MANAGED BY:
KAMIS
24 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 09 Juni 2021 14:29
Tak Berizin, SB Ryan Kerap Over Kapasitas

PROKAL.CO,

TARAKAN - Kecelakaan Speedboat (SB) Ryan yang menelan 6 korban jiwa memantik kekhawatiran pengguna jalur transportasi laut dan sungai. Kejadian itu juga diharapkan menjadi yang terakhir kalinya.

Berbagai dugaan menyeruak terkait operasional SB Ryan, dari perizinan hingga dugaan kelalaian akan standar keselamatan.

Kepala Operasional Surya Sebatik Indonesia, Hasbullah terang-terangan mengakui jika SB Ryan belum berizin. Alasannya, karena perizinan butuh biaya besar dan proses yang panjang. “Kami bukannya tidak mengurus izin, pemerintah memberikan arahan, para pelaku usaha mengeluh kalau hadap depan semua yang bisa muat 20 lebih, bisa-bisa cuma 10 orang. Karena speed-nya kecil, kalau pelaku usaha ada 12. Kalau dulu waktu normal, jadwalnya enam jadwal pagi dan enam jadwal siang, cuma sekarang bergilir,” keluhnya, Selasa (8/6).

“Sementara untuk mengurus izin trayek tidak semudah yang dibayangkan. Banyak aturan birokrasi yang harus dipenuhi. Kalau izin tidak ada yang mengkatrol. Kalau dikatrol mesinnya otomatis akan dilakukan pengukuran ulang. Kapal kecil bisa jadi kapal besar. Ibarat tadi GT 4 menjadi GT 10. Otomatis diambil alih KSOP, diukur dengan KSOP keluar surat ukurnya, keluar surat pas keselamatannya, keluar pas SAR-nya. Baru itu dibawa ke ranah instansi lain. Selanjutnya melewati banyak tahap lagi. Izin kami masih dalam proses,” jelasnya.

Ia membeberkan untuk pengurusan izin sedikitnya perusahaan menyiapkan minimal Rp 1 miliar untuk melewati banyak tahapan. “Semuanya mau, tapi kembali lagi pada biaya tadi. Bukan kami tidak mau, tapi biayanya minimal Rp 1 miliar loh itu. Bukan hanya untuk izin trayek, kapal dulu dikatrol, dirapikan. Kalau kapal besar, besar juga cost-nya,” tuturnya.

Selain mahalnya biaya perizinan, aturan yang diterapkan juga dinilai merugikan pelaku usaha kecil. “Solusinya, saya usahakan apa adanya saja. kalau kursinya begitu diubah menghadap ke depan, saya rugi. Kalau cuma 10 (penumpang). Lima dari kanan, lima di kiri saya rugi. Itu hanya modal beli bahan bakar. Belum gaji karyawan, belum lagi maintenance (perawatan), sparepart (suku cadang) saya, belum bayar tambat. Bagaimana,” terangnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers