MANAGED BY:
SELASA
09 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 19 Januari 2021 13:40
80 Persen Sembakung Terendam Banjir 4 Meter
TERENDAM BANJIR: Delapan desa di Kecamatan Sembakung, hingga Senin (18/1) kemarin, masih terendam banjir tetangga Malaysia./DOKUMENTASI BPBD KALTARA UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

NUNUKAN - Hingga Senin (18/1) pagi, 80 persen wilayah Kecamatan Sembakung sudah terendam banjir. Setidaknya ada 8 desa di Sembakung sangat terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 4,6 meter.

Bahkan terdapat 1 desa di Desa Lubakan, yang seluruh warganya sudah direlokasi di tempat yang relatif lebih aman. Padahal di Desa Lubakan itu, pada banjir yang terjadi di tahun 2017 dan setelah, tidak pernah terdampak banjir. Kali ini, desa yang sudah sangat terdampak banjir kiriman dari negara tetangga Malaysia itu pun, sempat tak berpenghuni.

Kasubdit Kedaruratan BPBD Nunukan, Hasan mengatakan, Desa Lubakan sendiri, desa dengan seluruh warga desanya yang sudah direlokasi, sejak 2 hari terakhir, air yang merendam desa perlahan surut. Namun, proses antisipasi kembalinya banjir, apalagi dengan curah hujan yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, tetap dilakukan. “Ya kami antisipasi hujan lebat turun lagi di daerah hulu, itu menjadi pertimbangan belum dikembalikannya warga yang direlokasi, apalagi Sembakung itu unik. Meski tidak terjadi hujan, daerah ini tetap bisa banjir, posisi geografisnya. Sembakung ini memang penampungnya dan juga pengaruh air laut, di sana (Sembakung) air pasang masih sampai ke desa, makanya tinggi banjir bisa sampai 4,6 meter. Itu tertinggi dari sejak awal kejadian banjir sejak 1 Januari lalu,” ujar Hasan saat diwawancarai, Senin (18/1).

Akibat banjir yang melanda Sembakung, setidaknya ada 661 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir dari 8 desa yang ada. Sementara untuk jiwa yang ada dari 661 KK tersebut, ada sebanyak 2700 jiwa. Namun, sejauh ini belum ada warga yang pengungsi, sebab notabene hidup masyarakat Sembakung, sejatinya sudah terpola untuk menghadapi banjir kiriman itu. “Mereka ini kan setiap tahunnya pasti menghadapi ini, bahkan dalam setahunnya bisa sampai 3 kali, jadi tekniknya dengan mendirikan rumah panggung. Ketika menghadapi banjir, barang-barang yang di bawah akan dibawa naik ke atas rumah,” tambah hasan.

Dari musibah ini, rapat koordinasi bersama OPD terkait di lingkungan Pemkab Nunukan pun dilakukan menyangkut status tanggap darurat. Senin (18/1) rekomendasi akan disampaikan ke Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid. Nantinya, setelah penetapan status dilakukan, otomatis nantinya akan ada posko bencana tanggap darurat banjir Sembakung. Posko itu, akan dipegang oleh satu kendali, apakah nantinya akan ada back up dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mendatang akan dilihat keadaan itu.

Dari kejadian ini pula, pangan dengan luas ratusan hektare bisa terdampak banjir. Lahan padi siap panen yang berpotensi gagal panen, akan menjadi kendala masyarakat desa kekurangan logistik pangan nantinya. Meski sejatinya, BPBD Nunukan sendiri punya stok pangan hingga 2 ton untuk keadaan darurat. “Hal itu juga yang kami kejar dan antisipasi. Soal ketersediaan pangan kita siap kita geser, tapi kembali pada status tanggap darurat dan anggaran yang ada. Jadi dengan status tanggap darurat itu nantinya, kami harap penanganan bisa lebih cepat, karena kondisi sudah sangat layak untuk tanggap darurat,” beber Hasan. (raw/lim)

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 08 Maret 2021 14:43

Warga Krayan Kembali Bermohon Sembako Malaysia

NUNUKAN – Pasca dikabulkannya permintaan membuka akses Malaysia–Indonesia untuk memasukkan…

Jumat, 05 Maret 2021 09:58

Terdakwa Korupsi Bansos di Nunukan Divonis 4 Tahun Penjara

TERDAKWA Asrul, dengan kasus korupsi program bansos penataan sarana usaha…

Kamis, 04 Maret 2021 11:42

Positif Narkoba, Akan Diterapi Kesembuhan

NUNUKAN - Sebanyak 25 personel Polres Nunukan dites urine, Rabu…

Kamis, 04 Maret 2021 11:35

Masuk ke Arena Judi Sabung di Malaysia, 17 WNI Diamankan Polisi

NUNUKAN – Sebanyak 17 orang diduga WNI dari Sebatik ditangkap…

Rabu, 03 Maret 2021 09:25

Komunitas Cupang Hias Nunukan Pastikan Ikut Serta

NUNUKAN - Komunitas Cupang Hias Nunukan mengonfirmasi keikutsertaan dalam Mini…

Selasa, 02 Maret 2021 14:06

Cerita Tim Relawan Pemakaman COVID-19 di Nunukan

Ternyata tak sedikit orang yang ditawarkan menjadi petugas pemakaman Covid-19…

Senin, 01 Maret 2021 09:46

NESTAPA BANGET..!! Susah Jaringan Internet, Siswa Belajar Daring di Pos Polisi

BELAJAR daring yang diterapkan pemerintah bikin kuwalahan sebagian siswa dan…

Senin, 01 Maret 2021 09:45

HEBAT..!! Di Tengah Pandemi, Krayan Mulus Terapkan PTM Hingga Sekarang

DI Nunukan, setidaknya ada 14 sekolah yang sudah memberlakukan Pembelajalan…

Minggu, 28 Februari 2021 15:22

Bazar Ikan Cupang Dorong Ekonomi Bangkit dari Pandemi

        NUNUKAN-Popularitas Ikan Cupang semakin meroket sejak…

Sabtu, 27 Februari 2021 11:32

Jual Sabu, IRT Ditangkap

NUNUKAN – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial RL (29)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers