MANAGED BY:
SELASA
09 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 21 Januari 2021 10:12
Survei ITAGI, 35 Persen Ingin Vaksinasi Mandiri

PROKAL.CO,

TARAKAN - Vaksin mandiri dinilai Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu langkah dalam mempercepat herd immunity (kekebalan komunitas). Dalam prosesnya perlu diawasi dan diatur pemerintah.

Ketua IDI Kaltara, dr. Franky Sientoro, Sp.A, mengatakan, sebelum proses vaksinasi yang dilakukan saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sempat merilis hasil survei terkait vaksin Covid-19 yang digarap bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dengan dukungan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam survei tersebut 35 persen responden siap membayar vaksin atau vaksin mandiri.

“Ada 35 persen responden yang siap membayar atau melakukan vaksin mandiri, artinya hal ini juga nantinya akan dipikirkan pemerintah ke depannya yang membuka peluang untuk vaksin mandiri,” ujarnya, (20/1).

Pemerintah belum membuka vaksin mandiri dikarenakan jumlah vaksin yang terbatas. Sementara jumlah calon penerima masih banyak. “Langkah awal pemerintah menggratiskan vaksin ini saya nilai sudah tepat, di tahap awal tenaga kesehatan (nakes) yang diprioritaskan menerima vaksin tersebut,” ujarnya.

“Beberapa pihak sangat membutuhkan vaksin, seperti pelaku usaha, mereka membutuhkan vaksin tersebut untuk karyawannya yang bekerja di pabrik, di lokasi kerjanya tersebut sangat rentan tertular Covid-19. Sehingga dengan adanya vaksin tersebut tentunya memberikan kekebalan bagi karyawannya ketika bekerja di pabrik,” ujarnya.

Selain itu, dirinya menilai vaksin mandiri juga ikut membantu dalam hal pencapaian target vaksinasi secara nasional. Dalam prosesnya yang saat ini dinilai masih lamban. “Saya PIC atau penanggung jawab vaksinasi di RSUD Tarakan, dalam pelaksanaannya saya nilai cukup lamban, kita mengikuti pusat yang memberikan jadwal yang mana dalam sehari kita hanya melakukan 20 vaksinasi saja kepada penerima vaksin. Padahal saya bersama tim sanggup melakukan vaksinasi 50 hingga 100 orang,”  ungkapnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 08 Maret 2021 14:47

Deadline Visi Misi Hanya 3,5 Tahun

TARAKAN – Kepala daerah yang terpilih pada pemilihan serentak tahun…

Senin, 08 Maret 2021 14:44

Tiga Sekolah Gelar Simulasi PTM

TARAKAN - Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pelaksanaan simulasi pembelajaran…

Senin, 08 Maret 2021 14:42

Sukses Digelar, Antusias Peserta Tinggi

TARAKAN - Antusias tinggi terlihat dalam Mini Kontes Ikan Cupang…

Jumat, 05 Maret 2021 11:31

BI Siapkan Langkah Dukung PEN, Ini yang Dilakukan...

TARAKAN – Berbagai langkah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI)…

Jumat, 05 Maret 2021 10:00

Sarana Prasarana Minim, Optimis Perbaiki Pelayanan

TARAKAN - Lembaga Permasyarakat (Lapas) Kelas II A Tarakan mencanangkan…

Jumat, 05 Maret 2021 09:57

Sabtu Sore, Panitia Mulai Buka Pendaftaran

TARAKAN –Mini Kontes Ikan Cupang Hias Radar Tarakan Vol. 1…

Jumat, 05 Maret 2021 09:53

Disdagkop Selidiki Penjualan Elpiji di atas HET

TARAKAN – Keluhan masyarakat melalui media sosial (medsos) yang menyebutkan…

Jumat, 05 Maret 2021 09:48

BI Siapkan Berbagai Langkah Dukung PEN

TARAKAN – Berbagai langkah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI)…

Kamis, 04 Maret 2021 11:46

Psikolog: Bekerja Usia Dini Pengaruhi Mindset Anak

TARAKAN – Maraknya pedagang cilik akhir-akhir ini yang berseliweran di…

Kamis, 04 Maret 2021 11:43

Penegakan Hukum Jadi Atensi

TARAKAN - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tarakan, Adam Saimima, untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers