MANAGED BY:
MINGGU
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

KRIMINAL

Selasa, 20 April 2021 21:34
Psikolog: Kemungkinan MS Ada Deviasi Seksual
PELAKU PENCABULAN: Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira merilis perkara pencabulan yang dilakukan MS, oknum tenaga pendidik di salah satu sekolah di Tarakan, Selasa (13/4). FOTO: ELIAZAR/RADAR TARAKAN

PSIKOLOG Fanny Sumajouw, S.Psi, PSI, menjelaskan bahwa dengan menilai kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru MS kepada muridnya tak bisa dianggap sepele. Apalagi jika melihat korbannya ada 4 orang. Selain itu pelaku pencabulan berjenis kelamin yang sama dengan korban, artinya ada kemungkinan pelaku memiliki deviasi (penyimpangan) seksual. 

"Hal ini berkaitan dengan UU Perlindungan Anak, anak-anak ini memang butuh recovery. Butuh pemulihan psikis, butuh penguatan psikologis serat butuh pendampingan," jelasnya, Selasa (20/4). 

Dengan dilakukannya pendampingan, hal ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada korban. Selain itu, juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat traumatik yang dialami para korbannya. Dan yang harus dilakukan adalah fokus pada siapa yang harus ditangani, yakni kepada empat korban yang juga diketahui tak lain adalah siswa di satuan pendidikan tempat tersangka bertugas.

 "Dengan adanya pendampingan, pelan-pelan rasa traumatiknya kita kikis. Agar tidak lagi menjadi beban mental di sepanjang hidupnya," bebernya. 

Selain itu, untuk korban butuh perlakuan khusus, karena apa yang dialami oleh korban akan terekam dalam memorinya. Secara fisik memang tak terlihat ada luka, tetapi secara mental, itu sangat berbahaya. Sehingga upaya pendampingan yang bisa dilakukan yakni bagaimana membuat anak yang pernah menjadi korban bisa kembali percaya diri dan bisa tampil di lingkungannya kembali.

"Yang bisa mendampingi yaitu dari keluarga, psikolog, sahabat dan lingkungan terdekat serta pemuka agama dalam rangka penguatan spirit dan mental. Karena siapa yang bisa memastikan, korban bisa sembuh dalam satu atau dua bulan. Tidak ada yang tahu," pungkasnya. (agg/lim)

 

Baca selengkapnya di Radar Tarakan edisi Rabu 21 April 2021

loading...

BACA JUGA

Rabu, 13 Oktober 2021 17:16

IRT di Nunukan Dirudapaksa Remaja yang Ngaku Polisi

NUNUKAN – Seorang remaja berumur 17 tahun diduga memperkosa seorang…

Senin, 11 Oktober 2021 15:45

Kasus 121 Paket Sabu Terus Dikembangkan

TARAKAN - Beberapa waktu yang lalu Sat Reskoba Polres Tarakan…

Senin, 11 Oktober 2021 15:34

Penjaga Pasien Tertidur, HP dan Uang Raib Digondol Maling

TARAKAN - Saat ini tindak perkara pencurian marak terjadi di…

Kamis, 07 Oktober 2021 20:19

Terdesak Masalah Ekonomi, IRT Nekad Mencuri

TARAKAN – Seorang ibu rumah tangga dengan inisial YY harus…

Minggu, 20 Juni 2021 21:59

Tewas Bakar Diri, Korban Diduga Gangguan Jiwa 

TANJUNG SELOR - Kepolisian Resor (Polres) Bulungan menerima laporan bahwa…

Senin, 14 Juni 2021 17:58

Soal Narkotika, Malaysia Dinilai Acuh dan Cuek

TARAKAN – Adanya sikap acuh dan cuek dari Pemerintah Malaysia…

Kamis, 10 Juni 2021 17:04

Nakhoda SB Ryan Ditetapkan Sebagai Tersangka

NUNUKAN – Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Satpolair Polres…

Rabu, 09 Juni 2021 22:28

Tergiur Rp 30 Juta, MS Nekat Jadi Kurir Sabu

TARAKAN – Dari 332,66 gram sabu yang berhasil diungkap Badan…

Rabu, 09 Juni 2021 19:23

Modus Buat Sibuk Korban, AY Berhasil Sikat HP

TARAKAN – Memanfaatkan kelengahan seorang anak yang sedang menjaga toko,…

Senin, 07 Juni 2021 17:06

Amankan 3 Orang Dengan Sabu 0,56 Gram

TARAKAN – Berawal dari informasi masyarakat terkait adanya transaksi dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers