MANAGED BY:
JUMAT
25 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 08 Mei 2021 19:37
HET Naik Rp 700, Komisi II DPRD Wanti Sikap Tegas Pemerintah
Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Tarakan - Muhammad Yusuf./Agus Dian Zakaria/Radar Tarakan

PROKAL.CO,

TARAKAN - Setelah resmi disahkannya kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram belum lama ini, dinilai tidak berdampak apa-apa bagi pembelian elpiji. Mengingat sebelumnya, aktivitas jual-beli elpiji 3 kilogram kerap dijual dengan harga jauh di atas HET yang ditetapkan.

Bahkan perbedaan tersebut melonjak hampir 400 persen dari HET. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Tarakan Muhammad Yusif menuturkan, jika memang kenaikan ini dinilai telah menyesuaikan harga elpiji 3 kilogram yang beredar, maka selanjutnya pemerintah dapat lebih tegas dalam menindak jika adanya oknum yang menjual harga di atas HET.

"Tantangan dari kebijakan pemerintah, yang merupakan dasar dari pemerintah Kota, berkaitan dengan surat Gubernur. Tentu selama mekanisme untuk kemudian terjadinya kenaikan harga. Tentu dengan adanya kenaikan 700 rupiah yang tadinya Rp 16 ribu menjadi Rp 16.700, tentunya menjadi tugas dan tanggung jawab bersama," ujarnya, (8/5).

Pria yang akrab disapa Yusuf Midu ini menerangkan, jika hanya berbicara kenaikan menurutnya masyarakat sudah merasakan hal tersebut sebelum adanya perubahan HET. Bahkan kenaikan tersebut sangat jauh melampui HET yang ditentukan.

"Karena selama ini kan, bukan hanya naik Rp 700 saja, bisa mencapai kenaikan 300 persen. Bayangkan harganya ada sampai Rp 80 ribu. Tetapi alhamdulillah, dalam setiap koordinasi dengan Disdagkop, sekarang sudah ada draf bahkan mungkin sudah disetujui bersamaan dengan berkenaan gabungan," tukasnya.

"Memang, di tingkat Pertamina tidak ada masalah dan tetapi ini kan hanya sampai di tingkat distributor. Pangkalan yah, istilahnya. Tidak ada lagi di tingkat pengencer, karena ini bukan komersial, ini adalah komoditi subsidi. Ketika barang ini sudah ada di pengecer, artinya ini sudah salah. Ketika kemudian ada tim yang dibentuk pemerintah, ini akan mengawal, dan melihat kondisi di lapangan berkenaan dengan hal itu," sambungnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers