MANAGED BY:
RABU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 08 Maret 2021 14:54
Dikreasikan dari Masker Bekas Hasil Mulung di Jalanan

Pohon Covid, Simbol Akan ‘Penjajahan’ Virus

DIAPRESIASI: Pohon Covid-19 menjadi simbol bahwa daerah ini pernah ‘dijajah’ oleh virus. Tampak, saat proses penyerahan Pohon Covid di Kantor Dinkes Bulungan./RACHMAD RHOMAHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO,

Sampai saat ini situasi dan kondisi wilayah masih terdampak pandemi Covid-19. Namun, ke depan diyakini hal itu tak selamanya berlangsung demikian. Alhasil, sebagai simbol nantinya bahwa wilayah ini pernah ‘dijajah’ virus yang bermula dari Wuhan, Cina. Salah seorang pegiat lingkungan pun memprakarsainya melalui Pohon Covid. Lalu apa maksud dari Pohon Covid? Berikut ulasannya. 

RACHMAD RHOMADHANI

POHON Covid-19 ini memiliki ukuran tinggi sekitar 1 meter. Terbungkus rapi di dalam lemari kaca. Bagi sebagian orang pohon itu tak ubahnya seperti hasil kreativitas lain pada umumnya. Tetapi, siapa menyangka bahwa dari kreativitas tersebut sejatinya memiliki sebuah syarat makna yang dalam. “Pohon Covid ini memang benar saya buat sebagai salah satu simbol bahwa daerah ini juga pernah ‘dijajah’ virus corona ini,’’ kata Agus Tryanti, pembuat Pohon Covid kepada pewarta di sela-sela pihaknya menyelesaikan hasil kreativitasnya saat itu.

Lalu akan dibawa ke mana Pohon Covid itu ? wanita berhijab yang aktif sebagai pegiat lingkungan ini menjelaskan, Pohon Covid itu secara langsung dibawa ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan. Dengan harapan nantinya akan dipajang di sekitar kantor tersebut. Sehingga sewaktu-waktu ada pejabat atau masyarakat berkunjung, mereka dapat mengingat kembali bagaimana kelamnya selama masa pandemi itu.  

“Meski, memang kita tahu bersama bahwa pandemi Covid-19 ini sampai sekarang masih ada. Tapi, mudahan ke depan dapat benar-benar ditanggulangi hingga tuntas. Hingga akhirnya Pohon Covid itu sebagai simbolnya,’’ ujarnya.

Dijelaskannya juga, dalam membuat satu Pohon Covid ini sendiri. Bunda Yanti sapaan akrabnya menyebutkan bahwa setidaknya membutuhkan estimasi  waktu selama satu bulan lamanya. Ini bukan karena sulitnya dalam membuat segala kerajinan tangan itu sendiri. Tetapi, proses di dalamnya cukup memakan waktu yang berkepanjangan.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers