MANAGED BY:
RABU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 04 Maret 2021 11:34
Tekan Covid-19, Empat Wilayah Wajib Bentuk Posko Desa
LEBIH KETAT: Tak hanya portal, dalam waktu dekat empat desa di Kabupaten Bulungan bakal dibangun posko./RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR - Empat wilayah kecamatan di Kabupaten Bulungan, meliputi Kecamatan Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Utara dan Bunyu, bakal dibentuk Pos Komando (Posko) Desa.

Demikian dikatakan Kepala DPMD Bulungan M. Sattar dalam wawancaranya kepada Radar Kaltara (3/3). Tujuan dibentuknya posko desa ini dikarenakan dianggap tinggi penyebaran Covid-19. Sehingga upaya ini diharapkan meminimalisir penyebaran Covid-19. “Pembentukan posko desa ini juga sebagai upaya dukungan PPKM (penerapan pembatasan kegiatan masyarakat),’’ ungkapnya, saat ditemui usai menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama pendamping desa.

Posko desa ini juga merupakan instruksi secara terpusat. Artinya, tak hanya daerah ini yang diharapkan dalam waktu dekat dibentuk posko. Tetapi di wilayah lain di provinsi termuda di Indonesia ini dan lainnya pun sama. Dengan harapan cara ini dapat benar efektif di dalam menekan angka kasus warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini. “Karena ini merupakan arahan terpusat. Jadi daerah wajib mengikutinya. Tentunya, ada skala prioritas di dalamnya. Di Kabupaten Bulungan ada empat wilayah kecamatan yang wajib dari 10 kecamatan yang ada,’’ ujar pejabat yang ramah dan murah senyum ini.

Lalu apakah daerah lain yang tak masuk skala prioritas dapat membentuk Posko Desa? Suroso menjelaskan berdasarkan edaran yang prioritas adalah wilayah dengan angka kasus Covid-19 tinggi, daerah lain yang terbilang masih minim pun diperbolehkan selama anggaran dalam pembentukan posko tersedia. “Jadi anggaran dalam pembentukan posko ini adalah dari masing-masing desa itu sendiri. Tepatnya, melaui DD (dana desa) yang akan digunakan dalam pembangunan ataupun operasional petugas selama di lapangan,’’ jelasnya.

Namun, guna mengurangi penggunaan anggarannya, maka posko tak harus dibangun dengan bentuk bangunan baru. Tetapi, dapat menggunakan pada sarana dan prasarana (sapras) lain di desa yang dianggap layak. “Ya, karena memang dalam proses pembentukan posko ini dalam jangka waktu panjang. Jadi, sejak awal perlu diminimalisir penggunaan setiap anggarannya. Itulah mengapa kami sarankan agar gunakan sapras yang ada tanpa harus membangun ulang,’’ ajaknya.

Diharapkan posko ini jauh lebih ketat dengan dijaga petugas. Jika sebelumnya hanya dipasangi portal. “Jadi, di sini ada namanya tim pencegahan, tim penanganan, tim pembinaan, tim pendukung dan beberapa tim lainnya. Jelas di sini masing-masing ada tugas mulai dari mereka yang mengecek suhu tubuh dari petugas kesehatan ataupun pemeriksaan bisa dari personel kepolisian dan TNI setempat serta lainnya,’’ tuturnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers