MANAGED BY:
KAMIS
05 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 16 Juli 2021 14:10
Pemusnahan Barang Bukti Didominasi Perkara Narkoba
DIMUSNAHKAN: Kepala Kejari Nunukan, Yudi Prihastoro memimpin pemusnahan barang bukti perkara yang ditangani PN Nunukan dengan cara dibakar atau dilarutkan ke air./RIKO ADITYA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

NUNUKAN - Kejaksaan Negeri Nunukan memusnahkan barang bukti atas ratusan perkara yang ditangani periode Juli 2020 hingga Juli 2021. Tercatat, sebanyak 239 perkara selama setahun dan didominasi perkara narkotika.

Pemusnahan narkotika dilakukan dengan cara dilarutkan ke dalam air, kemudian barang bukti lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar. Untuk senpi dan sajam dimusnahkan dengan alat pemotongan besi.

Kepala Kejari Nunukan, Yudi Prihastoro menyampaikan, pemusanahan barang bukti merupakan salah satu rangkaian terakhir dari proses penanganan perkara pidana. Hal ini merupakan tugas dan wewenang Kejaksaan Republik Indonesia sesuai dengan pasal 30 Ayat (1) huruf d UU Kejaksaan.

Salah satu tugas Kejaksaan adalah untuk melaksanakan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap yang mana juga telah diatur dalam Pasal 270 KUHAP yang terkait dengan kewenangan jaksa dalam melaksanakan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, dalam hal ini tidak hanya masalah pidana badan tetapi juga dalam hal pelaksanaan putusan terhadap barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Kegiatan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan di Kejaksaan Negeri Nunukan melainkan kegiatan yang menjadi rutinitas dilakukan per semester. Kita bersama-sama dapat melaksanakan pemusnahan barang bukti periode Juli 2020 hingga Juli 2021 yang telah memiliki kekuatan hukum tetap sejumlah 239 perkara," ucap Yudi Prihastoro, kemarin.

Dirincikan, untuk perkara Narkotika, yaitu sebanyak 165 perkara dengan barang bukti sabu-sabu ada 107 perkara dan ekstasi 1 perkara dengan penyisihan sabu-sabu kurang lebih 45,81 gram dan 8 butir ekstasi. Kemudian barang bukti lainnya handphone, kartu ATM, timbangan, alat hisap, korek, rokok. “Mengingat banyak perkara splitan (bagian yang tidak terpisahkan) sehingga barang bukti digunakan bersama," singkatnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers