MANAGED BY:
SENIN
27 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 Juli 2021 10:18
Kaltara Terkendala Ketersediaan Vaksin, Minim Realisasi

Menilik Progres Vaksin Gotong Royong

MENUNGGU STOK: Vaksinasi di sejumlah kabupaten/kota di Kaltara masih terus mengejar target./ IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

Pelaksanaan vaksin gotong royong yang diperuntukkan perusahaan dan karyawannya hingga saat ini belum juga berjalan. Meski beberapa perusahaan di Kaltara sudah ada mendaftarkan diri untuk membeli vaksin gotong royong tersebut, namun belum ada kejelasan pasti kapan akan dilaksanakannya.

KETUA Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tarakan, Effendy Gunardi, S.E, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sempat melakukan vaksinasi massal namun diketahui vaksin tersebut merupakan bantuan dari Kadin Indonesia. "Saat itu kita dapat 800 vaksin. Tapi kita sudah realisasikan semua," katanya.

Pihaknya sempat meminta lagi 8.000 vaksin lagi ke Kadin, namun dengan tingginya lagi akan Covid-19 makanya pihaknya harus menunggu giliran bagi Kaltara. Untuk vaksin gotong royong, pihaknya sudah melakukan pendataan dan bersedia membeli vaksin gotong royong. Dari data yang diterima pihaknya, terdapat 34 perusahaan  di Kaltara yang sudah siap membeli vaksin gotong royong.
"Tapi jumlahnya itu masih sedikit sekali, apalagi ini baru perusahaan kecil. Karena yang kita butuhkan ini adalah semua jenis perusahaan, agar jumlahnya besar," sebut Effendy.

Dalam pelaksanaan vaksin gotong royong, adapun vaksin yang akan digunakan nantinya yaitu vaksin Sinophram. Vaksin tersebut dipilih agar tidak sama dengan vaksin pemerintah bagi seluruh masyarakat. Sebenarnya, vaksin gotong royong juga diberikan kepada karyawan perusahaan secara gratis. Artinya, perusahaan yang membeli dan membagikan secara gratis ke karyawan. "Sejauh ini kami masih mengimbau kepada perusahaan. Namun sejauh ini, pemerintah juga masih kekurangan karena target sampai sejuta sehari. Tapi kami tetap berjuang," tuturnya.

Ditambahkannya, meski belum ada realisasi terhadap vaksin gotong royong, pihaknya berharap ke depannya vaksin gotong royong bisa cepat disetujui dan diberikan oleh pemerintah. Dengan begitu, maka dengan cepat bisa membantu pemerintah dalam capaian vaksin untuk masyarakat Indonesia. "Kalau kami tetap berharap perusahaan daftar saja, karena kami tidak tahu kapan jatah itu ada. Nanti pas jatah kami ada, ternyata cuma sedikit ya begitulah yang akan dikirim," pungkasnya.

 

SATGAS MENUNGGU ALOKASI

Kendala vaksin, hal itu pula yang dihadapi Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan.
"Kendalanya, alokasi vaksinnya yang tidak ada, jangankan alokasi untuk anak sedangkan lansia sama untuk masyarakat saja belum ada, pelayan publik saja kami masih kurang jadi bagaimana mau untuk anak tidak bisalah kami kerjakan karena alokasi vaksinnya tidak ada," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, Minggu (25/7).

Dijelaskan, pihaknya juga belum dapat memastikan kapan kedatangan vaksin selanjutnya. Terkait adanya intruksi vaksinasi pada anak yang sudah dikeluarkan sejak akhir Juni, ia menuturkan jika penyebab tersebut serupa dengan terhambatnya vaksinasi masyarakat dan lansia yakni belum adanya pendistribusian vaksin. "Kalau vaksinnya ada sebenarnya semua bisa berjalan seperti yang direncanakan. Tapi persoalannya vaksinnya yang tidak ada. Kalau soal pendataan anak-anak nanti gampang, tinggal ke sekolah-sekolah bisa," tuturnya.

Selain itu, menurutnya walaupun vaksin yang telah tiba, tentunya dalam jumlah terbatas. Sehingga ia menegaskan jika kedatangan vaksinasi diprioritaskan pada tahap sebelumnya yang belum terpenuhi. Adapun distribusi vaksin untuk anak, pihaknya memastikan jika vaksin memprioriskan anak yang duduk di bangku sekolah.
"Saya tidak bisa bilang bagaimananya, kalaupun ada juga vaksinnya terbatas pasti diprioritaskan sekolah dulu tidak mungkin yang lain-lain pasti sekolah dulu," jelasnya.

Lanjutnya, distribusi terakhir yang diterima yakni sebanyak 460 vial yang juga mencakup jatah TNI-Polri. Lebih lanjut, pihaknya telah intens melakukan koordinasi, hanya hingga saat ini vaksin belum juga tiba. "Itu jumlahnya untuk kami sekitar 460 tapi terbagi untuk TNI-Polri dan terbagi-bagi, misalnya kalau dinas (instansi) kan sama faskesnya," jelasnya.

Sama halnya dengan vaksinasi mandiri, Devi mengaku belum mendapatkan informasi mengenai kapan akan digelar di Tarakan. Sebab, hal itu nantinya akan berkaitan langsung dengan Bio Farma, dan juga vaksinasi tersebut nantinya tidak akan dilakukan di fasilitas kesehatan yang melakukan vaksinasi program seperti yang sudah berjalan selama ini.

“Seperti dokter praktik, untuk harganya juga belum ada info sih. Karena nanti bukan melalui dinas kesehatan, tapi nanti dia lewat Kadin atau perusahaan itu berhubungan dengan Bio Farma. Seperti kemarin Rumah Sakit Pertamina yang mengajukan,” pungkasnya.

 

NUNUKAN JUGA BELUM

Persoalan program vaksinasi penggalangan dari pengusaha di Nunukan sepertinya belum berjalan. Kenapa tidak, sebagian kecil pengusaha di Nunukan juga berdampak pandemi Covid-19. Membantu percepatan vaksinasi untuk masyarakat, sedikit terhambat.

Meski begitu, pemerintah memastikan sudah memberikan solusi untuk percepatan pemberian vaksinasi ke masyarakat. Itu dipastikan Jubir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, Hasan Basri kepada Radar Tarakan. “Sekarang semua vaksin sifatnya gratis, pengusaha juga mengikuti serbuan vaksinasi,” ungkap Hasan kepada wartawan.

Meski begitu, pemerintah menekan sejumlah perusahaan untuk memberikan vaksinasi kepada karyawannya. Pemkab tentu meminta kepada pimpinan perusahaan untuk memberikan vaksinasi kepada karyawannya melalui vaksin gotong royong.

Dijelaskan Hasan, dalam pendistribusian vaksin kepada masyarakat, pemerintah pusat juga bekerja sama dengan TNI-Polri bahkan kepada ormas untuk membantu pendistribusian. Hal itu efektif menghabiskan vaksin secara instan.

“Contohnya seperti yang sudah kami lakukan sebelumnya di Masjid Islamic Center, kami langsung habiskan 900 vaksin dalam sehari. Belum lagi yang diadakan TNI-Polri sebelumnya, itulah cara pemerintah memberikan percepatan vaksinasi kepada masyarakat,” ungkap Hasan.

Sementara itu, untuk pelaksanaan vaksinasi sesuai arahan Presiden RI Jokowi, tidak boleh ada stok vaksin yang tertinggal di daerah khususnya kabupaten. Dengan begitu, otomatis pendistribusian vaksin akan dilakukan secara maksimal. “Jadi memang kami terus menghabiskan vaksin yang telah terdistribusi, karena pemerintah pusat menjanjikan akan melakukan pengiriman lagi jika vaksin telah terpakai. Makanya kami juga berharap, pekan depannya lagi, ada pendistribusian vaksin lagi,” beber Hasan. (zar/*/zac/raw/lim)

 

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 27 September 2021 15:38

Agrobisnis, Majukan Pertanian Daerah

HINGGA saat ini, agrobisnis atau usaha niaga tani masih menjadi…

Senin, 27 September 2021 15:00

Ditinggal Berbelanja, Dapur Kafe Terbakar

TARAKAN - Minggu (26/9) Kafe Galileo yang berada di Jalan…

Sabtu, 25 September 2021 20:15

Wartawan Radar Tarakan Sabet Nilai Tertinggi UKW LSPR

Yedida Pakondo,  tidak pernah menyangka jika dirinya mendapat nilai tertinggi…

Sabtu, 25 September 2021 10:20

Sabah Ingin Merasakan Dampak IKN

TARAKAN - Perpindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur…

Jumat, 24 September 2021 11:43

PMI Mulai Pengambilan Darah Plasma Konvalensen

TARAKAN – Sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan darah plasma konvalensen…

Jumat, 24 September 2021 11:32

Diprediksi Hujan hingga Tiga Hari ke Depan

TARAKAN - Masyarakat Tarakan harus bersiap dengan kondisi hujan yang…

Jumat, 24 September 2021 11:30

Versi DPUTR, Banjir Dipicu Air Pasang

TARAKAN - Hujan deras yang mengguyur Tarakan sejak Kamis (23/9)…

Jumat, 24 September 2021 11:29

Limbah Medis Dibuang Tak Sesuai Prosedur

TARAKAN - Dari  hasil survei kepatuhan, pencegahan maladministrasi yang dilakukan…

Kamis, 23 September 2021 18:04

Pengambilan Darah Plasma Konvalensen Dilakukan Secara Konvensional

TARAKAN – Sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan darah plasma konvalensen…

Kamis, 23 September 2021 18:02

Ombudsman Temukan Limbah Medis Dibuang Tak Sesuai Prosedur

TARAKAN – Dari  hasil survei kepatuhan, pencegahan maladministrasi yang dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers