tempat sauna sederhana menggunakan spanduk bekas dan pipa paralon dengan nama ’Kemah Anti Covid-19’.

Danni pun menjelaskan dalam mengolah herbal tersebut, pertama tumbuk kulit kayu Temabarnya, kemudian direbus dalam ketel atau teko. Ujung teko dipasangkan selang, ujung selang diberi paralon lebar untuk tempat keluar uap. Lalu dimasukkan dalam kemah.

“Di dalam kemah inilah kita bisa merasakan yang namanya sauna sekaligus mencegah Covid-19,” tutur Danni.

Untuk sauna, Danni menyarankan agar tidak lebih dari 15 menit. Keringat yang mengalir deras akan mengakibatkan dehidrasi jika durasinya lebih panjang dari batas tersebut. Awalnya, Danni yang kagum dengan kebugaran fisik para tokoh adat Dayak Lundayeh mencoba mengulik rahasia mereka yang tetap prima di usia senja bahkan di masa pandemi Covid-19.

Dari keingintahuan tersebut, Danni kemudian mendapat resep yang menjadi andalan suku Dayak Lundayeh dalam hal kebugaran dan menangkal penyakit, yaitu kulit kayu Temabar dan akar Keriboro.  “Saya akhirnya memesan itu (Temabar dan akar Keriboro) kepada saudara saudara kita yang dari Krayan. Itu diambil dari hutan Krayan,” katanya.

Inovasi Danni tersebut, menjadi tren di masyarakat. Banyak warga yang meniru langkahnya, bahkan ada sejumlah program RT yang mewacanakan pembuatan kemah anti Covid-19. “Ya, saya kemarin sempat dikasih durian tidak bisa cium baunya. Badan panas dingin, ndak ada selera makan, napas juga susah. Saya sudah merasa kalau saya kena Covid-19 apalagi pas lagi ganas-ganasnya varian Delta kemarin. Saya lakukan sauna pakai Temabar, alhamdulillah bisa sembuh tanpa obat sama sekali,” ungkap Danni.

Sementara itu, pelestari adat dan budaya Dayak Lundayeh, Dorma Kisu mengatakan, kulit kayu Temabar maupun akar Keriboro memang menjadi ramuan herbal turun-temurun suku mereka. Kulit kayu Temabar memiliki aroma lebih kuat, namun menyegarkan. Temabar bisa juga diminum sebagai penawar racun.

“Temabar itu kalau bahasa Lundayeh bisa dimaknai penawar. Jadi dia dikenal suku kami sebagai obat segala macam penyakit. Tidak heran jika belakangan warga Nunukan ramai menggunakan Temabar untuk mencegah Covid-19,” kata Dorma.

Sejak dulu, orang Lundayeh juga ‘’Ubbu’’ (berselimut menghirup aroma Temabar) layaknya langkah yang banyak disarankan praktisi medis yang mencontohkan menghirup uap dari minyak kayu putih untuk menanggulangi Covid-19.

Dorma melanjutkan, pohon Temabar memang tumbuh di kedalaman hutan, bentuk pohonnya mirip Bajakah dan hanya sebesar betis orang dewasa. Biasanya hanya para pemburu yang mengenal persis bentuk dan jenis pohonnya.

Pemburu sering mendapat pesanan dari warga yang sakit, tak jarang juga mereka mengambil dalam jumlah banyak untuk persiapan. Saat seseorang tergigit ular atau terkena duri ikan berbisa, Temabar bisa menjadi obat alternatif yang ampuh.

“Pernah saya pergi ke Pulau Sebatik bawa Temabar. Disana ada nelayan yang terkena duri ikan Sembilang, saya kasih dia kayu Temabar, saya suruh dia basahi itu Temabar dengan ludah lalu ditempelkan di lukanya. Dan lukanya cepat sembuh,” tambahnya.

Selain menetralkan racun, Temabar juga bisa menetralkan alkohol. Sementara untuk akar Keriboro, pohonnya dikatakan Dorma mirip ilalang. Masyarakat Lundayeh sering meminum air rebusannya untuk mengobati sakit perut. Banyak juga masyarakat Lundayeh memakaikan akar Keriboro sebagai bandul kalung atau gelang bagi anak kecil yang proses tumbuh kembangnya kurang baik, atau tiba-tiba sakit tanpa diketahui sebabnya (Lepen dalam bahasa Lundayeh).

“Baik Keriboro atau Temabar sudah lama menjadi rahasia kesehatan suku Lundayeh. Kalau orang sekarang menyebut Korona, orang tua kami dulu menyebutnya sebagai Bulau. Sama persis gejalanya, yang diserang saluran pernapasan,” beber Dorma. (***/har)

 

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers