MANAGED BY:
MINGGU
09 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 21 April 2021 12:22
“Untuk Apa Sambungan Banyak Kalau Distribusi Macet?”
Ketua Komisi II DPRD Tarakan./Sofyan Udin Hianggio

PROKAL.CO,

TARAKAN – Kebutuhan akan air bersih diklaim meningkat setiap tahunnya. Kondisinya, pertambahan penduduk tidak diikuti dengan pengembangan ketersediaan dan fasilitas air bersih. Sehingga hal tersebut cukup membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan kewalahan dalam melayani kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Alhasil, tidak jarang beberapa kelurahan mengalami kemacetan penyaluran air PDAM.

Tak ingin kondisi tersebut terus berlanjut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan belum lama ini memanggil PDAM untuk mengetahui rencana penanganan persoalan ini.

Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Sofyan Udin Hianggio menerangkan pihaknya telah mendengarkan rencana jangka menengah PDAM dalam mengatasi persoalan tersebut.

“Kami memanggil PDAM terkait permasalahan yang dikeluhkan warga. Contoh, di Karang Anyar ada beberapa titik yang sampai sekitar 3 minggu tidak mengalir. Ternyata memang terkendala dengan jalur karena memang di sana kan ada dua jalur yang ada. Rencana akan ditambah menjadi tiga dengan penambahan pompa yang memang pendanaannya cukup besar. Tinggal izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dalam penggunaan dana PDAM. Ketika itu sudah terealisasi insyaallah akan terkendali,” ujarnya, (20/4).
Ia menyingung soal upaya Pemkot Tarakan dalam mengejar target dari janji politik sambungan gratis namun tidak diikuti dengan ketersediaan air. Selain itu, terkait rencana pemerintah dalam melakukan interkoneksi penampungan air. Menurutnya rencana tersebut dihadapkan pada persoalan kompleks sehingga pihaknya menyarankan opsi lain dalam menangani persoalan ketersediaan air bersih di Tarakan.

“Kalau kami tentu mendukung selagi itu untuk kebutuhan masyarakat. Untuk apa sambungan banyak kalau distribusinya macet. Ini juga yang menjadi catatan bahwa sosialisasi terkait beberapa hal teknis dalam pembukaan jalur air nantinya. Seperti pemotongan bukit, perambahan dan sebagainya. Belum lagi endapan dari sedimentasi itu kan sudah sampai di titik Embung Rawasari karena ada pemotongan dari pembangunan perumahan di sekitar kawasan itu,” tukasnya.
Sehingga ia menyarankan Pemkot Tatakan dapat memaksimalkan penggunaan Embung Binalatung dengan melakukan pengerukan atau perluasan dalam menambah debit air embung.

“Ini yang jadi pikiran teman-teman bagaimana soal pengembangan ke depan agar sumber air ini tetap terpenuhi. Makanya tadi, ada rencana mereka melakukan interkoneksi embung, tapi menurut kami kenapa tidak Embung Binalatung itu dimaksimalkan saja karena lahannya cukup luas, tapi dangkal. Malah itu tidak membutuhkan biaya terlalu banyak,” sarannya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers