MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 24 April 2021 09:54
Meski Ada Larangan Mudik, Armada Resmi dan Swasta Masih Beroperasi
MASIH BEROPERASI: Dua kapal swasta tujuan Parepare dari Nunukan, masih diperbolehkan beroperasi sebelum tanggal 6 Mei mendatang.

NUNUKAN - Belum adanya aturan pemerintah yang mengatur pengetatan larangan mudik sejak 22 April kemarin, meski secara nasional sudah diterapkan, membuat armada swasta di Nunukan masih diperbolehkan beroperasi.

Tak hanya kapal swasta, kapal resmi milik PT Pelayaran Indonesia (Pelni) Nunukan juga dipastikan masih akan beroperasi sebelum tanggal 6 Mei mendatang. Setidaknya ada 3 armada milik PT Pelni yang juga siap mengangkut penumpang, bahkan komoditas Nunukan sebelum berlakunya larangan mudik.

Itu diungkapkan Kepala Cabang Pelni Nunukan, Ilhamda. Pihaknya tentu akan mengacu peraturan pemerintah RI yang sudah dikeluarkan. Terhitung 6 Mei, tidak ada lagi kapal pelni yang melakukan pelayaran. “Ya, kita pasti akan setop mulai 6 Mei sampai 17 Mei mendatang, tidak akan ada pelayanan Pelni itu,” ujar Ilhamda ketika diwawancarai, Kamis (22/4).

Menghadapi mudik sebelum larangan, pihaknya memang menyiapkan 3 armada yang akan mengangkut penumpang, atau bahkan komoditas dari Nunukan. Meski sejatinya, pelayaran di masa pandemi, sangatlah  terdampak pada penumpang. Yang biasanya normal bisa capai ribuan, saat ini hanya mencapai di kisaran 400 penumpang saja.

Mengandalkan subsidi pemerintah untuk BBM, membuat kapal pelat merah itu, masih bisa beroperasi hingga saat ini. Penerapan prokes Covid-19, tentunya diterapkan untuk penumpang.

Sementara itu, Pelaksana Harian (PH) Kepala KSOP Nunukan, M. Tang mengatakan, menyikapi larangan mudik pada 6 Mei mendatang, kapal swasta juga harus setop beroperasi hingga jangka waktu yang ditentukan atau sampai 17 Mei mendatang.

Namun, semasa pengetatan mudik yang telah berlaku sejak 22 April kemarin, kapal swasta masih beroperasi karena belum ada imbauan dari pemerintah soal larangan mudik sebelum 6 Mei mendatang. Kendati begitu, pihaknya harus memastikan jauh sebelum 6 Mei, kapal swasta sudah harus berlayar.

“Jadi kapal itu sudah harus beroperasi pemberangkatannya, misal kapal yang terjadwal sebelum tanggal 6 Mei, dipastikan sudah harus berangkat jauh hari sebelum tanggal 6 Mei,” ungkap M. Tang saat diwawancarai, Jumat (23/4).

Aturan penumpang untuk kapal swasta, juga diwajibkan memenuhi prokes Covid-19. Sayang selama pandemi Covid-19, jumlah penumpang menurun drastis. Berharap adanya angkutan komoditas atau barang dan sembako dari Nunukan, menjadi opsi tambal operasional kapal swasta itu sendiri.

“Tidak ada perbedaan dengan kapal resmi, swasta prosedurnya juga sama dengan resmi, wajib memenuhi prokes Covid-19,” tambah M. Tang. (raw/lim)

 

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers