MANAGED BY:
SENIN
01 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 26 Januari 2021 14:20
Menyoal Rencana Pendaftaran PPPK di Tarakan
Honorer Ngeluh, Bilang Ada Syarat Memberatkan
int

PROKAL.CO,

TARAKAN - Adanya surat pernyataan yang menyatakan siap melepas diri sebagai honorer di sekolah ketika pada pelaksanaan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Tarakan, justru membuat guru honorer enggan mengikuti PPPK. Hal yang disyaratkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan itu dinilai memberatkan dan tak merujuk regulasi yang jelas.

Hal tersebut diungkapkan salah satu guru honorer Tarakan, Leni yang menilai surat pernyataan honorer yang diminta siap melepas sebagai guru honorer ketika tidak lulus PPPK, seperti buah simalakama. Satu sisi PPPK dinilai dapat menjamin kesejahteraan honorer sebelumnya, satu sisi lagi harus rela kehilangan pekerjaannya sebagai guru honorer ketika tidak lulus PPPK.

“Jadi kita guru honorer diminta untuk menandatangani surat penyataan bila memang ingin melaksanakan seleksi PPPK di Tarakan. Seleksi tersebut terbuka untuk guru di sekolah swasta maupun negeri, jika kita tidak lolos dari seleksi tersebut, mau tidak mau kita harus melepas posisi sebagai guru honorer dan diganti oleh guru yang lulus dari PPPK, baik itu swasta maupun negeri,” ucapnya.

Adanya hal tersebut, membuat dirinya tidak berani mengambil risiko, sehingga dirinya lebih memilih tidak menandatangani surat pernyataan tersebut karena khawatir ketika mengikuti seleksi PPPK dinyatakan tidak lulus. “Kalau lulus mungkin kita bahagia karena hal tersebut bisa memperbaiki kesejahteraan kita selama ini, tapi yang saya takutkan ketika tidak dinyatakan lulus, saya harus rela untuk tidak lagi menjadi guru honorer karena digantikan dengan yang lulus, tentu hal ini menjadi salah satu pertimbangan saya untuk tidak menandatangani surat tersebut,” tuturnya.

Dirinya masih menunggu kepastian dan aturan terkait PPPK. Ia berharap pendaftaran PPPK bisa dibuka. “Jadi kita inginnya ketika kita tidak lulus PPPK, kita tetap menjadi guru honorer,” ucapnya.

Guru honorer di sekolah negeri tingkat SD dan SMP digaji Pemkot hitungannya per jam Rp 20 ribu dan mendapatkan tunjangan dari Rp 700 ribu dari Pemkot dan Pemprov Kaltara Rp 500 ribu.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 01 Maret 2021 09:42

Gubernur Baru Rencananya Kembalikan Pelabuhan Tengkayu I ke Pemkot Tarakan

TANJUNG SELOR – Berdasarkan ketentuan Undang-Undang (UU) nomor 23 tahun…

Sabtu, 27 Februari 2021 11:33

Lanjutan Sidang Sabu Cair, Saksi dari Avsec Dihadirkan

TARAKAN -Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi dari…

Sabtu, 27 Februari 2021 11:30

Residivis Curanmor Kembali Berulah

TARAKAN – Polisi dari Unit Reskrim Polsek Tarakan Barat berhasil…

Sabtu, 27 Februari 2021 11:21

Semua Wartawan Wajib Vaksin

TARAKAN - Wacana dari Presiden RI Joko Widodo yang akan…

Sabtu, 27 Februari 2021 10:37

Ingin Regenerasi, Percayakan Kaum Muda

TARAKAN - Minimnya regenerasi pada sebagian partai Politik (Parpol) menyebabkan…

Jumat, 26 Februari 2021 14:20

Antara Muncikari dan Korban Ternyata Ada Hubungan Keluarga

TARAKAN - Penyidik Satreskrim Polres Tarakan masih mendalami keterangan dua…

Jumat, 26 Februari 2021 14:19

Polisi Datang, Pelaku Judi Sabung Ayam Kabur

TARAKAN - Puluhan warga di Kelurahan Juata Laut seketika langsung…

Kamis, 25 Februari 2021 10:45

Ekspor Langsung, Hemat Biaya 40 Persen

TARAKAN – Dengan jarak yang lebih dekat dari negara tujuan,…

Kamis, 25 Februari 2021 10:44

Bebaskan Masyarakat Berbicara

KURANGNYA kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan jurnalis semakin tinggi di…

Kamis, 25 Februari 2021 10:40

Dua Muncikari Ditangkap di Jakarta

TARAKAN – Dua pelaku yang berperan sebagai muncikari berhasil ditangkap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers