MANAGED BY:
JUMAT
25 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 10 Juni 2021 15:34
PMI Diduga Alami Tindak Percaloan
MANTAN PMI: Sejumlah PMI ilegal yang masuk ke Krayan dari Malaysia, masih berada di penampungan BP2MI Nunukan. FOTO: RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

NUNUKAN - Sejumlah PMI ilegal dari Malaysia, mengaku masih melalui perantaraan calo setelah berada di Krayan. Meski sudah ditangani tim Satgas Penanganan Covid-19 di Krayan, para PMI tersebut masih saja dimintai sejumlah pembayaran.

Seperti yang dikatakan Kelaudius misalnya. PMI yang selama di Malaysia itu bekerja di perusahaan kayu mengaku, dirinya dicalo sampai jutaan rupiah untuk biaya dirinya pribadi. Namun tidak hanya terhadap dirinya, itu juga terjadi kepada 3 rekannya dan 7 PMI lainnya.

Padahal, Klaudius mengaku dirinya dijemput petugas Satgas Penanganan Covid-19 di Krayan dan diantar ke penginapan. Namun masih dimintai biaya transportasi seperti pembayaran transportasi angkutan mencapai Rp 600 ribu. “Ya, kami bayar sampai Rp 600 ribu itu, setelah kami sampai di penginapan,” ungkap Kelaudius saat diwawancarai, Rabu (9/6).

Rekan Kelaudius bernama Yernias juga mengaku demikian. Mereka menggunakan mobil dari daerahnya di Lawas, Malaysia, sampai ke perbatasan Long Midang, Krayan, membayar sampai RM 200 untuk satu orang. Pembayaran itu diberikan kepada calo yang ada di Malaysia. Namun tak disangka, saat di Krayan, dirinya masih diminta membayar sejumlah biaya seperti pemeriksaan swab sampai transportasi pesawat dari Krayan ke Nunukan. “Saya sendiri totalnya sampai satu juta lebih, itu biaya swab yang kedua bayar dan biaya pesawat. Kalau penginapan dan makan, terus swab pertama, kami tidak bayar,” tambah Yernias.

Baik Kelaudius dan Yernias pun mengaku nekat pulang karena perusahaannya sudah tidak beroperasi lagi di Malaysia. Setelah pulang, dirinya pun menegaskan enggan kembali ke Malaysia lagi.

Bisa masuk sampai ke Krayan, mereka mengaku kucing-kucingan dengan aparat Malaysia. Sesampainya di Krayan, mereka inisiatif melaporkan diri masuk secara ilegal ke aparat setempat di Krayan dan akhirnya diserahkan ke aparat desa. Selain mereka berdua, masih ada 7 PMI yang bernasib sama.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers